Minyak ikan dan omega 3 yang baik untuk otak
Sumber foto : manfaatminyakikan.com

Minyak Ikan dan Omega 3 yang Baik untuk Otak

Posted on

Omega 3 dalam minyak ikan sudah terbukti sangat banyak manfaatnya untuk otak. Apa saja manfaat omega 3 dalam minyak ikan tersebut? Berikut penjelasanya.

Minyak ikan dan omega 3 yang baik untuk otak
Sumber foto : manfaatminyakikan.com

Minyak Ikan dan Omega 3 yang Baik untuk Otak – Tahukah kamu jika berat otak nenek moyang kita tidak lebih dari 500 gram? Menurut Dr. Michael Crawford, dari The Institue of Brain Chemistry and Human Nutrition, jika kelambatan perkembangan otak nenek moyang kita disebabkan oleh kehidupan mereka di daratan Eurasia yang jauh dari laut, sehingga hampir tidak pernah makan ikan. Kira-kira satu juta tahun yang lalu, nenek moyang kita yang tinggal di Afrika Timur (dekat danau-danau yang besar) tiba-tiba mengembangkan otaknya yang sangat menakjubkan. Otak yang berkembang inilah yang kemudian melahirkan peradaban menulis, seni, dan agama. Bukan sebuah kebetulan jika peradaban-peradaban besar tumbuh di daerah-daerah tepian sungai, seperti sungai Nil, Tiber, Eufrat, Gangga, dan lain-lain. Jika dahulu nenek moyang kita tidak makan ikan, bisa jadi kita saat ini jalan terbungkuk-bungkuk dengan membawa peralatan yang sangat primitif.[1]

Baca Juga : Apakah Telur Baik untuk Otak?

Penemuan hebat dilakukan oleh suku Inuit, Eskimo pada tahun 1970-an. Bangsa Eskimo jarang menderita beberapa penyakit seperti jantung koroner, rheumatoid arthiritis, diabetes melitus, dan psoriasis. Hal ini dikarenakan bangsa Eskimo mengkonsumsi makanan berlemak yang berasal dari laut, seperti ikan paus, anjing laut, dan ikan salmon. Kemudian para ilmuwan menemukan bahwa lemak yang berasal dari ikan-ikan mengandung lemak omega 3, sedangkan lemak yang terdapat pada makanan orang Eropa mengandung lemak omega 6. Hal ini kemudian mengispirasi orang Jepang untuk merubah menu makanannya. Orang Okinawa terkenal berusia terpanjang di dunia. Tetapi setelah Amerika menduduki Jepang pasca perang dunia kedua (1970-an), orang Okinawa mengubah menu makanan mereka dari ikan yang mengandung omega 3 menjadi makanan yang kaya omega 6, seperti menu makanan yang digoreng dengan minyak sayur seperti orang Amerika. Pada tahun 1990, tingkat kematian orang Okinawa di bawah 50 tahun menjadi tingkat kematian tertinggi di Jepang. Hal ini dikarenakan konsumsi yang tidak seimbang dalam omega 6 dan omega 3.

Baca Juga : Khasiat Teh Hijau Bagi Otak

Makanan omega-6 dapat diperoleh dari jagung, kedelai, dan kebanyakan minyak goreng dan makanan cepat saji. Sedangkan makanan omega-3 dapat diperoleh dari ikan salmon, tuna, dan lain-lain. Perbandingan ideal antara omega 3 dan omega 6 adalah 1:1, namun saat ini perbandingan itu menjadi 1:20-50. Hal ini menyebabkan kebakaran pada jaringan-jaringan sel otak dan dapat menimbulkan kerusakan otak yang sangat menakutkan. Kekurangan mengkonsumsi omega 3 berhubungan dengan naiknya disfungsi otak, penyakit mental, dan rendahnya IQ, depresi, ingatan yang buruk, skizofrenia, pikun, dan lain-lain.

Baca Juga : Manfaat Coklat Bagi Kesehatan

Salah satu makanan omega 3 yang berfungsi untuk melenturkan lemak dan menutup membran adalah minyak ikan. Lemak yang kasar akan menghambat komunikasi di antara neuron. Lemak lembut akan melancarkannya. Makin lancar komunikasi di antara neuron, makin bagus kerja otak. Makin mudah mengingat, makin efektif belajar, dan tentunya semakin cerdas dalam mengatasi masalah. Minyak ikan yang mengandung omega jenis DHA (decosahexaenoic acid) adalah bahan bangunan untuk pusat komunikasi sinaptik. Tanpa masukan omega 3 DHA, kita tidak dapat menumbuhkan lebih banyak sinapsis, dendrit, atau reseptor.

Menurut Penny Kris Ethert, Ph. D, peneliti jantung di Pennsylvania State University, untuk memperoleh manfaat yang besar, hendaknya kita mengkonsusmi ikan dua kali dalam seminggu. Makan ikan berlebihan juga tidak baik. Berlebihan dalam mengkosumsi minyak ikan dapat menyebabkan gangguan kadar gula, meningkatkan resiko stroke, kolerstrol, dan beberapa penyakit lainnya. (sajadah.co)

[1] Jalaluddin Rahmat. 2010. Belajar Cerdas : Belajar Berbasiskan Otak. Bandung : PT. Mizan Pustaka.

 

Sumber : Khalimatunisa. 2017. 101 Rahasia Langkah Kesehatan Otak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *