pupuk organik
http://gubugsawahcrb.blogspot.co.id

Apa Itu Pupuk Organik Cair atau Mikro Organisme Lokal?

Posted on

Mikro Organisme Lokal (MOL) merupakan pupuk organik yang mengandalkan organisme lokal. MOL juga sering disebut Pupuk Organik Cair (POC)

Pupuk Organik Cair – Mikro Organisme Lokal (MOL) merupakan pupuk organik yang mengandalkan organisme lokal. MOL juga sering disebut Pupuk Organik Cair (POC). MOL dapat menjadi alternatif lain sebagai usaha dalam membebaskan tanaman dari pengaruh tidak baik yaitu residu kimia yang selama ini digunakan oleh masyarakat untuk menyuburkan tanaman.

Bahan baku yang cukup terkenal untuk pembuatan MOL adalah menggunakan nasi bekas. Nasi merupakan makanan pokok sebagian besar masyarakat Indonesia, sehingga menemukan nasi bekas sebagai bahan baku tentulah tidak sulit. Nasi sisa yang sudah tidak terpakai biasanya dibuang atau diberikan makan pada ternak. Namun ternyata nasi basi yang sering dibuang bisa dimanfaatkan lagi untuk  pupuk organik.

Baca Juga : Mengenal Lebih Jauh Tentang Pupuk Kompos

Selain bahan tersebut juga masih ada bahan lain yang bisa dimanfaatkan untuk pembuatan pupuk MOL, seperti: limbah hijau, rebung bambu, keong mas, buah maja, bonggol pisang, sisa sayuran atau limbah pasar, sampah rumah tangga dan sebagainya. Ciri-ciri dari cairan MOL yang sudah siap dipakai adalah lewat bau yang ditimbulkan yaitu cairan akan berbau seperti tape.

Jika Anda tidak ingin menggunakan bahan-bahan sampah limbah rumah tangga, Anda dapat memanfaatkan bahan lain yang lebih bersih untuk membuat MOL yaitu menggunakan campuran buah nanas atau tape, nanas cukup dipotong menjadi kecil-kecil dan lebih baik hasilnya jika di tumbuk kemudian di fermentasi dengan menambahkan air dan gula. sehingga untuk Anda yang tidak menyukai hasil dari MOL yang keruh dan kotor bisa menggunakan bahan tersebut sebagai alternatif tanpa mengurangi manfaat dari MOL itu sendiri.

Baca Juga : Mengapa Harus Pupuk Kompos? Apa Kegunaan dan Manfaat Pengomposan?

Seperti hal nya pembuatan kompos, MOL juga memerlukan makanan tambahan selama proses fregmentasi. Makanan tersebut adalah gula, penggunaan gula tergantung pada jumlah MOL yang dibuat. Untuk satu liter air akan diberikan lima sdm gula. Selain gula,Anda juga bisa menambahkan air kelapa atau air nira, kemudian air tetes tebu juga dapat berfungsi sebagai makanan bagi mikroorganisme.

Proses fregmentasi MOL terjadi dalam kondisi anaerob atau menggunakan media tertutup. Anda bisa menggunakan botol plastik, botol sisa tempat minyak goreng, drum dan wadah sisa cat air sebagai media fregmentasi. Pada pembuatan MOL hindari penggunaan wadah yang berbahan dasar logam karena mudah berkarat. Untuk waktu yang dibutuhkan dalam pembuatan MOL sekitar lima hari sampai tiga minggu tergantung pada bahan yang digunakan. (sajadah.co)

Sumber: Khalimatu Nisa Dkk, 2017, Buku Pintar Membuat Pupuk Kompos dan MOL.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *