Bahan Kain
Bahan Kain

Bahan-bahan Kain dan Proses Pembuatan Kain Lengkap

Posted on

Bahan Kain – Pernahkah terbersit dalam benak anda tentang bagaimana awalnya baju atau pakaian yang anda kenakan bisa menjadi baju seperti yang anda kenakan sekarang? Atau barangkali saat melihat anak anda, pernahkah anda terbersit tentang bagaimana awal mula dari baju yang dikenakan anak anda? Baju atau pakaian memang butuh proses panjang sebelum akhirnya bisa menjadi baju yang anda kenakan sekarang.

Sebelum menjadi baju, awalnya adalah kain. Dan kain diproses dari serat-serat kapas dan bahan-bahan lain hingga menjadi benang yang merupakan bahan baku dari kain. Barulah bisa menjadi kain untuk bahan dasar baju yang anda kenakan sekarang.

Baca Juga : Bahan Polycotton : Spesifikasi, Kelebihan, Kekurangan, dan Harganya

Baca Juga : Cara Mudah Memulai Bisnis Jilbab Buatan Sendiri

Bahan Kain

Lalu, apa sih sebenarnya bahan-bahan kain itu? Jawabannya adalah serat. Dan sebelum menjadi serat, bahan kain yang paling dasar adalah kapas. Kapas sebagai bahan dasar kain ini umumnya adalah kapas yang sudah berumur 6 hingga 7 bulan.

bahan kain kapas
Bahan Kain : Kapas

Proses Pembuatan Kain

Setelah bahan kain yang utama berupa kapas telah terkumpul, barulah bisa memproses kapas yang menjadi bahan kain ini menjadi sebuah kain. Bagaimana prosesnya? Berikut proses pembuatan kain:

1. Penjeratan atau Ginning

Setelah kapas sebagai bahan kain yang utama telah dipanen, kapas akan diproses ke mesin ginning. Gunanya adalah utuk memisahkan biji dan polong yang melekat pada kapas. Setelah itu, serat-serat kapas yang menjadi bahan kain yang utama ini lalu dikeringkan hingga benar-benar kering.


2. Pemintalan atau Spinning

Kapas yang telah melalui proses penjeratan itu kemudian akan dipintal dengan benang-benang yang telah disediakan agar menyatu. Setelah itu, hasil dari proses pemintalan ini akan dibersihkan dengan cara dimasukkan dalam mesin carding.

3. Penggulungan atau Soft Wider

Setelah proses pemintalan selesai, proses selanjutnya adalah soft wider. Proses ini adalah proses penggulungan helaian benang yang telah dipintal.

4. Pencelupan

Setelah digulung melalui proses soft wider, hasilnya kemudian akan masuk ke proses pencelupan. Benang-benang yang telah digulung tadi akan dicelupkan ke beragam warna sesuai keinginan untuk menghasilkan kain dengan warna yang dikehendaki. Setelah pencelupan ini selesai, benang-benang yang telah dicelupkan akan dikeringkan kembali hingga kering.

5. Penenunan atau Weaving

Sebenarnya, proses utama dalam menjadikan bahan kain menjadi sebuah kain ya di proses ini. Dalam proses ini lah, benang-benang yang telah melalui proses pencelupan akan dijadikan kain. Caranya adalah dengan dianyam.

6. Proses Shiage

Setelah ditenun, calon-calon kain yang telah diproses dari bahan kain yang paling dasar tadi akan memasuki proses Shiage. Proses ini tidak lain adalah pemeriksaan kain yang sudah ditenun. Gunanya adalah untuk menentukan dan memilah-milah kualitas kain yang dihasilkan.

7. Perawatan atau Treatments

Selesai? Belum. Setelah kain-kain tadi dipilah dalam proses shiage, proses selanjutnya adalah perawatan. Perawatan ini biasanya dengan cara penggosokan. Tapi, biasanya, penggosokan ini tidak untuk semua bagian kain. Akan tetapi hanya pada bagian-bagian tertentu saja. Nah, dalam proses perawatan ini pula, biasanya juga dilakukan proses penambahan warna atau pemutihan kain. Namun, tidak semua industri pembuatan kain melakukan proses ini. Sebab, ada juga industri pembuatan kain yang melakukan pemutihan ketika bahan kain masih berbentuk kapas. Proses pemutihannya adalah ketika masih menjadi kapas dan belum ditenun.


8. Dyeing

Setelah melalui proses perawatan, proses selanjutnya adalah proses pemolesan warna dan pegangan. Proses ini biasanya disebut sebagai proses dyeing. Dalam proses pembuatan kain, proses ini biasanya adalah proses terakhir. Akan tetapi, di sebagian industri kain, ada pula yang menerapkan proses terakhir setelah ini. Apa itu? Lihat proses ke sembilan.

9. Penyelesaian atau Finishing

Nah, di sebagian industri kain, ada juga yang menerapkan proses ini, yakni proses penyelesaian tau finishing. Proses ini mencakup proses penambahan bahan kimia atau bahan lainnya. Gunanya untuk apa? Gunanya tentu saja adalah untuk menghasilkan kain yang terjaga kualitasnnya, terutama agar tahan sinar matahari.

Nah, itu tadi bahan-bahan kain dan proses pembuatan kain. Cukup mudah dan simple bukan? Tentu saja, kalau kita tidak ikutan produksi dan hanya baca informasinya, memang akan terlihat mudah dan simple. Akan tetapi, bagi industri kain, proses pengumpulan bahan kain dan proses pembuatan kain ini tentu saja ribet. Sebab, melibatkan ratusan bahkan ribuan karyawan. hehe

(Sajadah.co)

2 thoughts on “Bahan-bahan Kain dan Proses Pembuatan Kain Lengkap

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *