bahan baku pupuk kompos
alamtani.com

Bahan Baku Pupuk Kompos Terlengkap

Posted on

Pupuk kompos sudah banyak digunakana oleh masyarakat. Nah, apa saja sih sebenarnya bahan baku pembuatan pupuk kompos? Berikut bahan baku lengkapnya

Bahan Baku Pupuk Kompos – Pupuk kompos dapat dibuat dari berbagai macam bahan. Alam telah menyediakannya secara melimpah. Kita dapat mengambil bahan baku pembuatannya dari sisa-sisa makanan, sisa tanaman yang terbuang, seperti seperti jerami, tangkai jagung, dan lain-lain. Walaupun hampir semua tanaman dapat dijadikan bahan baku pupuk kompos, ada beberapa tanaman yang tidak boleh digunakan dalam pembuatan pupuk kompos. Hal ini dikarenakan bahan-bahan tersebut dapat menimbulkan bau busuk dan mengundang penyakit pes. Beberapa contoh yang bahan-bahan yang tidak boleh digunakan, di antaranya adalah sebagai berikut (Murbandono, 2013:19):

  1. Daging, tulang, dan duri-duri ikan.
  2. Produk-produk yang berasal dari susu.
  3. Rumput liar dengan biji yang matang. Jika tetap ingin menggunakannya, maka biji-biji tersebut harus dimatikan terlebih dahulu. Cara mematikannya adalah dengan membungkus biji tersebut dengan kantung plastik hitam yang dipanaskan dua sampai tiga hari. Dengan demikian biji-biji rumput tersebut aman dijadikan bahan baku pembuatan pupuk kompos.
  4. Kotoran hewan peliharaan, seperti kucing dan anjing.
  5. Kulit-kulit keras biji kenari.
  6. Arang, abu arang, dan abu rokok.
  7. Potongan tanaman dan / atau rerumputan yang sudah tercemari bahan-bahan kimia.

Baca Juga :

  • Mengenal Lebih Jauh tentang Pupuk Kompos DISINI

  • Mengapa Harus Pupuk Kompos? Apa Manfaat dan Kegunaan Kompos? DISINI

Kecepatan suatu bahan menjadi kompos dipengaruhi oleh kandungan C/N (Carbon /Nitrogen). Semakin mendekati C/N tanah maka bahan tersebut akan lebih cepat menjadi komposan. Tanah pertanian yang baik mengandung unsur C dan N yang seimbang. Keseimbangan yang baik adalah C/N = 10/12 atau C:N = 10:12.(Murbandono,2003:19)

 

Bahan C/N
Kayu (tergantung jenis dan umurnya) ±200 : 400
Pangkasan pohon (tergantung jenis dan umurnya) 15 : 60
Jerami padi 50 : 70
Daun kering (tergantung jenisnya) 50 : 1+
Daun segar (tergantung jenisnya) 10:20
Kulit buah kapuk 1:50
Kulit buah kopi 15:20
Bahan pemangkasan pohon the 15:17
Tangkai jagung 60:1
Bahan pupuk hijau, besar, tidak terlalu tua 1:20
Daun dadap masih muda 1:11
Daun tephrosia masih muda 1:11
Bungkil dari biji kapuk 1 : 10
Bungkil biji kacang 1:7
Salvia 1:17
Humus 10:1
Kotoran sapi 20:1
Kotoran ungas 10:1
Kotoran kuda 25:1
Kertas Koran 50-2001

Tabel: Beberapa bahan dengan C/N-nya (Murbandono, 2003:20)




Bahan-bahan organik dalam pembuatan pupuk organik dapat berasal dari limbah pertanian atau nonpertanian. Bahan-bahan dari pertanian dapat berupa (jerami, tangkai jagung), sisa pertanian (tongkol jagung, kulit kacang, ampas tebu), kotoran ternak (sapi, kambing, kuda, unggas), dan lain-lain. Sedangkan bahan dari non pertanian dapat berupa sampah kota yang biasanya dikumpulkan dan sudah dipilah, serta limbah industri, terutama industri pangan. Pengomposan dapat dilakukan dengan mengkomposisikan bahan dasar dan mikro organisme untuk mempercepat pengomposan.

Bahan organik secara umum dapat dibedakan atas bahan organik yang mudah terdekomposisi karena susunan senyawa sederhana yang terdiri dari C, O, dan H, yang termasuk di dalamnya adalah senyawa selulosa, pati, gula, dan senyawa protein; dan bahan organik yang sulit terdekomposisi karena tersusun dari senyawa siklik yang sukar dirombak menjadi senyawa yang sederhana, termasuk di dalamnya adalah bahan organik yang banyak mengandung lignin, lemak, minyak, dan resin yang umumnya berada di jaringan tumbuh-tumbuhan. Kemudahan urutan dekomposisi bahan ditunjukan oleh Brandy (1990) dalam Mulyadi (2008). Semakin ke bawah, bahan organik akan semakin mudah terdekomposisi dan semakin ke atas, bahan organik akan semakin sulit terdekomposisi. Urutan kemudahan dekomposisi bahan organik adalah sebagai berikut, dari yang termudah hingga yang tersulit:

  • Gula, zat pati, protein sederhana
  • Protein kasar
  • Hemiselulosa
  • Selulosa
  • Lemak, lignin, lilin dan lain-lain.Selulosa

Kemudahan dekomposisi ditentukan oleh nisbah C dan N dalam bahan organik, maka akan semakin cepat mengalami proses dekomposisi. Di samping itu, bahan yang dikomposkan juga mempengaruhi proses pengomposan. Hal ini karena kesuburan tanaman dan tanah tergantung juga dengan unsur hara mikro dan makro, yang kemudian akan diambil dalam bentuk anion dan kation.

 

UNSUR HARA ESENSIAL PENYERAPAN OLEH TANAMAN DALAM BENTUK
ANION KATION
I.     U.H. MAKRO

N

P

K

Ca

Mg

S

II.  U.H. MIKRO

Fe

Mn

Bo

Mo

Co

Zn

C1

Co

 

NO¯3

H2PO¯4, HPO¯4

 

 

 

SO¯4

 

 

 

Bo³ˉ3

MoO²ˉ4

 

 

C1¯

 

NH+4

 

K+2+

Ca²+

Mg²+

 

 

Fe³+

Mn²+

 

 

Co²+

Zn²+

 

Co²+

Gambar: Pengambilan Unsur Hara Esensial dalam Bentuk Anion Dan Kation

Sumber: Sutedjo, 2002:22



Selain itu, proses pengomposan juga bergantung pada karakteristik bahan yang dikomposkan, aktivator pengomposan yang dipergunakan, metode pengomposan yang dilakukan. Hal ini disebabkan karena setiap organisme pendegradasi bahan organik membutuhkan kondisi lingkungan dan bahan yang berbeda-beda. Apabila kondisinya sesuai, dekomposer tersebut akan bekerja giat untuk mendekomposisi limbah padat organik. Apabila kondisi tidak sesuai, organisme tersebut akan dorman, pindah ke tempat lain, atau bahkan mati. (sajadah.co)

Sumber: Khalimatu Nisa Dkk, 2017, Buku Pintar Membuat Pupuk Kompos dan MOL

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *