kain ulos 3
Kain Ulos

Kain Ulos : Fisolofi, Makna, dan Jenisnya

Posted on

Di Indonesia, ada berbagai macam kain khas daerah. Salah satunya adalah kain Ulos. Kain ini merupakan kain tenun berbentuk selendang yang khas Batak. Lalu, apa sih sebenarnya filosofi dan makna kain Ulos ini sendiri? Dan apa saja jenisnya?

Makna Kain Ulos

Secara kebahasaan, Ulos adalah selimut. Selimut yang berguna untuk melindungi tubuh dari udara dingin serta menghangatkannya ketika udara sedang dingin. Matahari, api, dan ulos adalah sumber yang memberi panas kepada manusia menurut kepercayaan leluhur suku Batak. Dan, diantara ketiganya, Ulos menjadi sumber kehangatan yang paling akrab dan nyaman dalam keseharian manusia.

Di Batak, ada ritual yang disebut sebagai ritual mengulosi. Ritual ini memiliki beberapa aturan, diantaranya adalah bahwa seseorang hanya bisa mengulosi seorang yang secara silsilah berada di bawahnya. Jadi, anak tidak boleh mengulosi orang tua. Tapi, orang tua bisa mengulosi anak.

Baca Juga : Bahan-bahan Kain dan Proses Pembuatan Kain Lengkap

Baca Juga : Bahan Polycotton : Spesifikasi, Kelebihan, Kekurangan dan Harganya

Setiap kain Ulos juga mempunyai makna tersendiri. Mulai dari kapan dipergunakan, dalam upacara adat yang seperti apa, disampaikan kepada siapa, dst. Setiap jenis kain ulos mempunyai fungsinya masing-masing dan tidak bisa dipertukarkan. Dan, yang tak kalah penting, jenis kain ulos yang diberikan tidak boleh melanggar ketentuan adat. Artinya, harus sesuai dengan ketentuan adat.

kain ulos
Kain Ulos

Seiring perkembangan waktu, Ulos tidak hanya diberikan kepada orang Batak saja. Tapi juga diberikan kepada orang “Non-Batak”. Pemberian ulos kepada orang Non-Batak ini biasanya dapat berarti sebagai sebuah simbol kasih sayang atau penghormatan. Misalnya, ketika ulos diberikan kepada pejabat, maka doa yang mengiringi adalah agar kehangatan dan kasih sayang pejabat kepada rakyatnya selalu menyertainya ketika menjalankan tugas-tugasnya.

Filosofi Kain Ulos

Lalu, secara filosofis, apa makna Ulos? Atau, melambangkan apa sih Ulos itu? Jawaban dari pertanyaan ini bisa kita temukan dalam salah satu pepatah Batak.

Ijuk pangihot ni hodong, Ulos pangihot holong.”

Arti dari pepatah ini adalah, “Jika ijuk adalah pengikat pelepah dan batangnya, maka Ulos adalah pengikat kasih sayang antara sesama.”

Dari pepatah ini kemudian, secara filosofis, Ulos merupakan simbol dan lambang dari persatuan, kasih sayang dan restu.


Jenis Kain Ulos Batak

1. Kain Ulos Ragidup

Menurut kepercayaan batak, Ulos Ragidup adalah Ulos yang memiliki derajat paling tinggi. Derajat ulos ini, acapkali dijadikan sebuah simbol atau corak warna di rumah atau suatu gedung. Disebut Ulos Ragidup karena kata aragi berarti adalah hidup. Oleh karena itu, Ulos Ragidup ini merupakan lambang dan simbol kehidupan. Dari sini pula kita bisa memahami kenapa orang batak sangat memandang rendah tindakan bunuh diri dan menganggap tindakan ini sebagai tindakan yang paling bodoh.

Motif Ulos Ragidup adalah motif yang paling rumit diantara ulos yang lain. Tidak hanya itu, ulos satu ini adalah ulos dengan tingkat kesulitan tertinggi dalam proses pembuatannya. Cara memakai ulos ini biasanya dengan cara dijadikan selendang.

2. Kain Ulos Ragidup Silinggom

Perbedaan Ragidup dengan Ragidup Silinggom ini terletak pada bagian “badan”. Badan dari ulos satu ini lebih gelap. Biasanya, ulos ini diberikan kepada anak yang memiliki kekuasaan atau pangkat jabatan. Maksud dari pemberian ulos ini kepada sang anak adalah agar kita bisa berlindung di bawah kebijaksanaannya. Selain itu, ulos ini juga biasanya diberikan kepada petinggi-petinggi yang berkunjung ke Batak. Meskipun kadang bisa kita ditemui di pasaran, sebenarnya Ulos jenis satu ini tidak diperjualbelikan.

kain ulos
Menenun Kain Ulos

3. Kain Ulos Bintang Maratur atau Kain Ulos Marotur

Ulos satu ini melambangkan kebijaksanaan. Sebutan lain dari ulos ini adalah siatur hamoraon, siatur marboru, siatur maranak dan siatur hagabeon.

4. Kain Ulos Sadum Angkola atau Kain Ulos Godang

Diantara semua jenis ulos, ulos satu ini bisa dikatakan sebagai ulos yang memiliki warna dan corak yang paling bagus dan indah. Oleh karena itu, tidak heran apabila harga ulos satu ini mahal. Lebar ulos ini sendiri pun terbilang cukup lebar apabila dibandingkan dengan ulos lainnya.

Memang sih, derajat ulos ini masih kalah dibandingkan dengan Ulos Ragidup. Akan tetapi, tetap saja, soal harga, ulos satu ini jauh lebih mahal.



Anak kesayangan yang membawa sukacita dalam sebuah keluarga biasanya diberikan ulos satu ini. Harapnnya agar kelak, anak ini bisa membawa kebajikan yang banyak, dapat menggapai cita-citanya, serta mendapat berkat dari Tuhan.

Dalam pemakaian, ulos satu ini biasanya dibuat baju. Atau bisanya dipakai atau dililitkan di kepala. Kadang juga dililit dipinggang atau cukup ditenteng.

5. Kain Ulos Ragi Hotang

Dalam pesta adat, ulos ini sering digunakan. Sebab, memang, ulos ini akan tampak anggun ketika dipakai. Apalagi kalau motif dari ulos ini dari jenis yang bagus. Tentu akan tampak lebih anggun.

Secara pembuatan, memang ulos ini tidak sesulit pembuatan Ulos Ragidup. Akan tetapi, Ulos Ragi Hotang termasuk salah satu Ulos yang mahal dan berkelas tinggi. Sebab, Ulos ini memang ulos yang terbaik dan terindah.

Selain dijadikan baju, ulos ini juga digunakan untuk mengafani jenazah serta membungkus tulang belulang ketika upacara penguburan yang kedua kalinya, atau bisa dikenal dengan mengungkal holi.

6. Kain Ulos Sitolu Tuho

Ulos satu ini melambangkan kekeraban orang Batak. Sitolu sendiri artinya adalah tiga cabang. Dan Tohu sendiri berarti cabang pohon.

7. Kain Ulos Bolean

Secara bahasa, Bolean berarti membelai-belai. Ulos satu ini sendiri biasanya diberikan kepada anak yang kehilangkan orang tuanya. Pemberian ulos ini bermaksud agar anak mendapat belaian kasih sayang agar dapat menghilangkan rasa sedih yang dirasakan si anak. Agar ia dapat tabah menghadapi kenyataan tersebut.

8. Kain Ulos Sibolang

Eits, jangan kira ini kain ulos milik Si Bolang yang ada di stasiun televisi anda loh. Ulos ini diberikan kepada seseorang karena jasanya serta memberikan rasa hormat untuk orang tersebut. Selain itu, ulos satu ini juga sering dipakai oleh para janda dengan cara dililitkan di kepalanya saat suaminya meninggal. Seringkali ulos ini dipakai ketika menghadiri upacara kematian.


9. Kain Ulos Mangiring

Ulos satu ini biasanya digunakan menggendong anak. Dulu, ulos satu ini biasanya dihadiahkan kepada pasangan muda atau sepasang kekasih. Seringkali, ulos ini diberikan kepada pasangan pengantin. Cara pakainya adalah dengan dijadikan selendang.

 

(Sajadah.co)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *