shopee
Sumber foto : http://www.softerner.com

Apakah Shopee Rugi dengan Program Free Ongkirnya? Berikut Penjelasan Singkatnya!

Posted on
shopee
Sumber foto : http://www.softerner.com

Apakah Shopee Rugi – Seiring berkembangnya dunia online, marketplace di Indonesia mulai menjamur. Salah satu pemain yang terbilang baru di dunia start up. Bisa dibilang, Shopee menjadi pesaing yang lumayan harus diperhitungkan oleh marketplace kawakan lain seperti Bukalapak ataupun Tokopedia. Bagaimana tidak? Sejak awal masuknya di Indonesia, Shopee secara terus-menerus menawarkan program gratis ongkir. Siapa yang tidak tergiur coba? Sedangkan Tokopedia saja hanya beberapa kali saja mampu memberikan program gratis ongkir. Meski nilai pembelian minimal yang bisa mendapatkan gratis ongkir Shopee naik turun, akan tetapi Shopee secara konsisten menawarkan gratis ongkir.

Pasti, yang ada dalam benak banyak orang adalah, bagaimana Shopee bisa mendapatkan untung jika ia menggratiskan ongkos kirim dalam transaksinya? Sajadah.co punya beberapa pandangan mengenai hal ini. Yuk simak.

Pertama-tama, perlu dicatat bahwa hampir semua marketplace, bahkan yang sekaliber Bukalapak pun masih belum mendulang keuntungan. Menurut lamporan Emtek pada tahun 2015 sebagaimana dilansir oleh Tirto, Bukalapak masih merugi sebesar Rp. 229 milliar. Angka yang cukup fantastis bukan?

Baca Juga : Cara Daftar Gratis Ongkir Shopee DI SINI

Memang, dunia bisnis saat ini bak hutan rimba, siapa yang kuat dia yang menang. Berbagai macam cara pun dilakukan untuk memenangkan persaingan. Salah satu istilah yang cukup populer belakangan ini yang sedikit banyak bisa menggambarkan kerugian –mungkin dalam jangka waktu tertentu—marketplace seperti Shopee, Bukalapak, dan Tokopedia adalah Cash Burn alias membakar uang.

Lah? Urusannya apa bisnis dengan membakar uang? Orang berbisnis bukannya ingin mencari untung, ini kok malah membakar uang? Eits, tunggu dulu. Begini ilustrasinya.

Pak Amat, seorang warga Jakarta, ingin membuka usaha es cendol. Harga produksi untuk satu gelas/bungkus es cendolnya, katakanlah Rp. 1.000. Rencananya, ia akan menjual es cendol ini dengan harga Rp. 3.000 per gelas/bungkusnya.

Di hari pertama, ia membuat 100 gelas es cendol. Langsung dijual begitu saja? Oh tidak. Ia membagi-bagikannya secara gratis ke Pak Satpam-Pak Satpam di kantor-kantor yang dilewatinya, berikut pegawai-pegawai kantor di dalamnya. Siapa sih yang nggak mau es cendol gratisan di tengah panasnya kota Jakarta yang menyengat? Hehe.

100 gelas cendolnya habis dibagi-bagikannya. Rugi? Iya. Kalau dihitung sih ruginya berarti Rp. 1.000 x 100 : Rp. 100.000. akan tetapi, tunggu dulu. Inilah sebenarnya yang disebut sebagai cash burn, sebagaimana yang dilakukan marketplace seperti Shopee, Tokopedia, dan Bukalapak. Dari 100 orang yang diberi cendol gratisannya itu, barangkali, kita asumsikan saja paling jelek 10 orang yang membeli dan ketagihan es cendol Pak Amat. Kalau 10 orang ini secara konsisten dan menjadi pembeli tetap Pak Amat selama 5 hari saja, maka modalnya akan balik. Hitungannya? Margin keuntungan Pak Ahmad Rp.2.000 x 10 : Rp. 20.000. Berarti Cuma butuh 5 hari kan untuk mengembalikan modal Pak Amat? Itu belum nanti jika Pak Satpam serta para pegawai yang menjadi pelanggan Pak Amat itu mengajak teman-temannya untuk membeli es cendol Pak Amat rame-rame karena telah merasakan kenikmatan dan kesegaran es cendol Pak Amat di tengah panasnya kota Jakarta.



Nah, begitulah sebenarnya cara main Shopee dengan program gratis ongkirnya. Ia membakar uang dulu untuk merebut konsumen marketplace lain seperti Tokopedia dan Bukalapak. Ingat, istilahnya Cash Burn, bakar duit. Kita bikin saja istilah, bakar-bakar duit dahulu, untung besar kemudian. Hehe

Cuma itu saja cara Shopee untuk mencari keuntungan? Eits, belum. Tunggu dulu. Sejak beberapa bulan belakangan, Shopee menawarkan fitur IKLANKU untuk para penjual. Para penjual harus top up iklanku, mulai dari Rp. 20.000, Rp. 50.000, Rp. 100.000, Rp. 500.000 hingga Rp. 1.000.000. Dengan fitur iklanku ini, para penjual bisa dengan mudah memunculkan produknya di urutan teratas dengan kata kunci tertentu. Tapi ya itu tadi, tidak ada yang gratis, harus bayar. Hal ini sebenarnya juga sudah dilakukan oleh marketplace lain seperti Tokopedia. Bahkan, Tokopedia tidak tanggung-tanggung juga menawarkan member dengan beberapa tingkatan dan keuntungan bagi para penjual. Bukan tidak mungkin jika Shopee nanti juga menerapkannya sebagaimana Tokopedia.

Baca Juga : Pengalaman Berjualan di Shopee Menggunakan Free Ongkir Shopee DI SINI

Dari sini saja sudah kelihatan bukan bagaimana mereka meraup keuntungan dalam jangka panjang? Ya memang meskipun sekarang marketplace seperti Shopee dan Tokopedia masih terhitung merugi. Tapi, lihat saja dalam jangka panjang. Buktinya, mereka juga bisa dengan mudah mendapatkan investor yang mau menambah pundi-pundi mereka untuk mengembangkan start upnya. Buat apa investor mau investasi uangnya jika sebuah bisnis tidak memiliki prospek yang cukup baik dan bisa menguntungkan bagi sang investor bukan?

Itu pun belum dihitung dari jumlah pengguna aplikasi. Aplikasi playstore pun sebenarnya juga bisa menghasilkan uang yang tidak sedikit. Apalagi jika sudah terinstall oleh ratusan ribu orang. Biasanya, dalam aplikasi-aplikasi itu akan ada selingan-selingan iklan. Itu juga salah satu cara untuk mendapatkan uang bagi mereka. Bahkan, start up seperti Go-Jek, Grab, dlsb berani membayar orang untuk membuat orang-orang mau menginstall aplikasinya. Istilahnya adalah CPI, Cost Per Install. Jadi, setiap orang yang bisa mengajak orang-orang untuk menginstall aplikasi tersebut akan dibayar per install. Tapi ini bukan inti dari pembahasan saat ini.

Jadi, bila dirangkum, cara Shopee mendapatkan keuntungan adalah dengan merugi dahulu melalui cara Cash Burn untuk merebut pelanggan marketplace lain. Dari pembelian iklan oleh para penjual di Shopee. Ditambah lagi dari investor dan penggunaan aplikasi itu sendiri.

Bagaimana? Sudah cukup jelas bukan? Kalau belum cukup jelas, mari kita diskusi di kolom komentar dan silahkan share postingan ini jika menurut anda bermanfaat. (sajadah.co)

8 thoughts on “Apakah Shopee Rugi dengan Program Free Ongkirnya? Berikut Penjelasan Singkatnya!

  1. ahh kata siapa bakar duid..
    untungnya byk bgt lho itu dilihat dari bunga berjalan bank dari hasil transaksi jualbeli tiapharinya.
    search tuh digugel brp pemasukan dr hasil bunga berjalan, gokill !
    belom lagi shopee terlalu lama hold uang seller sblm ditransfr ke pihak seller. terhitung dari 3jam sampai berhari2.
    sok atuh caritau brp pendapatan shopee.
    tokopedia mah lewaat.

  2. shopee masih rugi tauk, siapa bilang untung, tulisan sok tau sok pinter, piker aja ndiri
    kalo cara shopee ini dibilang untung, banyak marketplace online yang meniru cara ini, buktinya gak ada cuk, sok tau dasar, iklan di shopee itu murah banget, biaya server dan gaji karyawan jg mgkn masih blm nutup. sok sok an pake cohort cac retention bah teori ngepet

    1. Memang masih rugi. Tapi, dalam bisnis, ga ada yang mau rugi. Makanya dijelaskan lambat laun Shopee juga akan mulai mendapatkan keuntugan 🙂

  3. shopee untung dan ga mungkin rugi karena dia kerjasama dengan rekanan nya JNT / Oppo group mereka membawa semua ide dan pemikiran dari jack ma. tidak ada yang mau tos tos an dalam bisnis ini, semua investor dengan matang menggelontorkan uang mereka untuk dapat provit besar.

    1. Betul. Nggak ada bisnis yang nyari rugi, semuannya nyari keuntungan. Bedanya soal waktu saja. hehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *