pupuk kompos
https://id.wikipedia.org

Mengenal Lebih Jauh Tentang Pupuk Kompos

Posted on

Pupuk kompos merupakan pupuk campuran yang terdiri atas bahan organik, seperti daun dan jerami yang membusuk

Pupuk Kompos – Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kompos merupakan pupuk campuran yang terdiri atas bahan organik, seperti daun dan jerami yang membusuk. Pembusukan bahan-bahan organik ini disebut dengan proses dekomposisi. Sejak abad ke 17 M jauh sebelum manusia menemukan pupuk kimia, masyarakat sudah mengenal kompos yakni pemanfaatan limbah untuk dijadikan sebagai penyubur alami tumbuhan. Proses pelapukan secara alami pada umumnya terjadi dalam jangka waktu 100 hari. Namun saat ini telah banyak dipublikasikan mengenai cara agar mempercepat proses pelapukan dari bahan-bahan organik ini menjadi dua bulan bahkan tiga minggu saja tergantung pada bahan dan teknik pengomposan yang dilakukan.

Baca Juga : Mengapa Harus Pupuk Kompos? Apa Manfaat dan Kegunaan Kompos? Berikut Penjelasannya

Pupuk kompos baru bisa digunakan yaitu setelah melalui proses fermentasi atau dekomposisi dari bahan-bahan alami. Jika dilihat dari segi tahap pembuatan kompos, proses dekomposisi (perubahan) dapat terbagi menjadi empat tahap. Pertama, proses perubahan bahan-bahan organik awalnya daun-daun segar dengan volume yang besar dan berwarna hijau. Kedua, terjadi pengeringan bahan-bahan organik, pengeringan disebabkan oleh proses penguapan air sehingga warna daun menjadi kecoklatan. Ketiga, pada proses selanjutnya terjadi proses pelapukan, bahan bahan organik yang semula berwarna hijau berubah menjadi kehitaman dan teksturnya juga menjadi lebih remah. Perubahan ini disebabkan oleh adanya aktivitas dari mikroorganisme, jamur dan bakteri perombak. Keempat, perubahan bahan organik menjadi bentuk yang lebih sederhana yaitu kompos, bentuk bahan baku organik sudah berubah 90% dan teksturnya sudah lebih menyerupai tanah.

Jika dilihat dari segi jenis, pupuk kompos dapat dibagi menjadi dua yaitu pupuk kompos padat dan pupuk kompos cair. Kedua jenis ini memiliki fungsi yang hampir sama yaitu sebagai penyedia nutrisi bagi tanaman. cara penggunaannya ada yang diaplikasikan di tanah, dan ada pula yang langsung di semprotkan di dedauan untuk mempercepat proses penyerapan nutrisi.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahan-bahan untuk pembuatan kompos cukup sederhana, bisa dari limbah rumah tangga, limbah perkebunan, limbah pertanian, dan limbah peternakan. Teknik pembuatan pupuk kompos terbagi menjadi dua yaitu menggunakan teknik berlapis dan teknik campur atau mix. Teknik berlapis adalah teknik pengomposan di mana bahan-bahan organik disusun berlapis misalkan lapisan pertama, kotoran sapi, diatasnya dedaunan hijau, lapisan ketiga jerami dan seterusnya. Perlu dicatat jika menggunakan teknik pengomposan berlapis setiap lapis perlu diberikan larutan EM4 atau cairan MOL. Sedangkan teknik mix yaitu dengan mencampurkan semua bahan-bahan organik menjadi satu baru kemudian diberi effective microorganism atau EM4.  (Sumber: Buku Pintar Membuat Pupuk Kompos dan MOL)

(sajadah.co)

3 thoughts on “Mengenal Lebih Jauh Tentang Pupuk Kompos

    1. 10-80 hari. Tergantung pada dekomposer yang dipakai dan kefektifitasan bahan baku yang digunakan. Semoga bermanfaat 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *