Insomnia diobati dengan obat tidur
Sumber foto : insomnia.net

Insomnia diobati dengan obat tidur? Baikkah?

Posted on

Apakah obat tidur bisa dibuat untuk mengobati insomnia?

Insomnia diobati dengan obat tidur
Sumber foto : insomnia.net

Insomnia diobati dengan obat tidur – Sebagian orang menggunakan obat tidur atau obat penenang untuk membantu mereka dalam menghilangkan pengaruh ketegangan syaraf dan emosi jiwa untuk masuk ke dalam tidur. Seseorang tidak harus meminum obat-obat ini kecuali dengan resep dari dokter. Adapun jika seseorang menggunakannnya berdasarkan kemauannya sendiri, maka ia seperti orang yang berada dalam panas lalu berlindung dengan api. Obat-obat ini akan mengantarkannya pada tidur yang tidak alami sehingga tidak memberikan ketenangan bagi badan dan relaksasi bagi jiwa. Bahkan, terkadang malah menyebabkan efek samping yang buruk bagi badan dan mungkin bisa menyebabkan kecanduan obat-obat tersebut. Obat-obat ini bekerja pada pusat-pusat tertentu di otak terutama selaput otak. Sel-sel syaraf dalam sistem syaraf pusat berhubungan satu sama lainnya melalui benang-benang syaraf yang membawa sinar-sinar listrik.

Di dalam sistem syaraf pusat terdapat ribuan juta sel syaraf. Seandainya kita bayangkan bahwa benang-benang syaraf pada otak manusia dan sistem syarafnya berhubungan satu sama lain dalam satu benang, maka panjang benang tersebut adalah setengah juta kilo meter. Ini adalah hakikat-hakikat yang mengejutkan akal. Maka manusia akan teringat dengan firman Allah.

Baca juga : Cara Ampuh Mengobati Insomnia Menurut Islam DI SINI

Baca juga : Obat Tidur: Cara Kerja dan Efek Sampingnya

“Ini adalah ciptaan Allah, maka perlihatkanlah kepadaku apa yang diciptakan oleh orang-orang selain-Nya.” (Luqman: 11)

Tidur yang diakibatkan dari mengkonsumsi obat tidur adalah tidur yang tidak alami dan tidak memberikan ketenagan badan dan jiwa sesuai harapan. Tidur yang di dalamnya tidak terjadi mimpi. Padahal, mimpi adalah fenomena sehat. Orang yang terhalang dari mimpi akan menyebabkan kemudharatan bagi jiwa.

Ketika tidur alami, orang yang tidur mengubah posisi tidurnya di tempat tidur dari waktu ke waktu. Dengan demikian, akan memperbarui aktivitas sirkulasi darah di kulit dan juga menenangkan otot-otot dan tulang-tulang tubuh. Karena tubuh yang terbolak-balik ketika tidur  dapat membagi dua tingkat relaksasi dan tekanan tempat tidur pada anggota badan secara sama. Maka ini tidak akan membahayakan kulit dan anggota tubuh lainnya. Adapun tidur karena mengonsumi obat tidur, maka orang yang tidur tidak bergerak ketika tidur sehingga akan menimbulkan mudharat bagi kulit, otot-otot badan dan sistem gerak secara keseluruhan. Maka ketika bangun, ia akan merasa capai dan letih.



Baca juga : Penyebab Insomnia yang Paling Utama dan Harus Dihindari DI SINI

Tidak ada solusi dan obat bagi insomnia kecuali dengan menghilangkan sebab-sebabnya yang telah kami sebutkan sebagian darinya. Sebab-sebab itu secara global adalah perasaan sedih karena sesuatu yang telah lewat, takut akan bahaya yang dinanti, atau keletihan dan penderitaan yang terus menerus. Maka tidak ada jalan bagi manusia kecuali menyerahkan semua kesedihan, sakit dan keletihannya kepada Allah. Kemudian bermunajat kepada Tuhannya sebagaimana Rasulullah telah mengajarkan kepada kita. Kami tidak mengajak meninggalkan terapi medis, karena terapi medis juga diperlukan. Islam memerintahkan kita untuk mengambil sebab-sebab. Setelah kita mengkonsumsi obat yang telah diresepkan oleh dokter, kita menghadap kepada Allah memanjatkan doa-doa.

Doa insomnia telah diajarkan Rasulullah kepada kita. Apabila orang yang terkena insomnia membacanya dan ia dalam keadaan berwudhu, maka insomnia akan hilang. Diriwayatkan oleh Zaid bin Tsabit RA, ia berkata, “Aku mengeluhkan kepada Rasulullah insomnia yang menimpaku, maka beliau bersabda, “Katakanlah, “Ya Allah, bintang-bintang telah datang, mata-mata telah tenang dan Engkau Maha hidup lagi Maha berdiri sendiri, Engkau tidak mengantuk dan tidak tidur, wahai yang Maha hidup, wahai yang Maha berdiri sendiri, tenangkanlah malamku dan tidurkanlah mataku.” Zaid berkata, “Maka aku membacanya, lalu Allah menghilangkan dariku apa yang telah aku rasakan.” Rasulullah bersabda, “Wahai yang Maha hidup, wahai yang Maha berdiri sendiri, tenangkanlah malamku dan tidurkanlah mataku,” dan tidak bersabda menggunakan kalimat “Tidurkanlah jasadku, atau tidurkanlah pikiranku atau hatiku. Sebab, anggota-anggota tubuh tidaklah tidur, tetapi yang tidur adalah mata dan alat indera. Maka dari itu Rasulullah SAW bersabda, “Wahai yang Maha hidup, wahai yang Maha berdiri sendiri, tenangkanlah malamku dan tidurkanlah mataku.” (sajadah.co)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *