doa sebelum tidur dari nabi muhammad
Sumber foto: https://www.thesun.co.uk

6 Doa Sebelum Tidur dari Nabi Muhammad

Posted on

Doa Sebelum Tidur dari Nabi Muhammad – Banyak sekali macam doa sebelum tidur dari Nabi Muhammad. Kali ini, sajadah.co akan sedikit membagikan 6 Doa Sebelum Tidur dari Nabi Muhammad, junjungan umat islam.

Baca Juga : Doa Sebelum Tidur Terlengkap dan Terjemahannya

Baca Juga : 15 Doa Sebelum TIdur Imam Zainal Abidin Bin Husain Bin Ali Bin Rasulullah

Doa Bangun Tidur dan Doa Sebelum Tidur dari Nabi Muhammad

1.Doa Sebelum Tidur dari Nabi untuk Orang yang Gundah dan Sedih

أَللَّهُمَّ أَنَا عَبْدُكَ إِبْنِ أُمَّتِكَ.. فِى قَبْضَتِكَ, نَاصِيَتِى فِى يَدِكَ, مَاضٍ فِىَّ حُكْمُكَ, عَدَلَ فِىَّ قَضَاؤُكَ. أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ لَكَ, سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ, أَوْ أَنْزَلْتَهُ فىِ كتِاَبكِ,َ أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ أَوْ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِى عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ, أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ نُوْرَ صَدْرِى وَرَبِيْعَ قَلْبِى وَجَلاَءَ حُزْنِى وَذِهَابَ هَمِّى.

“Ya Allah, aku adalah hamba-Mu, anak hamba lelaki-Mu, anak hamba perempuan-Mu, aku dalam genggaman-Mu, ubun-ubunku di tangan-Mu, hukum-Mu berjalan padaku, keputusan-Mu adil padaku, Aku memohon kepada-Mu dengan semua nama milik-Mu yang Engkau namakan dengannya diri-Mu, atau Engkau menurunkannya dalam kitab-Mu, atau Engkau mengajarkannya kepada seseorang dari makhluk-Mu, atau Engkau merahasiakannya dalam ilmu ghaib di sisi-Mu, Jadikanlah al-Quran sebagai cahaya dadaku, sejuk hatiku, penghilang sedihku dan susahku.”

2. Doa Sebelum Tidur dari Nabi untuk Orang yang Sedang Dalam Kesulitan

     بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الْرَّحِيْمِ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِىِّ الْعَظِيْمِ

“Dengan menyebut nama Allah yang Maha pengasih lagi Maha penyanyang. Tiada daya dan upaya melainkan dengan Allah yang Maha tinggi lagi Maha agung.”

doa sebelum tidur dari nabi muhammad
Sumber foto: https://www.thesun.co.uk

3. Doa Sebelum Tidur dari Nabi untuk Orang yang Tertimpa Bahaya

     اَللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوْذُ بِاِسْمِكَ الْاَحَدُ الْأَعِزُّ…. وَأَدْعُوْكَ اَللَّهُمَّ بِاِسْمِكَ الصَّمَدِ وَأَدْعُوْكَ بِاِسْمِكَ الْعَظِيْمِ… وَأَدْعُوْكَ بِاِسْمِكَ الْكَبِيْرِ الْمُتَعَالِ, أَنْ تَكْشِفَ عَنِّى مَا أَصْبَحْتُ (أَوْ أَمْسَيْتُ) فِيْهِ مِنْ هَمٍّ وَضَرٍّ

“Ya Allah, aku berlindung dengan nama-Mu yang satu dan paling mulia, aku memohon kepada-Mu ya Allah, dengan namamu yang Maha tempat bergantung, aku memohon kepada-Mu dengan nama-Mu yang Maha agung, aku memohon kepada-Mu dengan nama-Mu yang Maha besar dan Maha tinggi, hilangkankanlah kesesahan dan bahaya dariku ketika aku memasuki pagi (sore) hari.”

     أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ غَضْبِهِ وَعِقَابِهِ. وَمِنْ شَرِّ عِبَاِدِه وَمِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِيْنِ وَأَنْ يَحْضُرُوْنَ. سُبْحَانَ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ, رَبُّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوْحِ, جَلَلْتَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ بِالْعِزَّةِ وَالْجَبَرُوْتِ




“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari murka-Nya dan siksa-Nya, dari kejahatan hamba-hamba-Nya, dari bisikan-bisikan dan kehadiran setan. Mahasuci Maha raja yang suci, Tuhan malaikat-malaikat dan ruh, Engkau agungkan langit-langit dan bumi dengan kekuatan dan keperkasaan.”

4. Doa Sebelum Tidur dari Nabi dan Doa ketika Bangun Ketika dalam Posisi Sulit (Dibaca Malam Hari dan Siang Hari)

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوْذُ بِنُوْرِ قُدْسِكَ وَبَرَكَةِ جَلاَلَتِكَ وَعَظِيْمِ جَلَالِكَ مِنْ كُلِّ طَارِقٍ إِلَّا طَارِقًا يَطْرُقُ بِخَيْرٍ. اَللَّهُمَّ أَنْتَ غِيَاثِى فَبِكَ أَسْتَغِيْثُ وَأَنْتَ مِلَاذِى فَبِكَ أَلُوْذُ. يَا مَنْ ذَلِكَ لَهُ رَقَابُ الْجَبَابِرَةِ. وَخَضَعْتُ لَهُ مَقَالِيْدَ الْفَرَاعِنَةِ. أَجِرْنِى خِزْيَكَ وَعُقُوْبَتَكَ وَاحْفَظْنِى فِى لَيْلِى وَنَهَارِى وَنَوْمِى وَقَرَارِى. لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ تَعْظِيْمًا لِوَجْهِكَ وَتَكْرِيْمًاوَتَشْرِيْفًا لِقَدْرِكَ فَاصْرِفْ عَنِّى شَرَّ عِبَادِكَ. وَاحْفَظْنِى فِى سِرِّ عِنَايَتِكَ وَجَلِيْلِ رِعَايَتِكَ وَسَرَادَقَاتِ حِفْظِكَ. وَعِدْ عَلَىَّ بِخَيْرٍ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

“Dengan menyebut nama Allah yang Maha pengasih lagi Maha penyanyang. Ya Allah aku berlindung dengan cahaya kesucian-Mu, keberkahan keagungan-Mu serta kebesaran keagungan-Mu dari semua pengetuk kecuali pengetuk yang mengetuk dengan kebaikan. Ya Allah, Engkau adalah penolongku, kepada-Mu aku meminta pertolongan. Engkau adalah pelindungku, kepada-Mu aku berlilndung. Wahai yang leher-leher penguasa tunduk kepada-Nya dan kekuasaan Fir’aun tunduk kepada-Nya, selamatkan aku dari siksa dan adzab-Mu, jagalah aku dalam malamku, siangku, tidurku dan tenangku. Tiada Tuhan selain Engkau dengan mengagungkan wajah-Mu, memuliakan dan menghormati kekuasaan-Mu, palingkanlah dariku kejahatan hamba-hamba-Mu, jagalah aku dalam rahasia perhatian-Mu dan keagungan penjagaan-Mu serta naungan penjagaan-Mu. Kembalikan aku dengan kebaikan, wahai yang paling pengasih di antara para pengasih.”

5. Doa Sebelum Tidur dari Nabi untuk Orang yang Minta Tolong Dalam Posisi yang Berbahaya (Dibaca Malam Dan Siang)

     يَا وَدُوْدُ… يَا وَدُوْدُ… يَا ذَا الْعَرْشِ الْمَجِيْدِ… يَامُبْدِئُ يَا مُعِيْدُ يَا فَعَّالُ لِمَا تُرِيْدُ.. أَسْأَلُكَ بِنُوْرِ وَجْهِكَ الَّذِى مَلَأَأَرْكَانُ عَرْشِكَ… وَبِقُدْرَتِكَ الَّتِى قَدَرْتَ بِهَا عَلىَ خَلْقِكَ. وَبِرَحْمَتِكَ الَّتِى وَسَعَتْ كُلَّ شَىْءٍ.. أَنْتَ الَّذِى وَسَعْتَ كُلَّ شَىْءٍ رَحْمَةً وَعِلْمًا.. لَاِإَلَه إِلَّا أَنْتَ.. َيا مُغِيْثُ أَغِثْنِى

“Wahai yang Maha penyayang, wahai yang memiliki singgasana mulia, wahai yang memulai, wahai yang mengembalikan, wahai yang berbuat dengan apa yang dikehendaki, aku mohon kepada-Mu dengan cahaya wajah-Mu yang memenuhi pojok-pojok singgasana-Mu dan dengan kuasa-Mu Engkau mentakdirkan ciptaan-Mu dan dengan rahmat-Mu yang meliputi sesuatu. Engkau adalah yang meliputi segala sesuatu dengan rahmat dan ilmu. Tiada Tuhan selain Engkau, wahai yang Maha penolong, tolonglah aku.”


6. Enam Ayat Penyelamat (Dibaca Sebelum Tidur dan Ketika Bangun Tidur)

الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ(١٥٦) أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ (١٥٧) (البقرة : ١٥٦- ١٥٧

“(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun.” Mereka itulah yang mendapatkan keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhannya. Mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Al-Baqarah: 156-157)

الَّذِينَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَانًا وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ(١٧٣) فَانْقَلَبُوا بِنِعْمَةٍ مِنَ اللَّهِ وَفَضْلٍ لَمْ يَمْسَسْهُمْ سُوءٌ وَاتَّبَعُوا رِضْوَانَ اللَّهِ وَاللَّهُ ذُو فَضْلٍ عَظِيمٍ (١٧٤)(ال عمران : ١٧٣- ١٧٤

“(Yaitu) orang-orang (yang menta’ati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan, “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka,” maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab, “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.” Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa, mereka mengikuti keridhaan Allah. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (Ali Imran: 173-174)

وَذَا النُّونِ إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَى فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لا إِلَهَ إِلا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ(٨٧) فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ وَكَذَلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِينَ (٨٨)(الأنبياء : ٨٧-٨٨

“Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus). Ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak kuasa menolongnya, maka ia menyeru dalam keadaan sangat gelap, “Bahwa tak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang dzalim.” Maka Kami memperkenankan do’anya dan menyelamatkannya dari kedukaan. Dan demikanlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.” (Al-Anbiya`: 87-88)

وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَى رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ(٨٣) فَاسْتَجَبْنَا لَهُ فَكَشَفْنَا مَا بِهِ مِنْ ضُرٍّ وَآتَيْنَاهُ أَهْلَهُ وَمِثْلَهُمْ مَعَهُمْ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِنَا وَذِكْرَى لِلْعَابِدِينَ (٨٤ )(الأنبياء : ٨٣- ٨٤

“Dan (ingatlah kisah) Ayub. Ketika ia menyeru Tuhannya, “(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.” Maka Kami pun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah.” (Al-Anbiya`:83-84)

وَأُفَوِّضُ أَمْرِي إِلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ بَصِيرٌ بِالْعِبَادِ(٤٤) فَوَقَاهُ اللَّهُ سَيِّئَاتِ مَا مَكَرُوا وَحَاقَ بِآلِ فِرْعَوْنَ سُوءُ الْعَذَابِ (٤٥ )(غافر : ٤٤- ٤٥

“Dan aku menyerahkan urusanku kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha melihat akan hamba-hamba-Nya. Maka Allah memeliharanya dari kejahatan tipu daya mereka, dan Fir’aun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang amat buruk.” (Ghafir: 44-45)

وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ(١٣٥) أُولَئِكَ جَزَاؤُهُمْ مَغْفِرَةٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَجَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَنِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِينَ (١٣٦)(ال عمران : ١٣٥- ١٣٦

“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah. Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Balasan mereka ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal. ” (Ali lmran: 135-136)

(sajadah.co)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *