Khasiat Omega 3 bagi kesehatan
Sumber foto : majalahkartini.co.id

Khasiat Omega 3 Bagi Kesehatan

Posted on

Tahukah anda, apa itu omega 3? Apa sajakah khasiat omega 3 itu? Apakah omega 3 berkhasiat bagi kesehatan? Berikut penjelasannya

Khasiat Omega 3 bagi kesehatan
Sumber foto : majalahkartini.co.id

Sering kali kita mendengar kata omega 3? Kadang pula kita menemukannya di bungkus atau kardus susu. Sebenarnya apa sih omega 3 itu? Omega 3 merupakan asam lemak tak jenuh jamak (polyunsaturated) yang tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh. Jadi omega 3 bisa kita dapatkan lewat asupan makanan-makanan yang kita konsumsi. Omega 3 bisa kita dapatkan dari mengkonsumi lemak hewani, atau bisa juga kita dapatkan dari lemak nabati.

Omega 3 dibagi berdasarkan jenis dan perannya masing-masing, yaitu :

  1. Eicosapentaenoic acid atau biasa disingkat EPA. Bagian ini memiliki fungsi menghasilkan senyawa kimia eicosanoid dalam tuuh yang berperan menjaga kekebalan tubuh dan mengendalikan peradangan. EPA juga diketahui membantu meringankan gejala depresi.
  2. Decosahexaenoic acid atau DHA. Bagian ini merupakan salah satu komponen utama yang membangung 8% dari berat otak, sehingga jenis asam lemak ini sangat diperluhkan dalam pertumbuhan dan perkembangan otak. DHA tidak hanya dubutuhkan oleh anak-anak pada perkembangan namun juga pada lansia untuk mencegah kerusakan otak seperti demensia.
  3. Alpha-Linolenic acid atau disebut ALA. Bagian ini memiliki bentuk yang paling sederhana diantara ketiga asam lemak omega-3, ALA dapat dibentuk kembali menjadi DHA atau EPA, namun sebagian besar ALA digunakan sebagai penghasil energi.

Baca Juga : Buah Blueberry dan Manfaatnya Bagi Kesehatan

Selain menjalankan fungsi jenis asam lemak masing-masing, omega 3 juga diserap oleh membranse sel tubuh. Khasiat omega 3 adalah untuk mengatur lemak tubuh dengan cara meningkatkan kadar kolestrol baik untuk mencegah plak pada pembuluh darah, mengurangi penumpukan lemak dibawah kulit dan lemak yang tersimpan pada hati. Sayangnya pola makan modern, lebih banyak mengonsumsi gula, karbohidrat dan lemak sangan sedikit  yang mengandung asam lemak omega 3.

Baca Juga : Kandungan dan Manfaat Biji-bijian bagi Kesehatan

Sebelum membahas lebih lanjut, tahukah Anda dari mana asal kata omega? Kata omega berasal dari bahasa Latin yang memiliki makna ujung netral atau terakhir. Letak ikatan rangkap terhitung dari gugus metil menunjukkan apakah asam lemak tersebut tergolong 3,6, atau 9. Asam lemak omega 3 dan 6 tidak bisa kita dapatkan dari dalam tubuh. Tubuh tidak memproduski keduanya. Untuk mendapatkannya kita harus mengonsumsi beberapa bahan makanan yang mengandung omega 3 dan 6. Sedangkan asam lemak omega 9 dapat disisntesis di dalam tubuh, sehingga tidak terlalu dikhawatirkan tubuh kita akan mengalami kekurangan asam lemak omega 9.

Omega 3 sering kali sebagai digunakan sebagai penambahan pada produk makanan termasuk pada susu, makanan bayi, dan beberapa makanan lainnya. Asam lemak jenis ini bisa didapatkan lewat pengkonsumsian lemak nabati dan hewani. Sumber utama omega 3 adalah ikan laut atau minyak ikan. Bagian asam lemak omega 3 EPA dan DHA paling banyak yang terkandung dalam ikan. Dengan kandungan yang ada di dalamnya ini, khasiat omega 3 adalah untuk penyembuhan penyakit aterosklerosis (penyempitan dan pengerasan pembuluh darah), trombosis, dan penyakit tulan atau persendian, asma dan mencegah proses penuaan.[1] Sumber penting untuk mendapatkan asam lemak omega 3 adalah ikan laut seperti salmon, tuna, mackerel, dan ikan-ikan lainnya.

Omega 3 memiliki banyak khasiat bagi pertumbuhan manusia. Berikut khasiat omega 3 tersebut :

  1. Bagi bayi, khasiat omega 3 adalah untuk perkembangan saraf dan penglihatan.
  2. Bagi anak-anak yang otaknya masih tumbuh sampai usia sekitar lima tahun biasa disebut golden age, maka ia harus terhindar dari kondisi kekurangan gizi. Oleh karena itu, pada masa kanak-kanak, sangat dianjurkan mengkonsumsi makanan yang mengandung omega 3.
  3. Bagi orang dewasa, khasiat omega 3 adalah bagi otak, susunan saraf pusat, dan saraf tulang punggung. Kerusakan susunan saraf banyak disebabkan oleh kurangnya asam lemak essensial atau omega 3 dan omega 6. Hal ini dapat menyebabkan premature senile dementia atau hilangnya daya ingat di usia menengah dan turunnya fungsi otak secara drastis.


  4. Bagi ibu hamil, khasiat omega 3 adalah untuk perkembangan dan kebutuhan gizi bagi janin. Mengonsumsi makanan yang mengandung omega 3, akan berdampak pada berat badan janin dan ukuran badan janin yang dikandungnya. Kekurangan asam lemak omega 3 pada awal kehamilan dapat mengganggu kesehatan perkembangan plasenta dan akibat selanjutnya mengganggu perkembagan janin dan syaraf.[2]

Selain khasiat-khasiat yang telah disebutkan di atas tadi, khasiat omega 3 adalah untuk meningkatkan kemampuan otak dan fungsi syaraf pusat. Mekanisme serta peran omega 3 terhadap pertumbuhan otak yang dikaitkan dengan kecerdasan belum dapat dijelaskan, namun sebuah hasil riset melaporkan, bahwa peran DHA dalam membangun 14 juta sel otak (70% masa otak terdiri dari lemak) pada masa kritis yaitu sebelum kelahiran atau selama kehamilan sampai 18 bulan tumbuh kembang anak. Oleh karena itu pada masa kritis akan sangat baik gizi ibu dan bayi dicukupi dengan gizi mikro dan makro, termasuk asam lemak omega 3.[3]

Asam lemak omega 3 pada lemak hewani dapat kita peroleh dari mengkonsumi ikan-ikanan seperti tuna, sarden, salmon. Selain ikan, daging sapi, ayam, dan bebek juga mengandung omega 3. Beberapa jenis susu seperti susu sapi dan susu kambing juga mengandung omega 3. Untuk menambah kelezatan, sepertinya Anda perlu mengelolah beberapa jenis bahan makanan tadi menjadi masakan yang lezat tentunya, ide ini dapat Anda gunakan untuk menyiasati anak-anak yang kadang pula rewel dalam mengonsumsi makanan.

Bagaimana, khasiat omega 3 sangat banyak bukan?

Semoga bermanfaat!

(sajadah.co)

Sumber : Khalimatunisa. 2017. 101 Rahasia Langkah Kesehatan Otak

[2]Duthie, I.F. dan S.M. Barlow. 1992. Dietary lipid exemplified by fish oils and their n-3 fatty acid.

[3] Crawford et al 1998 yang dikuti oleh Nettleton, J.A. 1993. Are n-3 fatty acid essential nutrients for fetal infant development?. J. Am. Diet Assoc. 93: 58-64.

[5]Karyadi.D. 1995. Rekayasa gizi otak untuk mencerdaskan bangsa. Warta DRN. Edisi Juni..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *