Blue Lagoon Van Jogja
Sumber foto: http://www.info-jogja.com

Blue Lagoon van Jogja: Oase di Tepi Kebisingan Kota

Posted on

Blue Lagoon van Jogja: Oase di Tepi Kebisingan Kota – Jalan setapak terletak sekitar seratus meter dari sebuah gapura kecil berwarna kuning. Warung-warung yang dibangun dari bambu yang menjual beraneka makanan mulai berjajar di sisi kiri dan kanan. Sepelemparan batu dari lokasi itu, terbentang sebuah jembatan bambu kecil bertuliskan “Pemandian Sendang Putri”, yang terletak di areal objek wisata  Pemandian Tirta Budi, atau yang lebih sering disebut anak-anak muda Jogja dengan nama Blue Lagoon, lantaran airnya yang jernih dan terkadang memantulkan warna biru. Meskipun terbilang kecil dan jauh berbeda dengan Blue Lagoon yang berada di Iceland, objek wisata air ini menarik perhatian warga dan wisatawan Jogja sejak setahun terakhir.

Blue Lagoon Van Jogja
Sumber foto: http://www.info-jogja.com

Objek wisata Blue Lagoon berlokasi di Widodomartani, Ngemplak, Sleman. Letaknya bisa dibilang cukup strategis, tak terlalu jauh dari pusat kota. Dari Kota Yogyakarta, anda tinggal menempuh rute menuju Condong Catur. Atau, jika belum terlalu mengenal daerah Yogyakarta, ikuti saja Jalan Kaliurang menuju arah utara. Setelah sampai di Jalan Kaliurang kilometer 13, anda tinggal berbelok ke arah timur dan menempuh jarak beberapa kilometer sebelum sampai ke kawasan wisata yang kini sudah mulai dibanjiri wisatawan tersebut.

Baca Juga : Kedung Pengilon Yogyakarta, Wisata Alam Nan Asri

Selain menawarkan sensasi mandi di sungai, di Blue Lagoon kita juga bisa merasakan terapi ikan. Di pemandian ini terdapat banyak ikan-ikan kecil yang akan menggigit kulit kaki kita ketika kita berendam. Sungai ini sangat jernih sehingga kita juga bisa melihat banyak ikan-ikan kecil berenang di sela-sela tubuh saat kita berendam atau berenang.

Sejak berpuluh-puluh tahun silam, warga Desa Dalem, Widodomartani hidup berkelimpahan air. Tak kurang dari tiga buah mata air yang terus mengaliri pemukiman dan sawah mereka. Ketiga sumber penghidupan warga tersebut adalah Sendang Wadon (putri), Belik Kluwih dan Sendang Lanang (putra).

Baca Juga : Belajar dari Merapi di Museum Gunung Api

Ketiga sendang tersebut berada di daerah aliran Kali Tepus. Sendang Wadon yang merupakan tempat pemandian para wanita, berada di dalam sebuah bilik dan berupa kolam kecil. Sementara itu, Belik Kluwih dan Sendang Lanang merupakan aliran air yang mengucur dari pancuran air yang ditanam di dinding tepi kali. Air Belik Kluwih berkumpul dan membentuk sebuah kedung, sementara itu Sendang Lanang membentuk kolam kecil. Kedung inilah yang akhirnya dijuluki sebagai Blue Lagoon.

Blue Lagoon Van Jogja 2
Sumber foto: Twitter @Jogja24Jam

Menurut salah satu warga yang tinggal disekitar tempat wisata Blue Lagoon ini, dahulu bukanlah tempat wisata yang ramai dikunjungi.hanya digunakan sebagai tempat bermain air ataupun tempat pemandian oleh warga sekitar. Hal tersebut dikarenakan, tidak banyak yang mengetahui keberadaan tempat pemandian ini.

Awalnya, pada suatu hari seorang mahasiswa yang indekos di daerah sekitar pemandian Tirta Budi tersebut. Salah seorang warga mengajak mahasiswa tersebut untuk mandi di kolam Tirta Budi. Kala itu, belum terlintas bayangan bahwa kelak kawasan ini akan dikembangkan dan dipromosikan sebagai objek wisata. Namun sepulangnya dari kunjungan hari itu, si mahasiswa mulai mengajak teman-temannya untuk mengunjungi Tirta Budi. Semakin lama tempat tersebut menjadi ramai oleh pengunjung.


Selain itu, menurut salah satu warga sekitar tersebut tempat pemandian ini diubah namanya oleh salah satu kampus di jogja dari Tirta Budi menjadi Blue Lagoon. Tempat ini mulai terkenal dari mulut ke mulut dan menjadi populer setelah para pengunjung yang datang memamerkanfoto-foto kunjungan mereka ke blue lagoon lewat akun sosial media.Jadilah arus pengunjung semakin hari semakin deras berdatangan ke kawasan ini.

Usai puas bermain air, menikmati nasi kucing dan teh hangat sambil bersantai di gazebo-gazebo bambu karya warga sekitar menjadi pilihan yang tak kalah  menyenangkan.Sebab, sebetulnya, jika hanya dilihat dari segi wisata air, Blue Lagoon sleman ini tak begitu cukup untuk menampung antusiasme wisatawan. Areal kolam yang relatif mungil akan terasa sesak ketika jumlah pengunjung kian membeludak.

Suasana desa dan hangatnya interaksi dengan warga sekitar justru menjadi daya tarik tersendiri. Suara gemericik air, suara cericit burung, gemerisik daun-daun bambu yang bergoyang diterpa angin senja adalah keindahan alam yang mungkin sudah jarang ditemukan di tengah hiruk pikuk kota. Objek wisata yang terletak di sekitar pemukiman warga pun memungkinkan para pengunjung untuk melihat lebih dekat kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Meski sederhana, lokasi wisata ini seakan menjadi terapi pelepas penat di tengah kebisingan Kota Yogyakarta yang kian menjadi. Hanya beberapa puluh menit dari pusat kota, kita bisa menemukan tempat untuk melepaskan diri dari jalanan kota yang kian macet, asap kendaraan yang kian pekat di udara, juga bangunan mall dan hotel yang kian menyesakkan kota. (Ibnu Hajjar. A)

Sumber : Majalah Kagama Edisi Mei 2016

(sajadah.co)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *