doa sebelum tidur imam zainal abidin
Doa Sebelum Tidur

15 Doa Sebelum Tidur Imam Zainal Abidin Bin Husain Bin Ali Bin Rasulullah

Posted on

Meskipun umumnya kita mengenal doa sebelum tidur hanya beberapa saja, ternyata banyak sekali macam doa sebelum tidur. Baik itu yang diriwayatkan dari Nabi langsung ataupun dari para ulama salafus sholih. Salah satu imam yang mewasiatkan doa sebelum tidur adalah Imam Zainal Abidin. Beliau adalah cicit Rasulullah, putra dari Husain bin Ali.

Imam Zainal Abidin punya doa sebelum tidur dan sesudahnya. Beliau bermunajat kepada Tuhannya setelah bangun dari tidurnya atau sebelum beranjak tidur dengan munajat-munajat yang dibutuhkannya. Ia berwasiat kepada orang-orang agar berdoa kepada Tuhannya dengan munajat-munajat dengan doa sebelum tidur yang sesuai dengan kondisi mereka. Kali ini, sajadah.co akan sedikit membagikan tentang doa sebelum tidur dari Imam Zainal Abidin. Uniknya 15 doa sebelum tidur ini disesuaikan dengan kondisi seseorang. Ada doa sebelum tidur untuk orang-orang yang bertaubat, doa sebelum tidur untuk orang-orang yang mengadu, doa sebelum tidur Orang-orang yang Takut, Doa Sebelum Tidur Orang-orang yang berharap, Doa Sebelum Tidur Orang-orang yang Suka, Doa Sebelum Tidur Orang-orang yang Bersyukur, Doa Sebelum Tidur Orang-orang yang Taat kepada Allah, Doa Sebelum Tidur Orang-orang yang Menuju, Doa Sebelum Tidur Para Pecinta, Doa Sebelum Tidur Orang-orang yang Berwasilah, Doa Sebelum Tidur Orang-orang yang Butuh, Doa Sebelum Tidur Orang-orang yang Arif, Doa Sebelum Tidur Orang-orang yang Dzikir, Doa Sebelum Tidur Orang-orang yang Mohon Perlindungan, dan Doa Sebelum Tidur Orang-orang yang Zuhud.

Berikut 15 doa sebelum tidur serta munajat Imam Zainal Abidin beserta terjemahannya.

Baca Juga: 6 Doa Tidur Nabi Muhammad

Baca Juga : Doa Hendak Tidur Terlengkap dan Terjemahannya

1. Doa Sebelum Tidur Orang-orang yang Bertaubat

     بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ: إِلهَىِ أَلْبَسَتْنِى الْخَطَايَا ثَوْبَ مُذِلَّتِى… وجَلَّلَنِى التَّبَاعُدَ مِنْكَ مَسْكَنَتِى. وَأَمَاتَ قَلْبِى عَظِيْمُ جِنَايَتِى.. فَأَحْيَهُ بِتَوْبَةٍ مِنْكَ يَا أَمَلىِ وَبُغْيَتِى.. وَيَا سُؤَلىِ وَمُنِّيَتِى… فَوَعَزْتُكَ مَا أَجِدُ لِذَنْبِى سِوَاكَ غَافِرًا. وَلَا أَرَى لِكَسْرِى غَيْرَكَ جَابِرًا.. وَقَدْ خَضَعْتُ بِالْإِنَاَبِة إِلَيْكَ.. وَعَنَوْتُ بِالْاِسْتِكَانَةِ لَدَيْكَ… فَإِنْ طَرَدْتَنِى مِنْ بَابِكَ, فَبِمَنْ أَلُوْذُ.. وَإِنْ رَدَدْتَنِى عَنْ جَنَابِكَ فَبِمَنْ أَعُوْذُ.. فَوَاأَسْفَاهُ مِنْ خُجْلَتِى وِافْتِضَاحِى.. وَالْهَفَاهُ مِنْ سُوْءِ عَمَلِى وَاجْتِرَاحِى أَسْأَلُكَ يَا غَافِرَ الذَّنْبِ الْكَبِيْرِ.. وَيَا جَابِرَ الْعَظِيْمِ الْكَسِيْرِ. أَنْ تَهِبَ لِى مُوْبِقَاتِ الْجَرَائِرِ.. وَتَسْتُرُ عَلَىَّ مِنْ فَاضِحَاتِ السَّرَائِرِ.. وَلَا تَخْلُنِى فِى مَشْهَدِ الْقِيَامَةِ مِنْ بَرْدِ عَفْوِكَ وَغُفْرَانِكَ. وَلَا تَعِرُّنِى مِنْ جَمِيْلِ صَفَحِكَ وَسِتْرِكَ.. إِلَهِى.. ظَلِّلْ عَلَىَ ذُنُوْبِى غَمَامَ رَحْمَتِكَ.. وَأَرْسِلْ عَلَى عُيُوْبِى سَحَابَ رَأْفِكَ..إِلَهِى هَلْ يَرْجِعُ الْعَبْدُ الآبِقُ إِلَّا إِلَى مَوْلاَهُ؟.. أَمْ هَلْ يَجِيْرُهُ مِنْ سُخْطِهِ أَحَدٌ سِوَاهُ؟.. إِلَهِى..إِنْ كَانَ النَّدَمُ عَلَى الذَّنْبِ تَوْبَةً فَإِنِّى وَعَزْتُكَ مِنَ النَّادِمِيْنَ.. وَإِنْ كَانَ الْإِسْتِغْفَارُ مِنَ الْخَطِيْئَةِ حِطَّةٌ, فَإِنِّى لَكَ مِنَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ..لَكَ الْعُتْبَى حَتَّى تَرْضَى…إِلَهِى…بِقُدْرَتِكَ علىَّ تُبْ عَلَىَّ, وَبِحَمَلِكَ عنَىِّ اعْفُ عَنِّى.. وَبِعِلْمِكَ بىِ ارْفُقْ بِى…إِلَهِى أَنْتَ الَّذِى فَتَحْتَ لِعِبَادِكَ بَابًا إِلَى عَفْوِكَ سَمَّيْتَهُ التَّوْبَةَ, فَقُلْتَ: (تُوْبُوْا إِلَى اللهِ تَوْبَةً نَصُوْحًا).. فَمَا عَذَرَ مَنْ أَغْفَلَ دُخُوْلَ الْبَابِ بَعْدَ فَتْحِهِ. إِلَهِى…إِنْ كَانَ قَبِيْحُ الذَّنْبِ مِنْ عَبْدِكَ فَلْيُحْسِنِ الْعَفْوَ مِنْ عِنْدِكَ. إِلَهِى…مَا أَنَا بِأَوَّلِ مَنْ عَصَاكَ, فَتُبْتَ عَلَيْهِ, وَتُعْرِضُ لِمَعْرُوْفِكَ فجِدْتَ عَلَيْهِ.. يَا مُجِيْبَ الْمُضْطَرِّ. يَا كَاشِفَ الضَرِّ, يَا عَظِيْمَ الْبِرِّ, يَا عَلِيْمًا بِمَا فِى السِّرِّ, يَا جَمِيْلَ السِّتْرِ اِسْتَشْفَعْتَ بِجُوْدِكَ وكَرَمَكِ إِلَيْكَ.. وَتَوَسَّلْتَ بِجَنَابِكَ وَتَرْحَمِكَ لَدَيْكَ فَاسْتَجِبْ دُعَائِى… وَلَا تُخِيْبَ فِيْكَ رَجَائِى.. وَتَقَبَّل تَوْبَتِى, وَكَفِّرْ خَطِيْئَتِى بمَنِّكَ وَرَحْمَتِكَ… يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

“Dengan menyebut nama Allah yang Maha pengasih lagi Maha penyayang. Tuhanku, dosa-dosa telah memakaiakan kepadaku pakaian hinaku, jauh dari-Mu telah memakaikanku pakaian miskinku. Besarnya kesalahanku telah mematikan hatiku, maka hidupkanlah ia dengan taubat dari-Mu, wahai harapanku dan kemauanku, wahai permohonanku dan cita-citaku. Demi kemulian-Mu, aku tidak menemukan penghapus dosa-dosaku selain-Mu. Aku tidak melihat penambal pecahku selain-Mu, sungguh aku telah tunduk dengan kembali kepada-Mu dan aku merasa hina di hadapan-Mu. Jika Engkau mengusirku dari pintu-Mu, maka dengan siapa aku bernaung. Jika Engkau menolakku dari sisi-Mu, maka dengan siapa aku berlindung. Aduh kasihanilah, rasa maluku dan aibku, aduh kasihan, buruk amalku dan dosaku. Aku mohon kepada-Mu, wahai pengampun dosa yang besar, wahai penambal yang pecah. Karuniakanlah untukku penghapus dosa, tutup aib-aib yang batin dariku, dan jangan tinggalkan aku pada hari kiamat dari dinginnya maaf-Mu dan ampunan-Mu. Jangan telanjangi aku dari indahnya maaf-Mu dan tutup-Mu. Tuhanku, naungilah dosa-dosaku dengan mega rahmat-Mu, lepaskanlah mega kasih-Mu pada aib-aibku.

Tuhanku, kemanakah hamba yang lari akan kembali, selain kepada tuannya? Atau adakah orang lain yang dapat menyelamatkan hamba itu dari murka tuannya, selain tuan itu sendiri? Tuhanku, jika penyesalan atas dosa adalah taubat, sesungguhnya aku, demi kebesaran-Mu adalah termasuk orang-orang yang menyesal. Jika minta ampun dari dosa adalah baik, maka sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang meminta ampun. Engkau berhak mencela sampai Engkau ridha. Tuhanku, dengan kuasa-Mu padaku, terimalah taubatku dan dengan lembut-Mu kepadaku maafkanlah aku dan dengan ilmu-Mu tentangku, lembutlah kepadaku. Tuhanku, Engkau yang membuka untuk hamba-hamba-Mu pintu menuju maaf-Mu yang Engkau namakan taubat, Engkau berfirman, “Betaubatlah kalian dengan taubat nashuha.” Orang yang lalai tidak akan kesulitan masuk pintu yang telah terbuka. Tuhanku, jika buruknya dosa berasal dari hamba-Mu, maka berilah maaf dari sisi-Mu. Tuhanku, aku bukanlah orang pertama yang mendurhakai-Mu, lalu Engkau terima taubatnya, engkau perlihatkan baik-Mu lalu Engkau menganugerahinya. Wahai yang menjawab orang yang terpaksa, wahai yang menghilangkan marabahaya, wahai yang agung kebaikannya, wahai yang tahu dengan apa yang rahasia, wahai yang indah tutupnya, aku mohon syafaat kepada-Mu dengan derma dan kemuliaan-Mu. Aku bertawassul dengan sisi-Mu dan kasih-Mu, maka kabulkanlah doaku. Jangan siasiakan harapaku kepada-Mu. Terimalah taubatku, hapuslah kesalanku dengan karunia-Mu dan rahmat-Mu, wahai yang paling pengasih di antara para pengasih.

doa sebelum tidur imam zainal abidin 3
Doa Sebelum Tidur

2. Doa Sebelum Tidur orang-orang yang mengadu

     بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ.. إِلَهِى أَشْكُوْا إِلَيْكَ نَفْسًا بِالسُّوْءِ أَمَّارَةً وَإِلَى الْخَطِيْئَةِ مُبَارَدَةً, وَبِمَعْصِيَتِكَ مَوْلِعَةً وَلِسُخْتِكَ مًتَعَرِّضَةً, تَسْلُكُ بِى مَسَالِكَ الْمَهَالِكِ.. وَتَجْعَلْنِى عِنْدَكَ أَهْوَنَ هَالِكٍ كَثِيْرَةَ الْعِلَلِ طَوِيْلَةَ الْأَمَلِ إِنْ مَسَّهَا الَّشُّر تَجْزَعُ, وَإِنْ مَسَّها الْخَيْرُ تَمْنَعُ, مِيَالَةً إِلَى اللَّعْبِ وَاللَّهْوِ مَمْلُوْءَةً بِالْغَفْلَةِ وَالسَّهْوِ تَسْرَعُ بِى إِلَى الْحُوْبَةِ وَتَسَوَّفَنِى بِالتَّوْبَةِ

إِلَهِى.. أَشْكُوْ إِلَيْكَ عَدُوًّا يُضِلُّنِى, وَشَيْطَاًنا يَغْوِيْنِى, قَدْ مَلَأَ بِالْوَسْوَاسِ صَدْرِى وَأَحَاطَتْ هَوَاجِسُهُ بِقَلْبِى, يُعَاضَدُ لِى الْهَوَى, يُزَيِّنُ لِى حُبَّ الدُّنْيَا وَيُحَوِّلُ بَيْنِى وَبَيْنَ الطَّاعَةِ وَالزُّلْفَى

إِلَهِى… إِلَيْكَ أَشْكُوْ قَلْبًا قَاسِيًا, مَعَ الْوَسْوَاسِ مُتَقَلِّبًا, وَبِالرَّيْنِ وَالطَّبْعِ مُتَلَبِّسًا, وَعَيْنًا عَنِ الْبُكَاءِ مِنْ خَوْفِكَ جَامِدَةً وَإِلَى مَا يَسُرُّهَا طَامِحَةً

إِلَهِى لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِقُدْرَتِكَ وَلَا نَجَاةَ مِنْ مَكَارِهِ الدُّنْيَا إِلَّا بِعِصْمَتِكَ, فَأَسْأَلُكَ بِبُلَاغَةِ حِكْمَتِكَ وَنَفَاذِ مَشِيْئَتِكَ أَنْ لَا تَجْعَلَنِى بِغَيْرِ جُوْدِكَ مُتَعَرِّضًا وَلَا تَصِيْرُنِى لِلْفِتَنِ غَرَضًا وَكُنْ لِى عَلَى الْأَعْدَاءِ نَاصِرًا وَعَلَى الْمَخْزِىِّ وَالْعُيُوْبِ سَاِتًرا وَمِنَ الْبَلَاءِ وَاقِيًا وَعَنِ الْمَعَاصِى عَاصِمًا بِرَأْفَتِكَ وَرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

“Dengan menyebut nama Allah yang Maha pengasih lagi Maha penyayang. Tuhanku, aku mengadukan kepada-Mu nafsu yang memerintah kepada kejelekan, yang memulai kepada kesalahan, yang senang dengan durhaka kepada-Mu, yang menghadapkan pada murka-Mu, yang menempuh jalan bersamaku ke jalan kehancuran, yang menjadikanku mudah hancur di sisi-Mu, yang banyak penyakitnya, yang panjang angan-angannya, jika tersentuh keburukan merasa sedih, jika tersentuh kebaikan merasa menolak, yang cenderung kepada permainan dan kelalaian, yang dipenuhi dengan lalai dan lupa, yang cepat-cepat membawaku kepada dosa, yang mengulur-ulur kepadaku untuk bertaubat.”

“Tuhanku, aku mengadukan kepada-Mu musuh yang menyesatkanku, setan yang membujukku, yang sungguh memenuhi dadaku dengan waswas, yang bisikannya meliputi hatiku, yang mendukung hawa nafsu kepadaku, yang menghiasiku cinta dunia, yang menghalangi antara aku dan taat serta kedekatan.”

“Tuhanku, aku mengadukan kepada-Mu hati yang keras, yang berbolak-balik bersama waswas, yang berpakaian kotor dan watak, mata yang tidak menangis karena takut kepada-Mu dan malah merasa senang.”

“Tuhanku, tiada daya dan upaya kecuali dengan kuasa-Mu, tiada keselamatan dari gangguan-gangguan dunia kecuali dengan perlindungan-Mu, aku mohon kepada-Mu dengan tingginya kebijaksanaan-Mu dan berjalannya kehendak-Mu agar Engkau tidak menjadikanku berhadapan dengan selain karunia-Mu, agar Engkau tidak menjadikanku sasaran dari fitnah-fitnah. Jadilah Engkau bagiku penolong atas musuh-musuh, penutup atas keburukan dan aib, pelindung dari cobaan, penjaga dari maksiat-maksiat dengan kasih-Mu dan rahmat-Mu, wahai yang paling pengasih di antara para pengasih.”


3. Doa Sebelum Tidur Orang-orang yang Takut

     بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ.. إِلَهِى.. أَتَرَاكَ بَعْدَ الْإِيْماَنِ بِمَا تُعَذِّبَنِى؟ أَمْ بَعْدَ حُبِّى إِيَّاكَ تَبْعُدَنِى؟.. أَمْ مَعَ رَجَائِى لِرَحْمَتِكَ وَصَفَحِكَ تُحَرِّمَنِى؟.. أَمْ مَعَ اسْتِجَارَتِى بِعَفْوِكَ تُسَلِّمَنِى؟ حَاشَا لِوَجْهِكَ الْكَرِيْم أَنْ تَخَيَّبَنِى.. لَيْتَ شِعْرِى..أَلِلْشِقَاءِ وَلَدَتْنِى أُمِّى؟ أَمْ لِلْعَنَاء رَبَّتْنِى؟.. فَلَيْتَهَا لَمْ تَلِدْنِى تَرَبَّنِى

وَلَيْتَنِى عَلِمْتُ أَمِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ جَعَلْتَنِى؟ وَبِقُرْبِكَ وَجَوَارِكَ خَصَصْتَنِى؟ فَتُقِرُّ بِذَلِكَ عَيْنِى.. وَتَطْمَئِنَّ لَهُ نَفْسِى

إِلَهِى… تُسَوِّدُ وُجُوْهًا خَرَّتْ سَاجِدَةً لِعُظْمَتِكَ؟ أَوْ تَخْرُسُ أَلْسِنَةٌ نَطَقَتْ بِالَّثنَاءِ عَلَى مَجِدِّكَ وَجَلَالَتِكَ؟ أَوْ تَطْبَعُ عَلىَ قُلُوْبٍ اِنْطَوَتْ عَلَى مَحَبَّتِكَ؟ أَوْ تَصُمَّ أَسْمَاًعا تَلَذَّذَتْ بِسِمَاعِ ذِكِرْكَ فِى إِرَادَتِكَ؟أَوْ تَغُلَّ أَكُفًّا رَفَعْتُهَا الآمَالَ إِلَيْكَ رَجَاءَ رَأْفَتِكَ؟ أَوْ تُعَاقِبُ أَبْدَانًا عَمِلْتُ بِطَاعَتِكَ حتَىَّ نَحَلَتْ فِى مُجَاهَدَتِكَ؟ أَوْ تُعَذِّبَ رِجْلاً سَعَتْ فِى عِبَادِكَ؟

اّللَّهُمَّ لَا تَغْلُقْ عَلَى مُوَحِّدِيْكَ أَبْوَابَ رحَمْتَكِ,َ وَلَا تَحْجُبْ مُشْتَاقِيْكَ عَنِ الَّنَظِر إِلَى جَمِيْلِ رُؤْيَتِكَ.. إِلَهِى.. نَفْسٌ أَعْزَزْتُهَا بِتَوْحِيْدِكَ كَيْفَ تُذِلُّهَا بِمُهَانَةِ هِجْرَانِكَ؟ وَضَمِيْرٌ اِنْعَقَدَ عَلَى مَوَدَّتِكَ كَيْفَ تَحْرُقُهُ بِحَرَارَةِ نِيْرَانِكَ؟

إِلَهِى أَجِرْنِى مِنْ أَلِيْمِ غَضْبِكَ وَعَظِيْمِ سُخْطِكَ.. يَا حَنَّانَ.. يَا مَنَّاُن.. يَا رَحِيْمُ.. يَا رَحْمَنُ.. يَا جَبَّارُ.. يَا قَهَّارُ.. يَا غَفَّارُ.. يَا سَتَّارُ.. نَجِّنِى بِرَحْمَتِكَ مِنْ عَذَابِ النَّارِ وَفَضِيْحَةِ الْعَاِر, إِذَاامْتَازَ الْأَخْيَارُ عَنِ الْأَشْرَارِ وَحَالَتِ الْأَحْوَاُل, وَهَالَتِ الْأَهْوَالُ.. وَقَرَبَ الْمُحْسِنُوْنَ.. وَبَعُدَ السَّيِّئُوْنَ.. وَرَفِيَتْ كُلُّ نَفْسٍ مَا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُوْنَ

“Dengan menyebut nama Allah yang Maha pengasih lagi Maha penyayang, Tuhanku, apakah Engkau melihat setelah beriman kepada-Mu Engkau akan menyiksaku? Ataukah setelah cintaku kepada-Mu Engkau menjauhiku? Ataukah bersama harapanku terhadap rahmat-Mu dan maaf-Mu, Engkau akan menghalangiku? Ataukah bersama permohonan perlindunganku dengan maaf-Mu, Engkau akan menyelamatkanku? Jauh bagi wajah-Mu yang mulia memupuskan harapanku, oh seandainya, apakah untuk sengsara ibuku melahirkanku? Ataukah untuk keletihan ibuku membesarkanku? Oh seandainya, ibuku tidak melahirkanku dan tidak membesarkanku.”

“Seandainya aku tahu apakah dari ahli bahagia Engkau menjadikanku? Dengan dekat-Mu dan sisi-Mu Engkau khususkan aku? Sehingga dengan demikian, sejuk mataku dan tenang hatiku.”

“Tuhanku, apakah engkau hitamkan wajah yang tersungkur bersujud kepada keagungan-Mu? Apakah Engkau bisukan lisan-lisan yang mengucapkan pujian atas kebesaran-Mu dan keagungan-Mu? Apakah Engkau mencetak hati-hati penuh dengan cinta-Mu? Apakah Engkau bisukan pendengaran-pendengaran yang merasa nikmat dengan mendengar dzikir-Mu dalam kehendak-Mu? Apakah Engkau belenggu tangan-tangan yang diangkat oleh harapan-harapan kepada kasih-Mu? Apakah Engkau menyiksa badan-badan yang beramal dengan taat-Mu hingga lelah dalam bermujahadah dengan-Mu? Apakah Engkau menyiksa kaki-kaki yang berjalan dalam ibadah kepada-Mu?”

“Ya Allah, janganlah Engkau tutup pintu-pintu rahmat-Mu atas orang-orang yang mengesakan-Mu. Janganlah Engkau tutupi orang-orang yang rindu kepada-Mu dari melihat keindahan melihat-Mu. Tuhanku, jiwa yang Engkau muliakan dengan tauhid-Mu, bagaimana Engkau menghinakannya dengan kehinaan jauh dari-Mu? Nurani yang sepakat atas cinta-Mu, bagaimana Engkau membakarnya dengan panas api neraka-Mu?”

“Tuhanku, selamatkan aku dari pedihnya kemarahan-Mu dan besarnya kemurkaan-Mu, wahai yang pengasih, wahai yang Maha pemberi, wahai yang Maha pemurah, wahai yang Maha penyayang, wahai yang Maha agung, wahai yang Maha pemaksan, wahai yang Maha pengampun, wahai yang Maha penutup, selamatkanlah aku dengan rahmat-Mu dari sisksa api neraka dan terbukanya aib ketika dibedakan orang-orang baik dari orang-orang buruk, ketika situasi-situasi berubah, ketika kengerian-kengerian terjadi, ketika orang-orang baik mendekat, orang-orang buruk menjauh dan setiap jiwa dibalas atas apa yang dikerjakannya dan mereka tidak dizhalimi.”

4. Doa Sebelum Tidur Orang-orang yang berharap

     بِسْمِ اللهِ الرّحْمَنِ الرَّحِيْمِ.. يَا مَنْ إِذَا سَأَلَهُ عَبْدُهُ أَعْطَاهُ.. وَإِذَا أَمَّلَ مَا عِنْدَهُ بَلَغَهُ مَنَّاهُ.. وَإِذَا أَقْبَلَ عَلَيْهِ قَرَّبَهُ وَأَدْنَاهُ.. وَإِذَا جَاهَرَهُ بِالْعِصْيَانِ سَتَّرَ عَلَيْهِ وَغَطَّاهُ.. وَإِذَا تَوَكَّلَ عَلَيْهِ أَحَبَّهُ وَكَفَّاهُ

إِلَهِى..مَنْ الَّذِى نَزَلَ بِكَ مُلْتَمِسًا قَرَّاكَ فَمَا قَرَّيْتَهُ؟ .. وَمَنْ الَّذِى أَنَاَخ بِبَابِكَ مُرْتَجِحًا نَدَاكَ فَمَا أَوْلَيْتَهُ؟.. أَيَحْسَنُ أَنْ أَرْجِعَ عَنْ بَابِكَ بِالْخَيْبَةِ مَصْرُوْفًا.. وَلَسْتُ أَعْرِفُ سِوَاكَ مَوْلَى بِالْإِحْسَانِ مَوْصُوْفًا؟.. كَيْفَ أَرْجُوْا غَيْرَكَ وَالْخَيْرُ كُلُّهُ بِيَدِكَ؟! وَكَيْفَ أُؤَمّلَ سِوَاكَ وَالْخَلْقُ واَلْأَمْرُ لَكَ؟ أَأَقْطَعُ رَجَائِى مِنْكَ وَقَدْ أَوْلَيْتَنِى مَا لَمْ أَسْأَلْهُ مِنْ فَضْلِكَ؟ أَمْ تُفَقِّرُنِى إِلَى مِثْلِى وَأَنَا أَعْتَصِمُ بِحُبِّكَ؟! يَا مَنْ سَعَدَ بِرَحْمَتِهِ الْقَاصِدُوْنَ..وَلَمْ يَشُقَّ بِنِعْمَتِهِ الْمُسْتَغْفِرُوْنَ.. كَيْفَ أَنْسَاكَ.. وَلَمْ تَزَلْ ذَا كِرِى؟.. وَكَيْفَ أَلْهُوْ عَنْكَ.. وَأَنْتَ مُرَاقَبِى؟

إِلَهِى بِذَيْلِ كَرَمِكَ أَعْلَقْتُ يَدَى.. وَلِنَيْلِ عَطَايَاكَ بَسَطْتُ أَمَلِى, فَأَخْلِصْنِى بِخَالِصَةِ تَوْحِيْدِكَ.. وَاْجَعْلِنى مِنْ صَفْوَةِ عَبِيْدِكَ

يَا مَنْ كُلُّ هَارِبٍ إِلَيْهِ يَلْتَجِئُ.. وَكُلُّ طَالِبٍ أَتَاهُ يَرْتَجِى.. يَا خَيْرَ مَرْجُوٍّ وَياَ أَكْرَمَ مَدْعُوٍّ, وَيَا مَنْ لَا يَرُدُّ سَائِلُهُ وَلَا يَخِيْبُ آمِلُهُ, يَا مَنْ بَابُهُ مَفْتُوْحٌ لِدَاعِيْهِ وِحِجَابُهُ مَرْفُوْعٌ لِرَاجِيْهِ

أَسْأَلُكَ بِكَرَمِكَ أَنْ تَمُنَّ عَلَىَّ مِنْ عَطَائِكَ بِمَا تُقِرُّ بِهِ عَيْنِى.. وَمِنْ رَجَائِكَ بِمَا تَطْمَئِنَّ بِهِ نَفْسِى.. وَمِنَ الْيَقِيْنِ بِمَا تَهَوَّنَ بِهِ عَلَى مُصِيْبَاتِ الدُّنْيَا.. وَتَجْلُوْبِهِ عَنْ بَصِيْرَتِى غَشْوَاتِ الْعَمِى.. بِرَحْمَتِكَ ياَ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

“Dengan menyebut nama Allah yang Maha pengasih lagi Maha penyayang, wahai Dzat yang jika diminta hamba-Nya memberikannya, jika hambanya mengharapkan apa yang ada di sisinya, maka akan menyampaikannya. Jika ia menghadap kepada-Nya, maka akan mendekatkannya. Jika ia terang-terangan dalam maksiat, maka akan menutupinya. Jika ia bertawakkal kepadanya, maka akan mencintainya dan mencukupinya.”

“Tuhanku, siapakah yang bertamu kepada-Mu meminta penghormatan-Mu, lalu Engkau tidak menghormatinya? Siapa yang menunduk di pintu-Mu berharap panggilan-Mu, lalu Engkau tidak memperhatikannya? Apakah pantas aku kembali dari pintu-Mu berpaling membawa kegagalan, sedangkan aku tidak tahu selain-Mu, ada Tuan yang bersifat baik? Bagaimana aku berharap kepada selain-Mu sedangkan kebaikan semuanya ada di tangan-Mu? Bagaimana aku berharap kepada selain-Mu sedangkan penciptan dan segala urusan milik-Mu? Apakah aku putuskan harapanku dari-Mu sedangkan Engkau telah memberiku anugerah yang tidak aku minta? Ataukah menjadikanku butuh kepada semisalku sedangkan aku bernaung dengan cinta-Mu? Wahai yang dengan rahmat-Nya orang-orang yang menuju berbahagia, tidak berat dengan nikmat-Nya orang-orang yang memohon ampun, bagaimana aku melupakan-Mu, sedangkan Engkau senantiasa menjadi penyebutku? Bagaimana aku lalai darimu sedangkan Engkau adalah pengawasku?”

“Tuhanku, dengan ekor pemurah-Mu aku menggantungkan tanganku, untuk memperoleh anugerah-anugerah-Mu aku lapangkan harapanku, maka murnikanlah aku dengan kemurnian tauhid-Mu dan jadikanlah aku dari hamba-hamba-Mu yang terpilih.”

“Wahai yang semua orang berlari kepada-Nya berlindung, wahai yang didatangi para pencari dengan penuh harap, wahai sebaik-baik yang diharapkan, wahai yang pemurah ketika dimohon, wahai yang tidak menolak pemohon-Nya, tidak memupuskan pengharap-Nya, wahai yang pintu-Nya terbuka bagi pemohon-Nya, yang tutupnya diangkat bagi pengharap-Nya.”

“Aku mohon kepada-Mu dengan sifat pemurah-Mu, anugerahilah aku dengan pemberianyang membuat mataku, anugerahilah aku dengan harap-Mu yang membuat jiwaku tenang, anugerahilah aku keyakinan yang membuat terasa ringan musibah-musibah dunia dan membuat terbuka tutup-tutup kebutaan dari penglihatanku, dengan rahmat-Mu, wahai yang paling pengasih di antara para pengasih.”


5. Doa Sebelum Tidur Orang-orang yang Suka

     بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ..إِلَهِى إِنْ كَانَ قَلَّ زَادِى فِى الْمَسِيرِاِلَيْكَ, فَلَقَدْ حَسُنَ ظَنِّى بِالتَّوَكَّلِ عَلَيْكَ.. وَإِنْ كَانَ جَرَمِى قَدْ أَخاَفنَىِ مِنْ عُقُوْبَتِكَ.. فَإِنَّ رَجَائِى قَدْ أَشْعَرَنىِ بِالْأَمْنِ مِنْ نَقْمَتِكَ.. وَإِنْ كَانَ ذَنْبِى قَدْ عَرَضَنِى لِعِقَابَتِكَ..فَقَدْ آذَنَنِى حُسْنُ ثِقَتِى بِثَوَابِكَ..وَإِنْ أَنَامَتْنِى الْغَفْلَةُ عَنِ الْاِسِتِعْدَاِد لِلِقَائِكَ..فَقَدْ نَبَهَتْنِى الْمَعْرِفَةُ بِكَرَمِكَ وَآلَائِكَ.. وَإِنْ أَوْحَشَنِى مَا بَيْنِى وَبَيْنَكَ فَرَطُ الْعِصْيَانِ وَالطُّغْيَانِ فَقَدْ آنَسَنِى بُشْرَى الْغُفْرَانِ وَالرِّضْوَانِ

أَسْأَلُكَ بِسُبْحَانِ وَجْهِكَ. وَبِأَنْوَارِ قُدْسِكَ, وَأَبْتَهِلُ إِلَيْكَ بِعَوَاطِفِ رَحْمَتِكَ وَلَطَائِفِ بَرَكٍ..أَنْ تَحَقَّقَ ظَنِّى مِمَّا أُؤَمِّلُهُ مِنْ جَزِيْلِ إِكْرَامِكَ

وَجَمِيْلِ إِنْعَامِكَ فىِ الْقُرْبَى مِنْكَ, وَالزُّلْفَى لَدَىَّ, وَاَتَمَتَّعُ بِالنَّظْرِ إِلَيْكَ.. وَهَا أَنَا مُتَعَرِّضٌ لِنُفَحَاتِ رُوْحِكَ وَعَطْفِكَ.. وَمُنْتَجِعُ غَيْثِ جُوْدِكَ وَلُطْفِكَ.. فَارٌ مِنْ سُخْطِكَ إِلَى رِضَاكَ.. هَارِبٌ مِنْكَ إِلَيْكَ.. رَاجٍ أَحْسَنَ مَا لَدَيْكَ..مُعَوَّلٌ عَلَى مَوَاهِبِكَ مُفْتَقِرٌّ إِلَى رِعَايَتِكَ

إِلَهِى مَا بَدَأْتَ بِهِ مِنْ فَضْلِكَ فَتَمِّمْهُ.. وَمَا وَهَبْتَ لىِ مِنْ كَرَمِكَ فَلَا تُسَلِّبْهُ وَمَا سَتَرْتَهُ عَلَىَّ بِحَمْلِكَ فَلَا تَهْتَكُهُ.. وَمَا عَلِمْتَهُ مِنْ قَبِيْحِ فِعْلِى فَاغْفِرْهُ.. إِلَهِى إِسْتَشْفَعْتُ بِكَ إِلَيْكَ.. وَاسْتَجَرْتُ بِكَ مِنْكَ.. وَأَتَيْتُكَ طَامِعًا فِى إِحْسَانِكَ, رَاغِبًا فِى اِمْتِنَانِكَ, مُسْتَسْقِيًا وَابِلَ طُوْلِكَ.. مُسْتَمْطَرًا غَمَامَ فَضْلِكَ.. طَاِلًبا مَرْضَاتَكَ, قَاصِدًا جَنْبَكَ.. وَارِدًا شَرِيْعَةَ رَفْدِكَ مُلْتَمِسًا سِنَا الْخَيْرَاتِ مِنْ عِنْدِكَ.. وَافِدًا إِلَى حَضْرَةِ جَمَالِكَ.. مُرِيْدًا وَجْهَكَ..طَارِقًا بَابَك.َ. مُسْتَكِيْنًا لِعُظْمَتِكَ وَجَلالِكَ.. فَافْعَلْ بِى مَا أَنْتَ أَهْلُهُ مِنَ الْمَغْفِرَةِ وَالرَّحْمَةِ, وَلاَ تَفْعَلْ بِى مَا أَنَا أَهْلُهُ مِنَ الْعَذَابِ وَالنِّقْمَةِ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

“Dengan menyebut nama Allah yang Maha pengasih lagi Maha penyayang. Wahai Tuhanku, jika bekalku sedikit dalam perjalanan menuju kepada-Mu, maka prasangkaku telah baik dengan bertawakkal kepada-Mu. Jika kesalahanku telah menakut-nakutiku dari siksa-Mu, maka harapku telah membuatku merasa aman dari siksa-Mu. Jika dosaku telah menghadapkanku kepada siksa-Mu, maka baiknya kepercayaanku telah mengizinkanku dengan pahala-Mu. Jika kelalaian telah mendidurkanku dari persiapan berjumpa dengan-Mu, maka mengetahui pemurah-Mu dan anugerah-Mu telah mengingatkanku. Jika maksiatku dan sewenang-wenangku yang berlebihan kepada-Mu telah membuatku kesepian, maka kabar gembira ampunan-Mu dan ridha-Mu telah membuatku terhibur.”

“Aku memohan dengan sinar wajah-Mu dan cahaya suci-Mu, aku memohon kepada-Mu dengan kasih sayang rahmat-Mu dan kelembutan dari kebaikan-Mu, wujudkanlah prasangkaku terkait harapanku akan anugerahmu yang banyak, keindahan anugerah kenikmatan dalam kedekatan dengan-Mu serta kenikmatan melihatmu.. Inilah aku, menghadapkan diri kepada hembusan kasih sayang-Mu, menuju hujan kedermawanan dan kelembutan-Mu, lari dari murka-Mu menuju ridha-Mu, lari dari-Mu menuju kepada-Mu, berharap terbaik dari apa yang ada di sisi-Mu, bergantung pada pemberian-Mu dan butuh pada naungan-Mu.”

“Tuhanku, anugerah-Mu yang aku mulai, sempurnakanlah. Anugerah-Mu yang Engkau berikan kepadaku, janganlah Engkau menariknya. Kelembutan-Mu yang Engkau tutupkan kepadaku, janganlah Engkau membukanya. Kejelekan perbuatanku yang Engkau ketahui perbuatanku, ampunilah. Tuhanku, aku meminta syafaat dengan-Mu kepada-Mu, aku memohon keselamatan dengan-Mu dari-Mu. Aku mendatangi-Mu dengan mengharapkan kebaikan-Mu, menginginkan anugerah-Mu, meminta siraman anugerah-Mu, meminta hujan mega karunia-Mu, memohon ridha-Mu, menuju sisi-Mu, meminum sumber air-Mu, mencari sinar kebaikan-kebaikan dari sisi-Mu, datang ke hadirat keindahan-Mu, menginginkan wajah-Mu, mengetuk pintu-Mu, merasa rendah di hadapan kebesaran-Mu dan keagungan-Mu, berbuatlah kepadaku dengan apa yang patut Engkau lakukan berupa ampunan dan kasih sayang. Janganlah berbuat kepadaku dengan apa yang layak kuterima berupa adzab dan siksa, dengan rahmat-Mu, wahai yang paling pengasih di antara para pengasih.”

doa sebelum tidur imam zainal abidin
Doa Sebelum Tidur

6. Doa Sebelum Tidur Orang-orang yang Bersyukur

     بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ.. إلِهَىِ أَذْهَلَنِى عَنْ إِقَامَةِ شُكْرِكَ تَتَابُعُ طُوْلِكَ. وَأَعْجَزَنىِ عَنْ إِحْصَاءِ ثَنَائِكَ فَيْضُ فَضْلِكَ.. وَشَغَلَنِى عَنْ ذِكْرِ مَحَامِدِكَ تَرَادِفُ عَوَائِدِكَ..وَأَعْيَانِى عَنْ نَشْرِ عَوَارِفِكَ تَوَالِى أَيَادِيْكَ.. وَهَذَا مَقَامُ مَنِ اعْتَرَفَ بِسُبُوْغِ النُّعَمَاءِ, وَقَابَلَهَا بِالتَّقْصِيْرِ, وَشَهِدَ عَلَى نَفْسِهِ باِلْإِهْمَالِ وَالتَّضْيِيْعِ.. وَأَنْتَ الرَّءُوْفُ الرَّحِيْمُ الْبِرُّ الْكَرِيْمُ الَّذِى لَا يُخِيْبَ قَاصِدِيْهِ, وَلَا يَطَّرِدُ عَنْ فَنَائِهِ آمِلِيْهِ.. بِسَاحَتِكَ تَحُطُّ رِحَالُ الرَّاجِيْنَ.. وَبِعِرْصَتِكَ تَقِفُ آمَالُ الْمُسْتَرْفِدِيْنَ.. فَلَا تَقَابَلَ آمَالُنَا بِالتَّخْبِيْبِ وَالْإِيَاسِ.. وَلَا تَلْبِسَنَا سِرْبَالُ الْقُنُوْطِ وَالْإِبْلَاسِ

إِلَهِى تَصَاغَرَ عِنْدَ تَعَاظِمِ آلَائِكَ شُكْرِى..وَتَضَاءَلَ فِى جَذْبِ إِكرْاَمِكَ إِيَّايَ ثَنَائِى وَنَشْرِى.. وَجَلَلْتَنِى نِعَمَكَ مِنْ أَنْوَارِ الْإِيْمَانِ حَلَلًا.. وَضَرَبْتَ علىَّ لَطَائِفَ بَرَكٍ مِنَ الْعِزِّ كَلَلًا.. وَقَلَّدْتَنِى مِنْكَ قَلَائِدَ لَا تَحِلُّ. وَطَوَّقْتَنِى أَطْوَاقًا لَا تَفُلُ.. فَآلَاؤُكَ جَمَةٌ ضَعَفَ لِسَانِى عَنْ إِحْصَائِهَا.. وَنِعْمَاؤُكَ كَثْرَةٌ قَصُرَ فَهْمِى عَنْ إِدْرَاكِهَا, فَضْلًا عَنِ اسْتِقْصَائِهَا, فَكَيْفَ لِى بِتَحْصِيْلِ الشُّكْرِ.. وَشُكْرِى إِيَّاكَ يَفْتَقِرُ إِلَى شُكْرٍ.. فَكُلَّمَا قُلْتُ لَكَ الْحَمْدُ وَجَبَ عَلَىَّ لِذَلِكَ أَنْ أَقُوْلَ لَكَ الْحَمْدُ

إِلَهِى.. فَكَمَا غَدَيْتَنَا بِلُطْفِكَ, وَرَبَّيْتَنَا بِصَنِيْعِكَ.. فَتَمِّمْ عَلَيْنَا سَوَابِغَ النِّعَمِ.. وَادْفَعْ عَنَّا مَكَارِهَ النِّقَمِ.. وَآتِنَا مِنْ حُظُوْظِ الدَّارَيْنِ أَرْفَعَهَا وَأَجَلَّهَا عَاجِلًا وآجِلًا.. وَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى حُسْنِ بَلَائِكَ وَسُبُوْغِ نُعَمَائِكَ حَمْدًا يُوَافِقُ رِضَاكَ وَيَمْتَرِى الْعَظِيْمُ مِنْ بَرَكٍ وَنَدَاكَ يَا عَظِيْمُ يَا كَرِيْمُ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

“Dengan menyebut nama Allah yang Maha pengasih lagi Maha penyayang. Tuhankku, anugerah-Mu yang tiada putus telah membingungkanku dari melakukan syukur kepada-Mu, curahan karunia-Mu telah melemahkanku dari menghitung pujian-Mu, pemberian-Mu yang begitu banyak telah menyibukkanku dari menyebut pujian-pujian-Mu, pemberian-Mu yang bertubi-tubi telah melelahkanku dari menyebarkan ma’rifat-Mu. Ini adalah tempat orang yang mengakui kesempurnaan nikmat-nikmat dan membalasnya dengan kekurangan dan menyaksikan dirinya dengan kesia-siaan dan kehilangan. Engkau adalah yang Maha pengasih, yang Maha penyayang, yang Maha baik, yang Maha pemurah, yang tidak memupuskan harapan orang yang menuju-Nya, tidak mengusir para pengharap-Nya dari sisi-Nya. Di halaman luas-Mu para pengharap menapakkan kaki, di lapangan-Mu yang luas bediri harapan para pengharap. Janganlah Engkau balas harapan kami dengan kegagalan dan putus asa. Janganlah Engkau pakaiakan kami pakaian putus asa dan rugi.”

“Tuhanku, terasa kecil syukurku di hadapan keagungan anugerah-Mu, terasa kecil pujiku di hadapan karunia-Mu kepadaku, nikmat-nikmat-Mu berupa cahaya iman memakaikanku pakaian kebesaran, lembutnya kebaikan-Mu telah memasangkanku mahkota kemualiaan. Engkau telah mengalungkan kepadaku kalung-kalung-Mu yang tidak lepas. Anugerah-anugerah-Mu melimpah hingga lisanku tak kuasa untuk menghitungnya, nikmat-nikmat-Mu tercurah hingga pahamku terbatas untuk mengetahuinya apalagi menghitung semuanya. Bagaimana aku memperoleh syukur sedangkan syukurku kepada-Mu membutuhkan syukur. Setiap kali aku mengatakan bagimu pujian, maka pujianku itu mewajibkanku untuk mengatakan pujian bagimu.”

“Tuhanku, sebagaimana Engkau beri makan kami dengan kelembutan-Mu dan Engkau besarkan kami dengan ciptaan-Mu, maka sempurnakanlah atas kami nikmat-nikmat yang sempurna, hindarkan kami dari musibah-musibah yang dibenci, berikanlah kami bagian-bagian dunia akhirat yang paling tinggi dan paling agung, cepat atau lambat. Bagi-Mu puji atas kebaikan cobaan-Mu dan kesempurnaan nikmat-Mu berupa pujian yang sesuai dengan ridha-Mu dan orang besar merasa nikmat dari kebaikan-Mu dan panggilan-Mu, wahai yang Maha agung, wahai yang Maha pemurah, dengan rahmat-Mu, wahai yang paling pengasih di antara para pengasih.”


7. Doa Sebelum Tidur Orang-orang yang Taat kepada Allah

     بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ.. اَللَّهُمَّ أَلْهِمْنَا طَاعَتَكَ, وَجَنِّبْنَا مَعْصِيَتَكَ, وَيَسِّرْ لَنَا بُلُوْغَ مَا نِتْمَتِى مِنْ اِبْتِغَاءِ رِضْوَانِكَ.. وَأَحْلِلْنَا بِحُبُوْبَةِ جَنَانِكَ.. وَاقْشِعْ عَنْ بَصَائِرِنَا سَحَابَ الْاِرْتِيَابِ.. وَاكْشِفْ عَنْ قُلُوْبِنَا أَغْشِيْةَ الْمَرِيَّةِ وَالْحِجَابِ, وَأَزْهِقْ الْبَاطِلَ عَنْ ضَمَائِرِنَا.. وَأَثْبِتِ الْحَقَّ فِى سَرَائِرِنَا.. فَإِنَّ الشُّكُوْكَ وَالظُّنُوْنَ لَوَاقِحُ الْفِتَنِ, وَمِكْدَرَةٌ لِصَفْوِ المْنَاَئِحِ وَالْمِنَنِ

اَللَّهُمَّ احْمِلْنَا فِى سُفُنِ نَجَاتِكَ.. وَمَتِّعْنَا بِلَذِيْذِ مُنَاجَاتِكَ.. وَأَوْرَدْنَا حِيَاضَ حُبِّكَ. وَأَذَقْنَا حِلَاوَةَ وَدِّكَ وَقُرْبِكَ.. وَاجْعَلْ جِهَادَنَا فِيْكَ.. وَهَمَّنَا فِى طَاعَتِكَ وَأَخْلِصْ نِيَاتَنَا فىِ مُعَامَلَتِكَ.. فَأَنَّا بِكَ وَلَكَ.. وَلَا وَسِيْلَةَ لَنَا إِلَيْكَ إلِاَّ أَنْتَ

إِلَهِى اجْعَلْنِى مِنَ الْمُصْطَفِيْنَ الْأَخْيَارِ.. وَأَلْحِقْنِى بِالصَّالِحِيْنَ الْأَبْرَارِ السَّابِقِيْنَ إِلَى الْمُكَرَّمَاتِ, الْمُسَارِعِيْنَ إِلَى الْخَيْرَاتِ, الْعَامِلِيْنَ لِلْبَاقِيَّاتِ الصَّالِحَاتِ, السَّاعِيْنَ إِلَى رَفِيْعِ الدَّرَجَاتِ.. إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيْرٌ وَبِالْإِجَابَةِ جَدِيْرٌ بِرَحْمَتِكَ ياَ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

“Dengan menyebut nama Allah yang Maha pengasih lagi Maha penyayang. Ya Allah, ilhamilah kami ketaatan pada-Mu, jauhkanlah dari kami maksiat-Mu, mudahkanlah kami untuk sampai kepada pencarian ridhamu yang kami inginkan, tempatkanlah kami dalam indahnya surga-Mu, hilangkanlah mega keraguan dari penglihatan-penglihatan kami, bukalah tutup-tutup keraguan dan tirai dari hati-hati kami, sirnakanlah kebatilan dari nurani-nurani kami, tetapkanlah kebenaran dalam batin-batin kami, sesungguhnya keraguan-keraguan dan prasangka-prasangka adalah penyubur fitnah dan yang memperkeruh kerjenihan anugerah dan karunia.”

“Ya Allah, bawalah kami ke dalam bahtera keselamatan-Mu, senangkanlah kami dengan kelezatan munajat-Mu, bawalah kami ke telaga cinta-Mu, cicipkanlah kami manisnya cinta-Mu dan dekat-Mu, jadikanlah jihad kami dalam jalan-Mu, gundah kami dalam taat-Mu, ikhlaskanlah niat-niat kami dalam muamalah-Mu, aku dengan-Mu dan bagi-Mu, tiada perantara bagi kami kepada-Mu kecuali Engkau.”

“Tuhanku, jadikanlah aku dari orang-orang yang terpilih, pertemukan kami dengan orang-orang shalih yang baik yang lebih dahulu menuju kemuliaan, yang berlomba-lomba dalam kebaikan, yang mengamalkan amal-amal shalih, yang berusaha menuju derajat tinggi. Sesungguhnya Engkau kuasa atas segala sesuatu dan patut mengabulkan doa, dengan rahmat-Mu, wahai yang paling pengasih di antara para pengasih.”

doa sebelum tidur imam zainal abidin 2
Doa Sebelum Tidur

8. Doa Sebelum Tidur Orang-orang yang Menuju

     بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ.. سُبْحَانَكَ.. مَا أَضْيَقَ الطُّرُقُ عَلَى مَنْ لَمْ تَكُنْ دَلِيْلُهُ… وَمَا أَوْضَحَ الْحَقُّ عِنْدَ مَنْ هَدَيْتَهُ سَبِيْلَهُ. إِلَهِى فَاسْلُكْ بِنَا سُبُلَ الْوُصُوْلِ إِلَيْكَ.. وَسَيَّرْنَا فِى أَقْرَبِ الطُّرُقِ لِلْوُفُوْذِ عَلَيْكَ.. قَرُبَ عَلَيْنَاالْبَعِيْدُوَسَهَلَ عَلَيْنَا الْعَسِيْرُ الشَّدِيْدُ.. وَأَلْحِقْنَا بِعِبَادِك َالَّذِيْنَ هُمْ بِالْبَدَارِ إِلَيْكَ يُسَارِعُوْنَ.. وَبِبَابِكَ عَلَى الدَّوَامِ يَطْرُقُوْنَ.. وَإِيَّاكَ فِى اللَّيْلِ وَالَّنَهارِ يَعْبُدُوْنَ.. وَهُمْ مِنْ هَيْبَتِكَ مُشْفِقُوْنَ.. اَلَّذِيْنَ صَفَّيْتَ لَهُمُ الْمَشَارِبَ.. وَبَلَغْتَهُمُ الرَّغَائِبَ وَأَنْجَحْتَ لَهُمُ الْمَطَالِبَ.. وَقَضَيْتَ لَهُمْ مِنْ فَضْلِكَ الْمَآرِبَ.. وَمَلَأْتَ لَهُمْ ضَمَائِرَهُمْ مِنْ حُبِّكَ.. وَرَوَيْتَهُمْ مِنْ صَافِى شُرْبِكَ.. فَبِكَ إِلَى لَذِيْذِ مُنَاجَاتِكَ وَصَلُوْا.. وَمِنْكَ أَقْصَى مَقَاصِدَهُمْ حَصَلُوْا.. فَيَا مَنْ هُوَ عَلَى الْمُقْبِلِيْنَ عَلَيْهِ مُقْبِلٌ.. وَبِالْعَطْفِ عَلَيْهِمْ عَاِئٌد مُفْضِلٌ.. وَبِالْغَافِلِيْنَ عَنْ ذكِرْهِ رَحِيْمٌ رَءُوْفٌ.. وَبِجَذْبِهِمْ إِلَى بَابِهِ وَدُوْدٌ عَطُوْفٌ.. أَسْأَلُكَ أَنْ تَجْعَلَنِى مِنْ أَوْفَرِهِمْ مِنْكَ حَظًّا.. وَأَعْلَاهُمْ عِنْدَكَ مَنْزِلَةٌ وَأَجْزَلَهُمْ مِنْ وَدِّكَ قِسْمًا وَأَفْضَلَهُمْ فِى مَعْرِفَتِكَ نَصِيْبًا.. فَقَدْ اِنْقَطَعَتْ إِلَيْكَ هِمَّتِى.. وَانْصَرَفَتْ نَحْوَكَ رُغْبَتِى فَأَنْتَ – لَا غَيْرَكَ – مُرَادِى.. وَلَكَ – لَا لِسِوَاكَ – سَهْرِى وَسَهَادِى.. وَلِقَاؤُكَ قُرَّةَ عَيْنِى.. وَوَصْلُكَ مِنِّى نَفْسِى.. وَإِلَيْكَ شَوْقِى.. وَفِى مَحَبَّتِكَ وَلَهِى.. وَإِلَى هَوَاكَ صَبَابَتِى

وَرِضَاكَ بُغْيَتِى وَرُؤْيَتُكَ حَاجَتِى.. وَجَوَارُكَ طَلَبِى.. وَقُرْبُكَ غَايَةُ سُؤَلىِ.. وَفِى مُنَاجَاتِكَ رُوْحِى وَرَاحَتِى.. وَعِنْدَكَ دَوَاءُ عِلَّتِى.. وَشِفَاءُ غِلَّتِى وَبَرْدِ لَوْعَتِى.. وَكَشْفُ كُرْبَتِى.. فَكُنْ أَنِيْسَى فِى وَحْشِتى.. وَمُقَيِّلُ عُرْثَتِى وَغَافِرُ زَلَّتِى… وَقَاِبُل تَوْبَتِى.. وَمُجِيْبُ دَعْوَتِى.. وَوَلِىُّ عِصْمَتِى.. وَمُغْنِىُ فَاقَتِى.. وَلَا تَقْطَعْنِى عَنْكَ.. وَلَا تَبْعُدْنِى مِنْكَ يَا نَعِيْمِى وَجَنَّتِى.. وَيَا دُنْيَايَ وَآخِرَتِى.. يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

“Dengan menyebut nama Allah yang Maha pengasih lagi Maha penyayang. Mahasuci Engkau, betapa sempitnya jalan bagi orang yang Engkau bukan petunjuknya. Betapa jelasnya kebenaran bagi orang yang Engkau tunjukkan jalannya. Tuhanku, temani kami di jalan wushul kepada-Mu. Jalankan kami ke jalan yang paling dekat menuju kepada-Mu. Dekatkanlah bagi kami yang jauh, mudahkanlah bagi kami yang sulit dan berat. Pertemukanlah kami dengan hamba-hamba-Mu yang berlomba-lomba menuju-Mu, yang senantiasa mengetuk pintu-Mu, yang menyembah-Mu siang dan malam. Mereka adalah orang yang takut kepada-Mu, orang-orang yang Engkau jernihkan hati mereka, Engkau sampaikan keingingan-keinginan mereka, Engkau kabulkan permintaan-permintaan mereka, Engkau penuhi kebutuhan-kebutuhan mereka dengan anugerah-Mu, Engkau penuhi hati mereka dengan cinta-Mu, Engkau sirami mereka dengan kejernihan minuman-Mu, dengan-Mu mereka sampai kepada lezatnya munajat-Mu, dari-Mu mereka memperoleh maksud mereka. Wahai yang menghadap kepada orang-orang yang menghadap kepada-Nya, yang kembali menganugerahi mereka dengan kasih sayang, aku memohon kepada-Mu jadikanlah aku dari orang-orang yang paling banyak bagiannya dari-Mu, paling tinggi kedudukannya di sisi-Mu, paling banyak bagiannnya dari cinta-Mu, paling utama bagiannya dari ma’rifat-Mu. Cita-citaku telah terputus kepada-Mu, keinginanku telah berpaling ke arah-Mu, Engkau—bukan selain-Mu —adalah maksudku, bagi-Mu—bukan selain-Mu—adalah ibadah malam dan siangku, jumpa-Mu adalah penyejuk mataku, menyambung-Mu dariku adalah keinginanku, kepada-Mu rinduku, dalam cinta-Mu asmaraku, kepada sayang-Mu kerinduanku.”

“Ridha-Mu adalah tujuanku, melihat-Mu adalah kebutuhanku, sisi-Mu adalah permintaanku, kedekat dengan-Mu adalah akhir permintaanku, dalam munajat-Mu ruhku dan senangku, di sisi-Mu obat penyakitku, penyembuh lukaku, pendingin demamku, penghilang susahku. Jadilah Engkau penghiburku dalam kesepianku, pemaaf kesalahanku, penghapus dosaku, penerima taubatku, pengabul doaku, pemilik penjagaanku, pencukup kebutuhanku. Janganlah Engkau putus aku dari-Mu, jangan jauhkan aku dari-Mu, wahai nikmatku, wahai surgaku, wahai duniaku, wahai akhiratku, wahai yang paling pengasih di antara pengasih.”


9. Doa Sebelum Tidur Para Pecinta

     إِلَهِى مَنْ ذَا الَّذِى ذَاقَ حَلَاوَةَ مَحَبَّتِكَ, فَرَامَ مِنْكَ بَدَلاً, وَمَنْ ذَا الَّذِى أَنْسَ بِقُرْبِكَ, فَابْتَغِى عَنْكَ حَوْلًا, إِلَهِى فَاجْعَلْنَا مِمَّنْ اِصْطَفَيْتَهُ لِقُرْبِكَ وَوِلَايَتِكَ, وَأَخْلَصْتَهُ لِوَدِّكَ وَمَحَبَّتِكَ, وَشَوَّقْتَهُ إِلَى لِقَائِكَ وَرَضَيْتَهُ بِقَضَائِكَ, وَمَنَحْتَهُ بِالنَّظْرِ إِلَى وَجْهِكَ وَحَبَوْتَهُ بِرِضَاكَ, وَأَعَذْتَهُ مِنْ هِجْرِكَ وَقِلَاكَ وَبَوَّأْتَهُ مَقْعَدَ الصِّدْقِ فِى جَوَارِكَ وَخَصَصْتَهُ بِمَعْرِفَتِكَ, وَأَهَلْتَهُ لِعِبَادَتِكَ وَهَيَّمْتَ قَلْبَهُ لِإِرَادَتِكَ. وَاجْتَبَيْتَهُ لِمُشَاهَدَتِكَ, وَأَخْلَيْتَ وَجْهَهُ إِلَيْكَ, وَفَرَغْتَ فُؤَادَهُ لِحُبِّكَ, وَرَغَبْتَهُ فيِمْاَ عِنْدَكَ, وَأَلْهَمْتَهُ ذكِرْكَ,َ وَأَوْزَعْتَهُ ضَكْرَكَ وَشَغَلْتَهُ بِطَاعَتِكَ, وَصَيَّرْتَهُ مِنْ صَالِحَىْ بَرِيَّتِكَ وَاخْتَرْتَهُ لِمُنَاجَاتِكَ, وَقَطَعْتَ عَنْهُ كُلَّ شَىْءٍ يَقْطَعُهُ عَنْكَ, اَللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِمَّنْ دَأْبُهُمْ الْاِرْتِيَاجُ إِلَيْكَ وَالْحَنِيْنُ  وَدَهْرُهُمْ الزُّفْرَةَ وَالْأَنِيْنُ, جَبَاهُهُمْ سَاجِدَةٌ لِعُظْمَتِكَ, وَعُيُوْنُهُمْ سَاهِرَةٌ فِى خُدْمَتِكَ, وَدَمْوَعُهُمْ سَائِلَةٌ مِنْ خَشْيَتِكَ, وَقُلُوْبُهُمْ مُتَعَلِّقَةٌ بِمَحَبَّتِكَ, وَأَفْئِدَتُهُمْ مُنْخَلِعَةٌ مِنْ مُهَابَتِكَ, يَا مَنْ أَنْوَارُ قُدْسِهِ لِإِبْصَارِ مَحَبِّيْهِ رَائِقَةٌ, وَسُبْحَاُت وَجْهِهِ لِقُلُوْبٍ عَارِفِيْهِ, شَائِقَةٌ, يَا مُنِّىَ قُلُوْبِ الْمُشْتَاقِيْنَ. وَيَا غَايَةَ آمَالِ الْمُحِبِّيْنَ, أَسْأَلُكَ حُبَّكَ وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ, وَحُبَّ كُلِّ عَمَلٍ يُوْصِلُنِى إِلَى قُرْبِكَ, وَأَنْ تَجْعَلَ حَبَّكَ أَحَبَّ إِلَى مِمَّا سِوَاكَ, وَأَنْ تَجْعَلَ حُبِّى إِيَّاكَ قَائِدًا إِلَى رِضْوَانِكَ, وَشَوْقِى إِلَيْكَ ذَائِدًا عَنْ عِصْيَانِكَ, وَامْنَنْ بِالنَّظَرِ إِلَيْكَ عَلَىَّ, وَانْظُرْ بِعَيْنِ الْوَدِّ وَالْعَطْفِ إِلَىَّ, وَلَا تُصْرِفْ عَنِّى وَجْهَكَ, وَاجْعَلْنِى مِنْ أَهْلِ الْإِسْعَادِ وَالْخُطُوَةِ عِنْدَكَ يَا مُجِيْبُ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

“Tuhanku, siapa yang merasakan manisnya cinta-Mu lalu mencari ganti dari-Mu, siapa yang terhibur dengan kedekatan dengan-Mu lalu mencari ganti dari-Mu. Tuhanku, jadikanlah kami termasuk orang yang Engkau pilih untuk dekat dengan-Mu dan wali-Mu, yang Engkau pilih untuk kasih dan cinta-Mu, yang Engkau rindukan untuk perjumpaan-Mu, yang Engkau ridhai dengan qadha-Mu, yang Engkau anugerahi dengan melihat wajah-Mu, Engkau karuniai dengan ridha-Mu, Engkau lindungi dari ditinggalkan dan dijauhi oleh-Mu, Engkau tempatkan ke tempat kebenaran di sisi-Mu, Engkau khususkan dengan ma’rifat-Mu, Engkau patutkan untuk ibadah kepada-Mu, Engkau senangkan hatinya untuk kemauan-Mu, Engkau memilihnya untuk menyaksikan-Mu, Engkau kosongkan wajahnya kepada-Mu, Engkau kosongkan hatinya untuk cinta-Mu, Engkau mengharapkannya dalam apa yang ada di sisi-Mu, Engkau ilhamkan kepadanya dzikir-Mu, Engkau bagikan kepadanya syukur-Mu, Engkau sibukkan dengan taat pada-Mu, Engkau jadikan ia termasuk orang shalih dari makhluk-Mu, Engkau pilih untuk bermunajat pada-Mu, Engkau putuskan darinya segala sesuatu yang memutusnya dari-Mu. Ya Allah, jadikan kami termasuk orang yang kebiasaannya adalah senang dan rindu kepada-Mu, yang waktunya adalah menghela napas dan mengaduh, dahi mereka sujud untuk kebesaran-Mu, mata mereka terjaga dalam melayani-Mu, air mata mereka mengalir dari takut pada-Mu, hati mereka bergantung dengan cinta-Mu, hati mereka tercabut dari takut pada-Mu. Wahai yang cahaya-cahaya suci-Nya bersinar untuk melihat para pecinta-Nya, sinar-sinar wajah-Nya rindu untuk hati para pengenal-Nya. Wahai harapan hati orang-orang yang rindu, wahai akhir harapan para pencinta, aku memohon kepada-Mu cinta-Mu, cinta orang yang mencintai-Mu, cinta semua amal yang menyampaikanku kepada kedekatan dengan-Mu dan Engkau jadikan cinta-Mu paling aku senangi dari selain-Mu, Engkau jadikan cintaku kepada-Mu pengantar menuju ridha-Mu dan rinduku kepada-Mu sebagai pelindung dari maksiat kepada-Mu. Anugerahilah aku melihat kepada-Mu, lihatlah dengan mata cinta dan kasih kepadaku, janganlah Engkau palingkan wajah-Mu dariku, jadikanlah aku termasuk orang yang bahagia dan beruntung di sisi-Mu, wahai yang mengabulkan doa, wahai yang paling pengasih di antara para pengasih.”

10. Doa Sebelum Tidur Orang-orang yang Berwasilah

     إِلَهِى لَيْسَ لِى وَسِيْلَةٌ إِلَيْكَ إِلَّا عَوَاطِفُ رَأْفَتِكَ, وَلَالِى ذَرِيْعَةٌ إِلَيْكَ إِلِّا عَوَارِفُ رَحْمَتِكَ, وَشَفَاعَةُ نَبِيِّكَ نَبِىِّ الرَّحْمَةِ, وَمُنْقِذُ الْأُمَّةِ مِنَ الْغَمَّةِ, فَاجْعَلْهُمَا لِى سَبَبًا إِلَى نَيْلِ غُفْرَانِكَ, وَصَيِّرْهُمَا لِى وَصْلَةً إِلَى الْفَوْزِ بِرِضْوَانِكَ وَقَدْحَلَّ رَجَائِى بِحَرَمِ كَرَمِكَ, وَحَطَّ طَمَعِى بِفَنَاءِ جُوْدِكَ, فَحَقِّقْ فِيْكَ أَمَلِى, وَاخْتِمْ بِالْخَيْرِ عَمَلِى, وَاجْعَلْنِى مِنْ صَفْوَتِكَ الَّذِيْنَ أَحْلَلْتَهُمْ بِحُبُوْحَةِ جَنَّتِكَ, وَبَوَّأْتَهُمْ دَارَ كَرَامِكَ, وَأَقْرَرْتَ أَعْيُنَهُمْ بِالنَّظْرِ إِلَيْكَ يَوْمَ لِقَائِكَ وَأَوْرَثْتَهُمْ مَنَازِلَ الصِّدْقِ فِى جَوَارِكَ, يَا مَنْ لَا يَفُدَّ الْوَافِدُوْنَ عَلَى أَكْرَمٍ مِنْهُ, وَلَا يَجِدُ الْقَاصِدُوْنَ أَرْحَمَ مِنْهُ, يَا خَيْرَ مَنْ خَلَا بِهِ وَحِيْدٌ, وَيَا أَعْطَفَ مَنْ أَوَى إِلَيْهِ طَرِيْدٌ, إلَى سَعَةِ عَفْوِكَ مَدَدْتَ يَدَىَّ, وَبِذَيْلِ كَرَمِكَ أَعْلَقْتُ كَفِّى, فَلَا تُوَلَّنِى الْحُرْمَانَ وَلَا تَبُلَّنِى بِالْخَيْبَةِ وَالْخُسْرَانِ, يَا سَمِيْعُ الدُّعَاِء يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

“Tuhanku, tiada wasilah bagiku kepada-Mu kecuali kasih sayang-Mu, tidak ada perantara bagiku kepada-Mu kecuali rahmat-Mu dan syafaat nabi-Mu nabi (pembawa) rahmat, penyelamat umat dari kesusahan. Jadikanlah keduanya sebab untuk memperoleh ampunan-Mu, jadikanlah keduanya bagiku pengantar sampai kemenangan mendapat ridha-Mu. Harapanku telah bertempat di rumah suci kemulian-Mu, harapanku telah menginjak di halaman pemurah-Mu, maka wujudkanlah harapanku pada-Mu, tutuplah amalku dengan kebaikan, jadikanlah aku termasuk orang-orang pililhan-Mu, yaitu orang-orang yang Engkau tempatkan dalam ruang surga-Mu dan Engkau tempatkan mereka dalam rumah kemulian-Mu, Engkau sejukkan mata mereka dengan melihat-Mu pada hari perjumpaan-Mu, Engkau wariskan mereka tempat-tempat kebenaran di dekat-Mu. Wahai yang para pendatang tidak datang kepada yang lebih mulia dari-Nya, para penuju tidak mendapati yang paling pengasih dari-Nya. Wahai sebaik-baik orang yang sendiri menyendiri dengan-Nya, wahai yang paling pengasih bagi orang terlantar yang bernaung kepada-Nya. Kepada luasnya ampunan-Mu aku angkat tanganku, dengan ekor kemulian-Mu aku gantungkan telapak tanganku. Jangan palingkan aku dengan penghalang, jangan coba aku dengan kegagalan dan kerugian, wahai yang Maha mendengar doa, wahai yang paling pengasih di antara para pengasih.”


11. Doa Sebelum Tidur Orang-orang yang Butuh

     إِلَهِى كَسْرِى لَا يُجْبِرُهُ إِلَّا لُطْفُكَ وَحَنَّانُكَ, وَفَقْرِى لَا يُغْنِيْهِ إِلَّا عَطْفُكَ وَإِحْسَانُكَ, وَرُوْعَتِى لَا يُسْكِنُهَا إِلَّا أَمَانُكَ, وَذِلَّتِى لَا يُعِزُّهَا إِلَّا سُلْطَانُكَ وَأَمْنِيَتِى لَا يَبْلُغْهُ إِلَّا فَضْلُكَ, وَخَلَّتِى لَا يَسُدُّهَا إِلَّا طُوْلُكَ, وَحَاجَتِى لَا يَقْضِيْهَا غَيْرُكَ, وكَرَبِى لَا يُفَرِّجُهُ سِوَى رَحْمَتِكَ, وَضَرِّى لَا يَكْشِفُهُ غَيْرُ رَأْفَتِكَ, وَغِلَّتِى لَا يَبْرُدُهَا إِلَّا وَصْلُك, وَلَوْعَتِى لَا يُطْفِيْهَا إِلَّا لِقَاؤُكَ. وَشَوْقِى إِلَيْكَ لَا يَبُلُّهُ إِلَّا النَّظْرُ إِلَى وَجْهِكَ, وَقَرَارِى لَا يُقِرُّ دُوْنَ دَنَوِى مِنْكَ, وَلَهْفَتِى لَا يَرُدُّهَا إِلَّا رُوْحُكَ, وَسَقَمِى لَا يَشْفِيْهِ إِلَّا طِبُّكَ, وَغَمِّى لَا يَزِيْلُهُ إِلَّا قُرْبُكَ, وَجَرَحِى لَا يُبْرِئُهُ إِلَّا أَمْرُكَ, فَيَا مُنْتَهَى أَمِلِ الْآمِلِيْنَ, وَيَا غَايَةَ سُؤَالِ السَّائِلِيْنَ, وَيَا أَقْصَى طَلَبَةِ الطَّالِبِيْنَ, وَيَا أَعْلَى رُغْبَةِ الرَّاغِبِيْنَ, وَيَا وَلِىَّ الصَّالِحِيْنَ, وَيَاأَمَانَ الْخَائِفِيْنَ, وَيَا مُجِيْبَ دَعْوَةِ الْمُضْطَرِّيْنَ, وَيَا دَخْرَ الْمَعْدُمِيْنَ, وَيَا كَنْزَ الْبَائِسِيْنَ, وَيَا غِيَاثَ الْمُسْتَغِيْثِيْنَ, وَيَا قَاضِىَ حَوَائِجِ الْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِيْنِ, وَيَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِيْنَ, وَيَا أَرْحَمَ الرَّاِحِمْيَن, لَكَ تَخَضُّعِى وَسُؤَالِى, وَإِلَيْكَ تَضُرُّعِى وَاِبْتِهَالِى, أَسْأَلُكَ أَنْ تَنِيْلَنِى مِنْ رُوْحِ رِضْوَانِكَ, وَتَدِيْمُ عَلَىَّ نِعَمِ امْتِنَانِكَ, وَهَا أَنَا بِبَابِ كَرَمِكَ وَاقِفٌ وَلِنُفَحَاتِ بَرَكٍ مُتَعَرِّضٌ, وَبِحَبْلِكَ الشَّدِيْدِ مُعْتَصِمٌ. وَبِعُرْوَتِكَ الثَّقِى مُتَمَسِّكٌ, إِلَهِى اَرْحِمْ عَبْدَكَ الذَّلِيْلَ ذَااللِّسَاِن وَاْلكَلِيْلِ وَالْعَمَلَ الْقَلِيْلَ وَاَمْنِنْ عَلَيْهِ بِطُوْلِكَ الْجَزِيْلِ, وَاكْنُفْهُ تَحْتَ ظِلِّكَ الظَّلِيْلِ.. يَا كَرِيْمُ يَا جَمِيْلُ, يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

“Tuhanku, keterpecahanku tidak ada yang menambalnya kecuali lembut-Mu dan kasih-Mu. Kebutuhanku tidak ada yang mencukupinya kecuali sayang-Mu dan baik-Mu, ketakutanku tidak ada yang menenangkannya kecuali aman-Mu, kehinaanku tidak ada yang memuliakannya kecuali kekuasaan-Mu, angan-anganku tidak ada yang menyampaikannya kecuali karunia-Mu, celahku tidak ada yang menutupinya kecuali kekuatan-Mu, kebutuhanku tidak ada yang memenuhinya selain-Mu, kesusahanku tidak ada yang menghilangkannya kecuali rahmat-Mu, kemudharatanku tidak ada yang menghilangkannya kecuali kasih-Mu, hausku tidak ada yang mendinginkannya kecuali sampai kepada-Mu, panasku tidak ada yang memadamkannya kecuali berjumpa dengan-Mu, rinduku kepada-Mu tidak ada yang membasahinya kecuali melihat kepada wajah-Mu, tenangku tidak tenang tanpa dekat dengan-Mu, perihku tidak ada yang mengembalikannya kecuali ruh-Mu, sakitku tidak ada yang menyembuhkannya kecuali obat-Mu, susahku tidak ada yang menghilangkannya kecuali dekat-Mu, lukaku tidak ada yang menyembuhkannya kecuali maaf-Mu, noda hatiku tidak ada yang menghilangkannya kecuali maaf-Mu, waswas dadaku tidak ada yang menghapusnya kecuali perintah-Mu. Wahai akhir harapan orang-orang yang berharap, wahai akhir permintaan orang-orang yang meminta, wahai akhir pemintaan orang-orang yang meminta, wahai keinginan tertinggi orang-orang yang ingin, wahai penolong orang-orang shalih, wahai keamanan orang-orang yang takut, wahai pengabul doa orang-orang yang terpaksa, wahai simpanan orang-orang yang tak punya, wahai gudang orang-orang yang susah, wahai penolong orang-orang yang minta pertolongan, wahai pemenuh kebutuhan orang-orang fakir dan miskin, wahai yang paling mulia dari yang mulia, wahai yang paling pengasih dari para pengasih. Bagi-Mu tundukku dan permintaanku, kepada-Mu khusyu’ku dan doaku, aku memohon kepada-Mu anugerahilah aku ridha-Mu, langgengkanlah untukku nikmat-nikmat-Mu. Inilah aku berdiri di pintu kemulian-Mu, menghadap hembusan kebaikan-Mu, berpegangan dengan tali kuat-Mu, berpegangan dengan tali-Mu yang kuat. Tuhanku, kasihilah hamba-Mu yang hina, yang punya lisan kelu, dan amal sedikit. Anugerahilah ia dengan nikmat-Mu yang banyak dan naungilah ia di bawah naungan-Mu yang rindang, wahai yang mulia, wahai yang baik, wahai yang paling pengasih di antara para pengasih.”

12. Doa Sebelum Tidur Orang-orang yang Arif

     إِلَهِى قَصُرَتْ الْأَلْسَنُ عَنْ بُلُوْغِ ثِنَائِكَ كَمَا يَلِيْقُ بِجَلَالِكَ, وَعَجَزَتْ الْعُقُوْلُ عَنْ إِدْرَاكِ كُنْهِ جَمَاِلَك, وَانْحَسَرَتْ الْأَبْصَارُ دُوْنَ النَّظْرِ إِلَى سَبَحَاتِ وَجْهِكَ, وَلَمْ تَجْعَلْ لِلْخَلْقِ طَرِيْقًا إِلَى مَعْرِفَتِكَ إِلَّا بِالْعَجْزِ عَنْ مَعْرِفَتِكَ, إِلَهِى فَاجْعَلْنِى مِنَ الَّذِيْنَ تَرَنَّحَتْ أَشْجَارُ الشَّوْقِ إِلَيْكَ فىِ حَدَاِئِق صُدُوْرِهِمْ, وَأَخَذَتْ لَوْعَةُ مَحَبَّتِكَ بِمُجَامِعِ قُلُوْبِهِمْ, فَهُمْ إِلَى أَوْكَاِر الْأَفْكَارِ يَأْوُوْنَ, وَفِى رِيَاضِ الْقُرْبِ وَالْمُكَاشَفَةِ يَرْتَعُوْنَ, وَمِنْ حِيَاضِ الْمَحَبَّةِ بِكَأْسِ الْمُلَاطَفَةِ يَكْرَعُوْنَ وَشَرَايَعُ الْمُصَافَاةِ يَرُدُّوْنَ, قَدْ كَشِفَ الْغِطَاءُ عَنْ اِبْصَارِهِمْ, وَانْجَلَّتْ ظُلْمَةُ الَّرْيِب عَنْ عَقَائِدِهِمْ وَضَمَائِرِهِمْ, وَانْتَفَّتْ مَخَالِجَةُ الشَّكِّ عَنْ قُلُوْبِهِمْ وَسَرَائِرِهِمْ, وَانْشَرَحَتْ بِتَحْقِيْقِ الْمَعْرِفَةِ صُدُوْرُهُمْ, وَعَلَّتْ لِسَبْقِ السَّعَادَةِ فِى الزُّهَادَةِ هَمَمُهُمْ, وَعَذِبَ فِى مُعَيَّنِ الْمُعَامَلَةِ شُرْبُهُمْ, وَطَابَ فِى مَجْلِسِ الْأَنْسِ سِرُّهُمْ, وَأَمِنَ فِى مَوَطِنِ الْمُخَاَفِة سِرُّهُمْ, وَاطْمَأَنَّتْ بِالرُّجُوْعِ إِلَى رَبِّ الْأَرْبَابِ أَنْفُسُهُمْ, وَتَيَقَّنَتْ باِلْفَوْزِ وَالْفَلَاحِ أَرْوَاحُهُمْ, وَقَرَّتْ بِالنَّظْرِ إِلَى مَحْبُوْبِهِمْ أَعْيُنُهُمْ, وَاسْتَقِرُّ بِإِدْرَاكِ السُّؤَالِ وَنَيْلِ الْمَأْمُوْلِ قَرَارُهُمْ, وَرَبِحَتْ فِى بَيْعِ الدُّنْيَا بِالْآخِرَةِ تِجَارَتُهُمْ, إِلَهِى مَا أَلُذَّ خَوَاطِرُ اْلِإلْهَامِ بِذِكْرِكَ عَلَى الْقُلُوْبِ, وَمَا أَحْلَى الْمَسِيْرُ إِلَيْكَ بِالْأَوْهاَمِ فِى مَسَالِكِ الْغُيُوْبِ, وَمَا أَطْيَبَ طَعَمُ حُبِّكَ, وَمَا أَعْذَبَ شُرْبُ قُرْبِكَ, فَأَعِذْنَا مِنْ طَرَدِكَ وَإِبْعَادِكَ. وَاجْعَلْنَا مِنْ أَخَصِّ عَارِفِيْكَ, وَأَصْلَحِ عِبَادِكَ, وَأَصْدَقِ طَائِعِيْكَ, وَأَخْلَصِ عِبَادِكَ, يَا عَظِيْمُ يَا كَرِيْمُ يَا مُنِيْلُ, بِرَحْمَتِكَ وَمِنْكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

“Tuhanku, lisan-lisan terbatas untuk sampai memuji-Mu sebagaimana yang patut dengan keagungan-Mu, akal-akal tak kuasa untuk mengetahui hakikat keindahan-Mu, penglihatan-penglihatan terhalang melihat sinar-sinar wajah-Mu. Engkau tidak menjadikan jalan bagi makhluk menuju ma’rifat-Mu kecuali dengan lemah dari ma’rifat-Mu. Tuhanku, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang pohon-pohon kerinduan melambai-lambai kepada-Mu dalam taman-taman dada mereka, panasnya cinta-Mu mengambil seluruh hati mereka, mereka berlindung ke sarang-sarang pemikiran, mereka bertempat di taman-taman kedekatan dan keterbukaan, mereka minum dengan gelas kelembutan dari taman-taman cinta, telah dibuka tutup dari penglihatan mereka, telah hilang gelapnya keraguan dari keyakinan dan nurani mereka, telah sirna campuran ragu-ragu dari hati dan batin mereka, telah lapang dada mereka dengan terwujudnya makrifat, telah tinggi cita-cita mereka untuk berlomba-lomba bahagia dalam kezuhudan, telah tawar minuman mereka dalam mata air muamalah, telah baik batin mereka dalam majlis hiburan, telah aman rahasia mereka dalam tempat ketakutan, telah tenang jiwa mereka dengan kembali kepada Tuhan, telah yakin ruh mereka dengan kemenangan dan keberuntungan, telah sejuk pandangan mereka dengan melilhat kekasih mereka, telah menetap ketenangan mereka dengan memperoleh permohonan dan menggapai harapan, telah untung penjualan dunia mereka dengan akhirat. Tuhanku, betapa lezatnya pikiran-pikiran ilham dengan dizikir-Mu pada hati, betapa manisnya berjalan menuju-Mu dengan bayangan-bayangan dalam jalan keghaiban, betapa nikmatnya makanan cinta-Mu, betapa tawarnya minuman kedekatan dengan-Mu, maka lindungilah kami dari pengusiran-Mu dan penjauhan-Mu, jadikanlah kami termasuk orang paling khusus yang mengenal-Mu, yang paling saleh dari hamba-hamba-Mu, yang paling benar dari orang-orang yang taat kepada-Mu, yang paling ikhlas dari hamba-hamba-Mu, wahai yang Maha besar, wahai yang Maha agung, wahai yang Maha mulia, wahai yang menganugerahkan, dengan rahmat-Mu dan dari-Mu, wahai yang paling pengasih di antara para pengasih.”


13. Doa Sebelum Tidur Orang-orang yang Dzikir

     إِلَهِى لَوْلاَ الْوَاجِبُ مِنْ قَبُوْلِ أَمْرِكَ, لَنَزَهْتُكَ مِنْ ذِكْرِى إِيَّاكَ, عَلَى أَنَّ ذِكْرِى لَكَ بِقَدْرِى, لاَبِقَدْرِكَ, وَمَا عَسَى أَنْ يَبْلُغَ مِقْدَارِى حَتَّى أَجْعَلَ مَحَلًّا لِتَقْدِيْسِكَ, وَمِنْ أَعْظَمِ النِّعَمِ عَلَيْنَا, جِرْيَانُ ذِكْرِكَ عَلَى أَلْسِنَتِنَا, وَإِذْنُكَ لَنَا بِدُعَائِكَ, وَتَنْزِيْهُكَ وَتَسْبِيْحُكَ, إِلَهِى فَأَلْهِمْنَا ذِكْرَكَ فِى الْخَلَاءِ وَالْمَلَاءِ وَاللَّيْلِ وَالَّنَهاِر, وَالْإِعْلَانِ وَالْإِسْرَاِر, وَفِى السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ, وَآنِسْنَا بِالذِّكْرِ الْخَفِىِّ, وَاسْتَعْمِلْنَا بِالْعَمَلِ الزَّكِى, وَالسَّعِى وَالْمَرْضِى, وَجَازِنَا بِالْمِيْزَنِ الْخَفِىِّ, إِلَهِى بِكَ هَامَتِ القُّلُوْبُ الْوَاهِلَةُ, وَعَلَى مَعْرِفَتِكَ جَمَعَتِ الْعُقُوْلُ الْمُتَبَايِنَةُ فَلَا تَطْمَئِنَّ الْقُلُوْبُ إِلَّا بِذِكْرَاكَ, وَلَا تَسْكُنُ النُّفُوْسُ إِلَّا عِنْدَ رُؤْيَاكَ, أَنْتَ الْمُسَبِّحُ فِى كُلِّ مَكَانٍ, وَالْمَعْبُوْدُ فِى كُلِّ زَمَانٍ, وَالْمَوْجُوْدُ فىِ كُلِّ أَوَانٍ, وَالْمَدْعُو ِبُكِّل لِسَانٍ, وَالْعَظْمُ فِى ُكِّل سُرُوْرٍ بِغَيْرِ قرُبْكِ,َ وَمِنْ كُلِّ شُغْلٍ بِغَيْرِ طاَعَتِكَ, إِلَهِى أَنْتَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ: (يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اُذْكُرُوْااللهَ ذكِرْاً كَثِيْرًا(41) وَسَبِّحُوْهُ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا) وَقُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ: (فَاذْكُرُوْنِى أَذْكُرْكُمْ), فَأَمَرْتَنَابِذِكْرِكَ وَوَعَدْتَنَا َعَلَيْهِ أَنْ تَذْكُرَنَا تَشْرِيْفًا لَنَا وَتَفْخِيْمًا وَإِعْظَامًا, وَهَا نَحْنُ ذَاكِرُوْكَ كَمَا أَمَرْتَنَا, فَأَنْجِزْ لَنَا مَا وَعَدْتَنَا يَا ذَاكِرَ الذَّاكِرِيْنَ, وَيَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

“Tuhanku, seandainya bukan karena wajib menerima perintah-Mu, aku akan mensucikan-Mu dari dzikirku kepada-Mu, tapi dzikirku kepada-Mu adalah dengan kuasaku bukan dengan kuasa-Mu, barangkali kuasaku sampai hingga aku menjadikan tempat untuk mensucikan-Mu. Di antara nikmat paling besar kepada kami adalah berjalannya dzikir-Mu atas lisan-lisan kami, izin-Mu kepada kami dengan berdoa kepada-Mu, mensucikan-Mu serta memujimu. Tuhanku, ilhamilah kami dzikir-Mu dalam sepi dan ramai, malam dan siang, terang-terangan dan sembunyi, dalam kesenggangan dan kesusahan. Hiburlah kami dengan dzikir yang tersembunyi, pergunakanlah kami dengan amal yang suci, usaha yang diridhai, balaslah kami dengan timbangan yang tersembunyi. Tuhanku, kepada-Mu hati yang rindu tenggelam dalam cinta, kepada ma’rifat-Mu akal yang berbeda-beda berkumpul, tidak tenang hati kecuali dengan dzikir-Mu, tidak tenang jiwa kecuali ketika melihat-Mu, Engkau adalah yang dipuji di setiap tempat, yang disembah di setiap waktu, yang ada di setiap saat, yang dimohon dengan setiap lisan, yang diagungkan dalam tiap hati, aku mohon ampun kepada-Mu dari setiap kelezatan tanpa dzikir-Mu, dari setiap ketenangan tanpa penghiburan-Mu, dari setiap kegembiraan tanpa dekat dengan-Mu, dari setiap kesibukan tanpa taat kepada-Mu. Tuhanku, Engkau telah berfirman dan firman-Mu benar, “Wahai orang-orang yang beriman, dzikirlah kalian kepada Allah dengan dzikir yang banyak dan bertasbihlah pagi hari dan petang hari.” Engkau telah berfirman dan firman-Mu benar, “Maka sebutlah Aku, niscaya aku akan menyebut-Mu.” Engkau telah memerintah kami dengan menyebut-Mu dan Engkau telah menjanjikan kepada kami Engkau akan menyebut kami sebagai pemuliaan, penghormatan dan pengagungan kami. Inilah kami menyebut-Mu sebagaimana Engkau perintahkan, maka laksanakanlah untuk kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami, wahai yang menyebut orang-orang yang dzikir, wahai yang paling pengasih di antara pada pengasih.”

14. Doa Sebelum Tidur Orang-orang yang Mohon Perlindungan

     اَللَّهُمَّ يَا مِلَاذَ اللاَّئِذِيْنَ, وَيَا مُعَاذَ الْعَائِذِيْنَ, وَيَا مَنْجَى الْهَالِكِيْنَ, وَيَا عَاصِمَ الْبَائِسِيْنَ, وَيَا رَاحِمَ الْمَساكِيْنِ, وَيَامُجِيْبَ الْمُضْطَرِّيْنَ, وَيَا كَنْزَ الْمُفْتَقِرِيْنَ, وَيَا جَابِرَ الْمُنْكَسِرِيْنَ, وَيَا مَأْوَى الْمُنْقَطِعِيْنَ, وَيَا نَاصِرَ الْمُسْتَضْعَفِيْنَ وَيَا مُجِيْرَ الْخَائِفِيْنَ, وَيَا مُغِيْثَ الْمَكْرُوْبِيْنَ, وَيَا حُصْنَ اللَّاجِئِيْنَ إِنَ لَمْ أَعُذْ بِعِزَّتِكَ فَبِمَن أَعُوْذُ, وَإِنْ لَمْ أَلُذْ بِقُدْرَتِكَ فَبِمَنْ أَلُوْذُ, وَقَدَ أَلْجَأَتْنِى الذُّنُوْبُ إلِىَ التَّشَبُّتِ بِأَذْيَالِ عَفْوِكَ, وَأَحْوَجَتْنِى الْخَطَايَا إِلَى اسْتِفْتَاحِ أَبْوَابِ صَفَحِكَ, وَدَعَتْنِى اْلِإسَادَةُ إِلَى الْإِنَاخَةِ بِفَنَاءِ عِزِّكَ, وَحَمَلَتْنِى الْمَخَافَةُ مِنْ نِقْمَتِكَ عَلَى التَّمَسُّكِ بِعُرْوَةِ عَطْفِكَ, وَ مَا حَقَّ مَنِ اعْتَصَمَ بِحَبْلِكَ أَنْ يَخْذَلَ, وَلاَ يَلِيْقُ بِمَنِ اسْتَجَارَ بِعِزِّكَ أَنْ يُسَلِّمَ اَوْ يُهْمِلَ, إِلَهِى فَلَا تَخُلْنَا مِنْ حِمَايَتِكَ وَلَا تَعُرْنَا مِنْ رِعَايَتِكَ, وَذُدْنَا عَنْ مَوَارِدِ الْهَلَكَةِ فَأَنَّا بِعَيْنِكَ وَفِى كُنْفِكَ..أَسْأَلُكَ سُؤَالَ أَهْلٍ خَاصَتْكَ مِنَ مَلَائِكَتِكَ وَالصَّالِحِيْنَ مِنْ بَرِيَّتِكَ, أَنْ تَجْعَلَ عَلَيْنَا وَاقِيَةً تَنْجِيْنَا مِنَ الْهَلَكَاتِ, وَتَجَنِّبْنَا مِنَ الْآفاَتِ وَتَكْفِنَا مِنْ دَوَاهىِ الْمُصِيْبَاتِ, وَأَنْ تَنَزَّلَ عَلَيْنَا مِنْ سَكِيْنَتِكَ, وَأَنْ تَغْشَى وُجُوْهَنَا بِأَنْوَارِ مَحَبَّتِكَ, وَأَنْ تُؤْوَيْنَا إِلَى شَدِيْدِ رُكْنِكَ, وَأَنْ تَحْوِيْنَا فِى أَكْنَافِ عِصْمَتِكَ بِرَأْفَتِكَ وَرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

“Ya Allah, wahai tempat bernaungnya orang-orang yang memohon naungan, wahai tempat berlindungnya orang-orang yang memohon perlindungan, wahai penyelamat orang-orang yang binasa, wahai penjaga orang-orang yang susah, wahai pengasih orang-orang miskin, wahai pengabul orang-orang terpaksa, wahai gudangnya orang-orang yang butuh, wahai penghibur orang-orang yang sedih, wahai tempat bernaung orang-orang yang terputus, wahai penolong orang-orang lemah, wahai penyelamat orang-orang takut, wahai penolong orang-orang susah, wahai tempat berlindung orang-orang yang berlindung, jika aku tidak berlindung kepada kebesaran-Mu, maka kepada siapa aku berlindung, jika aku tidak bernaung kepada kuasa-Mu, maka kepada siapa aku bernaung. Dosa-dosa telah memaksaku untuk berpegangan kuat dengan tali maaf-Mu, kesalahan-kesalahan telah membuatku butuh untuk meminta dibukakan pintu-pintu ampunan-Mu, perbuatan burukku telah mengajakku untuk menunduk di halaman kebesaran-Mu, ketakutan dari siksa-Mu telah membawaku untuk berpegang teguh pada tali kasih-Mu. Orang yang berpegangan dengan tali-Mu tidak berhak untuk dihinakan, orang yang memohon selamat dengan kebesaran-Mu tidak layak untuk diserahkan atau disepelekan. Tuhanku, jangan lepaskan kami dari perlindungan-Mu, jangan telanjangi kami dari perhatian-Mu, lindungilah kami dari sumber-sumber kehancuran, aku di mata-Mu dan dalam naungan-Mu. Aku mohon kepada-Mu permohonan golongan malaikat dan orang-orang shalih dari makhluk-Mu, jadikan lah atasku pelindung yang menyelamatkan aku dari kehancuran, menjauhkan aku dari keburukan, melindungi aku dari musibah, turunkan lah kepada kami dari ketenangan-Mu, tutupi lah wajah-wajah kami dengan cahaya-cahaya cinta-Mu, tempatkan lah kami pada pojok-Mu yang kuat, liputi lah kami dalam naungan penjagaan-Mu, dengan kasih-Mu dan rahmat-Mu, wahai yang paling pengasih di antara para pengasih.”


15. Doa Sebelum Tidur Orang-orang yang Zuhud

     إِلَهِى أَسْكَنْتَنَا دَارًا حَفَرَتْ لَنَا حَفَرُ مَكْرِهَا, وَعَلَّقْتَنَا بِأَيْدِى الْمَنَايَا, فِى جَبَائِلِ غَدْرِهَا, فَإِلَيْكَ نَلْتَجِئُ مِنْ مَكَائِدِ خَدْعِهَا, وَبِكَ نَعْتَصِمُ مِنَ الْاَتْرَارِ بِزَخَارِفِ زِيْنَتِهَا, فَإِنَّهَا الْمُهْلِكَةُ طَلَابُهَا, الْمُتْلِفَةُ خَلَالُهَا, الْمَحْشُوَّةُ بِالْآفَاتِ, الْمَشْحُوْنَةُ بِالنُّكَبَاتِ, إِلَهِى فَزَهِّدْنَافِيْهَا وَسَلِّمْنَا مِنْهَا, بِتَوْفِيْقِكَ وَعِصْمَتِكَ, وَانْزِعْ عَنَّا جَلَابِيْبَ مُخَالَفَتِكَ, وَتَوِّلْ أُمُوْرَنَا بِحُسْنِ كِفَايَتِكَ, وَأَوْفِرْ مَزِيْدَناَ مِنْ سَعَةِ رَحْمَتِكَ, وَأَجْمِلْ صَلَاتَنَا مِنْ فَيْضِ مُوَاهِبِكَ, وَاغْرِسْ فِى أَفْئِدَتِنَا أَشْجَارَ مَحَبَّتِكَ, وَأَتْمِمْ لَنَا أَنْوَارَ مَعْرِفَتِكَ, وَأَذِقْنَا حَلَاوَةَ عَفْوِكَ, وَلَذَّةَ مَغْفِرَتِكَ, وَأَقْرِرْ أَعْيُنِنَا يَوْمَ لِقَائِكَ بِرُؤْيَتِكَ, وَأَخْرِجْ حُبَّ الدُّنْيَا مِنْ قُلُوْبِنَا كَمَا فَعَلْتَ بِالصَّالِحِيْنَ مِنْ صَفْوَتِكَ, وَالْأَبْرَارَ مِنْ خَاصَّتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَيَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِيْنَ

“Tuhanku, Engkau telah tempatkan kami dalam rumah yang lobang-lobang tipu dayanya telah menggali untuk kita, Engkau gantungkan kami dengan tangan-tangan harapan pada tali-tali pengkhianatannya, maka kepada-Mu kami berlindung dari tipu daya-tipu dayanya, dengan-Mu kami berlindung dari tertipu dengan mozaik perhiasannya, sesungguhnya ia adalah penghancur para pencarinya, perusak para pencintanya, yang dibungkus dengan keburukan-keburukan, yang di penuhi dengan musibah-musibah. Tuhanku, zuhud kami di dalamnya dan keselamatan kami darinya adalah dengan pertolongan-Mu dan penjagaan-Mu. Lepaskanlah dari kami jilbab-jilbab melanggar-Mu, aturlah urusan-urusan kami dengan kecukupan-Mu yang baik, perbanyaklah tambahan kami dari keluasan rahmat-Mu, baguskanlah shalat kami dari curahan karunia-Mu, tanamlah dalam hati-hati kami pohon-pohon cinta-Mu, sempurnakanlah untuk kami cahaya-cahaya ma’rifat-Mu, cicipkanlah untuk kami manisnya maaf-Mu dan lezatnya ampunan-Mu, sejukkanlah mata-mata kami dengan melihat-Mu pada hari perjumpaan dengan-Mu, keluarkanlah cinta dunia dari hati kami sebagaimana Engkau perbuat dengan orang-orang shalih pilihan-Mu, orang baik dari orang-orang khususMu, wahai yang paling pengasih di antara para pengasih, wahai yang paling mulia di antara yang termulia.” (sajadah.co)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *