agar anak pintar
agar anak pintar

Ingin Anak Pintar? Hindari 6 Hal Berikut Ini!

Posted on

Memiliki anak pintar merupakan harapan dan impian setiap orang tua. Namun, kita harus tahu, apa saja hal-hal yang harus kita hindari agar anak kita jadi anak pintar. Berikut ini sajadah.co telah merangkumnya.

agar anak pintar
Gambar anak pintar                                  Sumber foto : gudangkesehatan.com

Banyak sekali hal-hal sepele yang seharusnya kita hindari agar kita bisa menjadikan anak kita menjadi anak pintar. Akan tetapi, terkadang kita tidak menyadari hal-hal tersebut dan menyepelakannya. Orang tua mana sih yang tidak ingin anaknya menjadi anak pintar? Memiliki anak pintar adalah harapan dan dambaan setiap orang tua. Orang tua rela menyekolahkan anak mereka setinggi-tingginya agar anak mereka menjadi anak pintar. Bahkan dengan biaya yang tidak murah. Semua itu dilakukan orang tua hanya agar anaknya menjadi anak pintar. Oleh karena itu, selain harus mendidik mereka dengan benar, kita harus pintar-pintar memberikan mereka asupan gizi dan makanan serta mengarahkan gaya hidup mereka agar mereka menjadi anak pintar seperti yang kita inginkan. Berikut adalah hal-hal yang harus anda hindari agar anak anda menjadi anak pintar:

  1. Hindari Memberikan Makanan yang Bermentega dan Bermargarin pada Anak
hindari memberikan mentega dan margarin agar anak pintar
Sumber foto : apaperbedaan.com

Hal pertama yang harus anda hindari agar anak kita menjadi anak pintar adalah menghindari memberikan makanan yang bermentega dan bermargarin pada mereka.

Banyak orang bilang jika menggoreng menggunakan mentega atau margarin lebih menyehatkan. Asumsi ini dipengaruhi iklan yang sering sekali nongol di layar televisi Anda bukan? Memang margarin dan mentega telah ditambahkan berbagai vitamin yang diperlukan tubuh, tetapi hal ini tidak bisa dijadikan dalih begitu saja bahwa keduanya sepenuhnya menyehatkan.

Kebanyakan dari kita sulit membedakan mana margarin dan mana mentega. Untuk itu sebelum kita membahas lebih jauh menegani keduanya, alangkah baiknya jika mengetahui apa perbedaan margarin dan mentega?

Baca Juga : Manfaat dan Kegunaan Air Putih Bagi Otak

Mentega terbuat dari lemak hewani. Sehingga mentega mengandung kolestrol dan lemak jenuh yang cukup tinggi. sebenarnya kolestrol dapat membantu pertumbuhan otak, jaringan sel, hormon, dan usus, namun karena mengandung lemak jenuh yang tinggi, mentega bukan hanya akan meningkatkan kadar kolestrol total saja, melainkan juga meningkatkan kadar kolestrol jahat. Jenis kolestrol jahat ini dapat meningkatkan resiko penyakit kardio vaskular seperti hipertensi dan jantung.



Margarin terbuat dari lemak nabati dan berasal dari tumbuh-tumbuhan. Karena itu kandungan lemak jenuh sedikit dibandingkan dengan mentega. Margarin kaya akan lemak tak jenuh seperti omega-3 dan omega-6. Dalam suhu ruang, margarin akan lebih mudah meleleh dibanding mentega. Karena itu lemak nabati sebagai bahan dasar margarin diolah terlebih dahulu melalui proses hidrogenasi. Artinya lemak nabati dijenuhkan agar mendapatkan konsistensi dan tekstur yang lebih baik. Namun hasil dari proses penejenuhan tersebut adalah lemak trans, turunnya kadar kolestrol baik dan naiknya kadar kolestrol jahat.

Berikut dua cara kerja dari lemak trans dalam merusak otak :

  • Lemak trans mengganggu fungsi otak

Saat lemak trans sudah menjadi bagian selubung saraf otak dan sel-sel di otak serta, fungsi DHA dan asam lemak omega-3 akan digantikan olehnya. Hal ini akan membuat komunikasi sekuler dalam otak akan berantakan. Pada akhirnya, penurunan fungsi sel akan terjadi. Hal inilah yang nantinya dapat menimbulkan masalah-masalah seperti kehilangan memori, maasalah kesehatan, gangguan mood, bahkan penurunan kerja mental.

  • Lemak trans memperlambat sirkulasi pada otak

Kontribusi lemak trans pada penyakit kardiovaskular seperti memperlambat sirkulasi,  penebalan darah, dan penyumbatan arteri sudah tidak dapat diragukan lagi. Padahal otak mempunyai sistem vaskular. Fungsi dari sistem ini adalah mengirimkan oksigen dan nutrisi. Tidak hanya itu, ia juga berfungsi sebagai penghilang racun yang ada di seluruh bagian otak. Kesehatan dan fungsi otak akan terganggu oleh sistem vaskular yang tersumbat yang diakibatkan oleh lemak trans.

Oleh karena itulah, jangan terlalu sering memberikan anak makanan yang bermentega dan bermargarin agar anak anda tumbuh menjadi anak pintar.

  1. Hindari Memberikan Makanan Berpengawet pada Anak
hindari memberikan makanan berpengawet agar anak pintar
Sumber foto : dapuronlinequ.blogspot.co.id

Hal kedua yang harus kita hindari agar anak kita menjadi anak pintar adalah menghindari memberikan makanan berpengawet pada mereka.

Sangat sulit sekali untuk menghindari makanan tanpa bahan pengawet. Pada dasarnya untuk mengawetkan makanan ada banyak cara. Cara alami dengan cara pendinginan, pemanasan, pengeringan, hingga menggunakan bahan tambahan untuk mengawetkan makanan, seperti penggunaan beberapa bahan kimia. Pemerintah dalam hal ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM telah memberikan izin bagi produsen makanan untuk menggunakan bahwan pengawet dengan kadar yang telah ditetapkan oleh BPOM. Namun kenyataannya, masih banyak makanan dengan bahan pengawet beredar bebas di Indonesia, bahkan konsumennya kebanyakan adalah anak-anak.

Baca Juga : Kandungan dan Manfaat Kembang Kol Terlengkap

Ada banyak macam bahan pengawet yang biasa digunakan oleh produsen makanan. Tidak semua bahan pengawet baik untuk kesehatan. Berikut beberapa bahan pengawet makanan dan dampaknya bagi tubuh kita.

 

Bahan Pengawet Produk Pangan Pengaruh Terhadap Kesehatan
Ca-benzoat Sari buah, minuman ringan, minuman anggur manis, ikan asin Dapat menyebabkan reaksi merugikan pada asmatis dan yang peka terhadap aspirin.
Sulfur dioksida Sari buah, cider, buah kering, kacang kering, sirup, acar Dapat menyebabkan pelukaan lambung, mempercepat serangan asma, mutasi genetif, kanker, dan alergi
K-nitrit Daging kornet, daging kering, daging asin, pikel daging Nitrit dapat mempengaruhi kemampuan sel darah untuk membawa oksigen, menyebabkan kesulitas bernafas dan sakit kepala, anemia, radang ginjal, muntah
Ca-/ Na-propionat Roti dan tepung Migrain, kelelehan, kesulitan tidur

 

Na-metasulfat Roti dan Tepung Alergi kulit

 

Asam Sorbat Produk jeruk, keju, pikel, dan salad Pelukaan kulit
Natamsyim Daging dan keju Dapat menyebabkan mual, muntah, tidak nafsu makan, diare, dan pelukaan kulit
K-asetat Makanan asam Merusak fungsi ginjal
BHA Daging bab segar, sosis babi, minyak sayur, shortening, kripik kentang, pizza beku, instant teas Menyebabkan penyakit hati dan kanker
formalin Tahun, mie basah Kanker, paru-paru, ganguan pada jantung, gangguan alat pencernaan, gangguan ginjal, dll
Boraks atau pijer Basao, mie Gangguan pada kulit, gangguan pada otak, gangguan pada hati, dll




Untuk mengamankan bahan konsumsi keluarga Anda, alangkah baiknya pada ibu untuk mencoba membuatkan camilan bagi keluarga dengan menggunakan bahan-bahan yang alami dari alam, seperti membuat krupuk sendiri dari nasi atau tepung dengan tanpa menambahkan boraks. Karena kesehatan keluarga sangat berharga. Mulai hindari mengkonsumsi makanan dengan bahan pengawet rendah. Oleh karena itu, jangan memberikan anak anda makanan-makanan yang mengandung pengawet agar anak anda tumbuh menjadi anak pintar. Selain tidak baik untuk kesehatan, makanan yang mengandung pengawet juga bisa menghambat pertumbuhan anak menjadi anak pintar.

  1. Jangan Memperbolehkan Anak Tidur Tidak Tepat Waktu
agar anak pintar jangan perbolehkan anak tidur tidak tepat waktu
Sumber foto : abiummi.com

Hal ketiga yang harus kita hindari agar anak kita menjadi anak pintar adalah mengatur waktu tidur mereka.

Ibarat sebuah mesin, perlu ada jadwal yang jelas bagi tubuh kita untuk bekerja dan beristirahat.Untuk itu perlu dipikirkan kapan waktu yang tepat bagi tubuh, terutama otak kita untuk tidur. Menurut pakar kesehatan tubuh Shawn Stevenson yang dikutip oleh Purwandi dalam kompas.com, secara biologi tubuh manusia dipengaruhi oleh pola matahari. Jika seseorang tidur sebelum larut malam dan bangun saat matahari terbit, itu artinya ia mengikuti ritme sirkadian alami. Mengapa harus bertumpu matahari? Sebab ternyata semakin dekat dengan pola matahari, energi seseorang akan semakin baik. Oleh karena itu Stevenson merekomendasika jadwal tidur ideal mulai pukul 22.00 hingga 06.00 pagi atau sedikit fleksibel dengan waktu tersebut, tidak apa-apa.

Di sisi lain, Natural Sleep Foundation (NSF) merekomendasikan durasi waktu tidur berdasarkan usia berikut ini.

Usia  0 – 3 bulan, 14 – 17 jam per hari

Usia 4-11 bulan, 12-15 jam per hari

Usia 1-2 tahun, 11-14 jam per hari

Usia 3-5 tahun, 10-13 jam per hari

Usia 6-13 tahun, 9-11 jam per hari

Usia 14-17 tahun, 8-10 jam per hari

Usia 18-25 tahun, 7-9 jam per hari

Usia 26-64 tahun 7-9 jam per hari

Usia 65 ke atas yakni 7-8 jam per hari

Memastikan durasi waktu tidur yang cukup amatlah penting sebab, tidur yang kurang maupun tidur yang berlebih sama-sama membawa resiko yang besar. Berdasarkan penelitian dari Europan Heart Journal tahun 2011 sebagaimana dikutip oleh nationalgeographic.co.id[3] orang yang memiliki waktu tidur yang kurang beresiko penyakit jantung koroner hingga 48% dalam waktu 7 hingga 25 tahun. Dalam jangka waktu yang sama pula dapat beresiko stroke hingga meninggal sebesar 15%. Sedangkan, waktu tidur berlebih akan menimbulkan resiko penyakit jantung koroner sebanyak 38% dan stroke sebesar 65%. Oleh karena itu, atur jam tidur anak anda agar anak anda menjadi anak pintar. Otak anak juga butuh istirahat agar otak mereka bisa bekerja dengan baik dan bisa menjadi anak pintar.


  1. Hindari Memberikan Makanan Berperasa pada Anak
agar anak pintar hindari memberikan makanan yang mengandung perasa makanan
Sumber foto : food.detik.com

Hal keempat yang harus kita hindari agar anak kita menjadi anak pintar adalah menghindari memberikan makanan yang berperasa pada mereka.

Bahan yang sering digunakan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia untuk penyedap rasa masakan adalah MSG. Selama ribuah tahun lalu, koki Jepang telah menambahkan bahan khusus untuk resep mereka dengan tujuan memperkuat rasa yang diinginkan dari makanan. Bahan ini memang pada awalnya terbuat dari rumput laut.

Baca Juga : Ternyata Banyak Sekali Manfaat Brokoli untuk Kesehatan

Namun, hanya pada abad ini bahan kimia aktif yang memperkuat rasa ini diisolasi. Tak lama setelah proses isolasi, para ahli kimia yang menemuka MSG mengubahnya menjadi industri yang maju di dunia. Tak lama Amerika juga berhasil menemukan produk penguat rasa makanan, seperti Pillsbury, Oscar Mayer, Libby’s, dan Campbell’s. Bahkan pada saat itu, MSG dianggap sangat aman dan dianjurkan lewat buku-buku masak.

Pada tahun 1960-an banyak penelitian muncul yang menunjukkan bahwa MSG berbahaya. Seorang ahli saraf bernama John W. Olney mecoba penelitian dengan memberikan MSG pada tikus, hasilnya MSG tidak hanya berbahaya bagi retina mata tapi juga bagi sistem otak. Olney mencoba mengampanyekan hasil temuan kepada ibu-ibu agar tidak memakai produk makanan bayi yang mengandung MSG, namun usaha itu gagal. Olney menemukan titik terang setelah berbicara di depan sebuah komite kongres. Semua sepakat untuk menghapus MSG dari makanan bayi, tetapi apa semua telah melakukannya?

Hal yang perlu kita ketahui adalah otak yang sangat rentan terhadap eksitoksin. Para ahli menyatakan bahwa senyawa ini di awal kehidupan bisa menyebabkan cacat perkembangan otak yang akan menghasilkan kesulitan belajar dan masalah perilaku pada anak. Ketika neuron tekena zat ini, neuron akan menjadi sangat bermanfaa dan api impuls sangat cepat sampai nueron mengalami keadaan kelelahan ekstrem. Namun beberapa jam kemudian, neuron tiba-tiba mati, seolah-olah sel bersemangat untuk mati. Beberapa bahan dari excitotoxins adalah glutamat.

MSG adalah bentuk meodifikasi dari asam glutamat di mana natrium ditambahkan ke molekul. Tetapi bagian beracun dari glutamat bukan natrium. Sering kali produsen MSG akan mencampurkannya dengan bahan lain untuk menyamarkannya atau menggukana zat yang diketahui mengandung konsentrasi glutamat. Misalnya sebutan penyedap alami mungkin mengandung beberapa persen MSG. Sebenarnya campuran ini terbuat dari sampah sayuran yang tidak terpakai dan tidak layak jual.



Eksitoksin memainkan peran utama dalam seluruh kelompok penyakit otak degeneratif pada orang dewasa, terutama pada orang tua. Penyakitk ini termasuk penyakit parkinson, alzheimer, huntington dan amyotrophic lateral sclerosis (ALS), serta beberapa gangguan pada sistem saraf.[1] Oleh karena itu, jangan sering-sering memberikan anak makanan yang mengandung peraasa agar anak anda menjadi anak pintar.

  1. Hindari Memberikan Makanan yang Mengandung Pewarna pada Anak
agar anak pintar jangan beri makanan yang mengandung pewarna makanan
Sumber foto : tokopedia.com

Hal kelima yang harus kita hindari agar anak kita menjadi anak pintar adalah menghindari memberikan makanan yang mengandung pewarna pada mereka.

Untuk menarik konsumen, para produsen makanan menggunakan pewarna untuk mempercantik produknya. Dulu, sebenarnya untuk mepercantik warna makanan, dapat menggunakan beberapa bahan dari alam, seperti untuk membuat mie dengan warna-warni bisa menggukana wortel atau sayur-sayuran, dan masih banyak lagi. Namun, akibat persaingan bisnis ketat dan di dorong oleh keinginan meraup keuntungan lebih, banyak produsen yang menambahkan beberapa bahan ke makanan buatannya. Padahal tidak semua bahan yang ditambahkan aman bagi tubuh, seperti bahan kimia pada pakaian.

Selain warna yang lebih menarik, keunggulan lain pewarna buatan dibandingkan pewarna alami adalah biaya yang dibutuhkan dalam proses produksinya lebih kecil serta memiliki waktu kadaluwarsa yang jauh lebih panjang daripada pewarna alami. Terlepas dari keunggulannya, pewarna sintetis ternyata menyimpan sejuta bahaya, terutama bagi kesehatan manusia yang mengonsumsinya. Penelitian mengenai hal ini mengungkapkan bahwa hubungan zat adiktif makanan dengan permasalahan yang sangat serius pada anak-anak tidak hanya termasuk hiperaktif, namun juga gangguan kognitf dan dorongan agresif, asma, dan penyakit gatal, dan lain sebagainya.

Ada beberapa jenis pewarna buatan yang sering digunakna oleh produsen makanan, diantaranya adalah sebagai berikut[1] :

  • Rhodamin B. D and C Red no 19. Food Red 15, ADC Rhodamine B, Aizen Rhodamine, dan Brilliant Pink

Sebenarnya jenis pewarna ini tidak boleh digunakan untuk mewarnai makanan karena digunakan dalam industri tekstil dan kertas. Rhodamin B sering disalahgunakan pada pembuatan kerupuk, terasi, cabe merah giling, agar-agar, aromanis/kembang gula, manisan, sosis, sirup, minuman, dan lain-lain. Ciri-ciri pangan yang mengandung rhodamin B antara lain warnanya cerah mengkilap dan lebih mencolok, terkadang warna terlihat tidak homogen (rata), ada gumpalan warna pada produk, dan bila dikonsumsi rasanya sedikit lebih pahit. Jika dikonsumsi akan berefek buruk untuk kesehatan. Salah satunya dapat menimbulkan iritasi pada saluran pencernaan jika terhirup langsung. Jika dikonsumsi akan menimbulkan reaksi keracunan dan warna air seni bisa menjadi merah.

  • Methanil Yellow

Jenis pewarna non pangan yang satu ini menghasilkan warna kuning dan tak mudah larut dalam air. Meskipun dilarang untuk mewarnai makanan, namun banyak juga yang menggunakan pewarna sintetik ini untuk mewarnai kue-kue. Methanil Yellow seharusnya digunakan untuk mewarnai pakaian dan cat kayu. Efek sampingnya juga sama dengan Rhodamin B.

  • Ponceau 4R (E124 atau SX Purple)

Produk yang dimiliki pewarna sintetik ini adalah E124. Warna yang dihasilkan adalah merah hati keunguan. Ponceau ini banyak digunakan untuk mewarnai selai, kue, agar-agar dan minuman. Pewarna ini memiliki nilai ambang batas 4 mg/kg/hari. Selain berpotensi memicu hiperaktivitas pada anak, Ponceau 4R dianggap karsinogenik (penyebab kanker) di beberapa negara, termasuk Amerika Serikat, Norwegia, dan Finlandia. US Food and Drug Administration (FDA) sejak tahun 2000 telah menyita permen dan makanan buatan Cina yang mengandung Ponceau 4R. Pewarna aditif ini juga dapat meningkatkan serapan aluminium sehingga melebihi batas toleransi.

  • Sunset Yellow (E110, Orange Yellow S atau Yellow 6)

Sunset Yellow adalah pewarna yang dapat ditemukan dalam makanan seperti jus jeruk, es krim, ikan kalengan, keju, jeli, minuman soda dan banyak obat-obatan. Senyawa ini memiliki ambang batas sebesar 3,75 mg/kg/hari atau 112,5 mg untuk anak dengan berat badan 30 kg. Untuk sekelompok kecil individu, konsumsi pewarna aditif ini dapat menimbulkan urtikaria, rinitis, alergi, hiperaktivitas, sakit perut, mual, dan muntah. Dalam beberapa penelitian ilmiah, zat ini telah dihubungkan dengan peningkatan kejadian tumor pada hewan dan kerusakan kromosom, namun kadar konsumsi zat ini dalam studi tersebut jauh lebih tinggi dari yang dikonsumsi manusia. Kajian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tidak menemukan bukti insiden tumor meningkat baik dalam jangka pendek dan jangka panjang karena konsumsi Sunset Yellow. Namun demikian karena tidak memberikan manfaat kesehatan, pewarna ini seharusnya dihilangkan dari penggunaan pada makanan.

  • Quinoline Yellow (E104)

Pewarna makanan kuning ini digunakan dalam produk seperti es krim dan minuman energi. Ambang batass untuk pewarna ini adalah 5 mg/kg/hari. Zat ini sudah dilarang di banyak negara termasuk Australia, Amerika, Jepang dan Norwegia karena dianggap meningkatkan risiko hiperaktivitas dan serangan asma.

  • Brilliant Blue

Senyawa ini merupakan pewarna makanan biru yang larut dalam air dan banyak digunakan pada roti, minuman, bubuk pemanis, perment, sereal, obat-obatan, dan produk lainnya. Ambang batas untuk pewarna ini adalah 12 mg/kg/hari, untuk anak dengan berat badan 30 kg sebesar 360 mg/hari. Pada beberapa penelitian lain tidak ditemukan bukti karsinogenik, namun pada penelitian lainnya menimbulkan pertanyaan tentang kemungkinan kerusakan. Hasil tes invitro, pewarna ini menginhibisi pertumbuhan neurit dan bertindak secara sinergis dengan asam L-glutamat, mengjaukan potensial terhadap neurotoksisitas. Hal ini tentu saja mengkhawatirkan untuk janins dan bayi dibawah enam bulan yang halangan darah-otak belum sepenuhnya berkembang. Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan sebelum pewarna ini dinyatakan aman



Sebenarnya banyak sekali beberapa macam pewarna sintesis yang ditambahkan ke dalam makanan maupun minuman. Alangkah baiknya jika kita selalu waspada terhadap berbagai makanan dan minuman yang kita dibeli di sekitar kita, terutama anak-anak yang kurang mengerti mengenai hal itu. Oleh karena itu, jangan terlalu sering memberikan anak makanan yang mengandung zat pewarna agar anak anda menjadi anak pintar.

  1. Hindari Memberikan Daging Merah pada Anak secara Berlebihan
agar anak pintar jangan berikan daging merah berlebihan pada anak
Sumber foto : merdeka.com

Hal keenam yang harus anda hindari agar anak kita menjadi anak pintar adalah menghindari memberikan daging merah secara berlebihan pada mereka.

Siapa yang pernah mengonsumsi daging merah? Daging sehat yang sangat melezatkan jika diolah menjadi berbagai makanan. Ada rendang, sop daging, rawon, atau bakso. Harga daging yang cenderung mahal, membuat sebagian orang enggan mengonsumsinya. Orang hanya mengonsumsi daging di saat moment-moment tertentu, seperti acara nikahan, khitanan, atau hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Di hari raya Idul Adha, masyarakat Muslim yang mampu menunaikan kewajibannya untuk berkurban, dan daging akan dibagikan kepada para fakir. Di moment seperti ini lah masyarakat bisa merasakan daging.

Memang, manfaat daging merah juga banyak. Akan tetapi, jika dikonsumsi secara berlebihan, daging merah juga tidak baik bagi kesehatan. Anda dan anak anda memang harus mengonsumsinya meskipun tidak sering. Selain harganya mahal, mengonsumsi daging merah berlebihan memang tidak terlalu bagus. Bahkan dapat menimbulkan beberapa penyakit. Berikut beberapa bahaya daging merah bagi kesehatan tubuh terutama otak.

  • Masalah pencernaan

Kandungan bakteri Eschericia Coli yang ada dalam daging merah dapat menyebabkan sakit perut. Ini adalah salah satu  gejala pencernaan. Bakteri ini muncul saat daging merah tak diperlakukan dengan sehat dan higienis.

  • Resiko penyakit alzheimer

Penyakit ini menyerang otak manusia. Mengonsumsi daging merah berlebihan bisa menyebabkan resiko terkena penyakit alzheimer. Kandungan zat besi dalam daging merah sangat berlebihan. Hal ini bisa mengubah jaringan saraf dan sistem otak. Hal inilah yang nantinya akan menyebabkan munculnya penyakit alzheimer.

  • Resiko penyakit jantung

Bakteri dalam daging merah bisa merusak sistem pencernaan. Tidak hanya itu, bakteri ini pun dapat menyebabkan pembentukan trimetilamina-N-oksida yang turut menyebabkan pengerasan pembuluh darah serta menyebabkan penyakit jantung.

  • Resiko penyakit stroke

Stroke adalah penyakit yang disebabkan kadar kolestrol tinggi. Hal ini menyebabkan penghambatan kerja pembuluh darah. Kolestrol dapat menjadi plak dalam pembuluh darah. Akhirnya, kolestrol akan menghambat oksigen ke otak dan aliran darah.

Demikian lah beberapa bahaya yang ditimbulkan dari mengonsumsi daging merah yang berlebihan. Sebenarnya masih banyak lagi dampak yang ditimbulkan, seperti resiko diabetes tipe 2, obesitas, tekanan darah tinggi, resiko penyakit endometriosis, dan beberapa penyakit lainnya. Untuk mendapatkan khasiat yang luar biasa, alangkah baiknya kita mengonsumsi daging merah sesuai dengan kadar tubuh butuhkan. Termasuk pada anak-anak. Jangan terlalu banyak memberikan daging merah secara berlebihan pada anak agar anak menjadi anak pintar.

Itulah hal-hal yang harus anda hindari bagi anak anda jika ingin anak anda menjadi anak pintar yang encer dan cerdas otaknya. (sajadah.co)

 

[1] Sumber berasal dari Excitotoxin The Taste That Kill, karya Dr. Blaylock (dokter ahli bedah otak ).

[2] Dini Rohmawti. Bahaya Pewarna Sintetik dalam Makanan dalam staff.uny.ac.id/…/bahaya-pewarna-sintetik-dalam-makanan.pdf. diakses pada 27 Mei 2017.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *