Obat Tidur Cara kerja dan efek sampingnya
Sumber foto : portal-kecantikan.blogspot.co.id

Obat Tidur: Cara Kerja dan Efek Sampingnya

Posted on

Sebelum ditemukannya obat tidur, banyak orang telah mencoba berbagai upaya untuk mendapatkan apa yang bisa membantu mereka untuk tidur, yaitu dengan memanfaatkan bahan-bahan herbal dan alami.

Obat Tidur Cara kerja dan efek sampingnya
Sumber foto: portal-kecantikan.blogspot.co.id

Obat Tidur; Cara Kerja dan Efek Sampingnya – Banyak orang yang menderita insomnia menggunakan obat tidur untuk membantu mengatasi insomnia yang dialaminya supaya bisa tidur. Karena insomnia semakin meningkat bersamaan dengan semakin bertambahnya usia, maka wajar saja jika yang mengkonsumi obat tidur lebih banyak dari kalangan orang tua.

Ada sejumlah pertanyaan yang perlu mendapatkan jawaban terkait dengan obat tidur ini yaitu:

  1. Bagaimana obat ini bekerja?
  2. Apa keuntungannya?
  3. Apa risiko dan efek sampingnya?
  4. Apakah obat ini memang bisa menciptakan tidur alami?

Masalah insomnia merupakan persoalan klasik. Oleh karena itu, sebelum ditemukannya obat tidur, banyak orang telah mencoba berbagai upaya untuk mendapatkan apa yang bisa membantu mereka untuk tidur, yaitu dengan memanfaatkan bahan-bahan herbal dan alami.

Mereka mencoba untuk menggunakan alkohol (minuman keras) sejak zaman kuno. Akan tetapi minuman keras hanya menciptakan tidur yang singkat dan tidak nyenyak serta diikuti oleh sejumlah gejala yang tidak normal, seperti muntah, sakit kepala dan lain sebagainya. Mereka juga menggunakan narkotika seperti ganja dan opium.

Baca juga : Penyebab Insomnia yang Paling Utama dan Harus Dihindari

Baca juga : Cara Ampuh Mengobati Insomnia Menurut Islam

Baca juga : Insomnia diobati dengan obat tidur? Baikkah? DI SINI

Akhirnya, para ilmuwan berhasil menciptakan obat yang bisa menyebabkan suatu kondisi tidur, seperti bahan Chloralhydrate dan Paraldehyde yang mulai digunakan pada akhir abad kesembilan belas.

Keberhasilan para ilmuwan dalam menciptakan asam Barbiturik pada tahun 1864 M dan senyawanya yang disebut Barbiturat, membuka jalan bagi para ilmuwan untuk menciptakan sejumlah obat tidur.

Disebutkan bahwa para ilmuwan merayakan keberhasilan mereka membuat obat tidur. Kebetulan, hari itu bertepatan dengan perayaan tahunan Santa Barbara. Oleh karena itu, mereka menggunakan namanya untuk menamai obat baru tersebut, yaitu Barbiturik.

Baca Juga : 6 Manfaat Bermain Game Menurut Kacamata Sains yang Harus Anda Ketahui

Obat baru itu pun dimasukkan dalam daftar obat perawatan medis terhadap kasus-kasus insomnia. Selama beberapa tahun, akhirnya terdeteksi munculnya sejumlah efek samping dari obat tersebut. Pada gilirannya, hal itu mendorong para ilmuwan untuk melakukan sejumlah upaya dan percobaan ilmiah yang bertujuan untuk membuat obat tidur lain yang tidak menimbulkan efek samping buruk yang diakibatkan oleh Barbiturat.

Pada tahun 1956 M, para ilmuwan bersukacita ketika mereka berhasil membuat ramuan obat tidur baru dan diberi nama thalidomide. Obat baru ini sempat memperoleh ketenaran besar dalam beberapa bulan. Para ilmuwan berpikir bahwa thalidomide adalah obat tidur yang lebih aman daripada barbiturat. Akan tetapi belum sampai berselang lima tahun, para ilmuwan menyadari bahwa obat baru tersebut adalah bencana dalam arti yang sesungguhnya. Perempuan yang mengonsumsi obat tersebut selama kehamilan melahirkan bayi cacat yang sangat parah, beberapa di antaranya ada yang terlahir tanpa lengan atau kaki. Jumlah mereka sekitar sepuluh ribu anak, dan setengah dari mereka masih hidup.

Obat tidur modern

Obat tidur modern pada hakekatnya merupakan bahan-bahan penenang yang disebut benzo diazepines. Penggunaan ramuan dan formulasi dari obat ini sangat populer dan tersebar di seluruh penjuru dunia tanpa menunjukkan adanya efek samping negatif dari obat penenang tersebut. Oleh karena itu, obat ini sukses dalam mengobati kasus-kasus insomnia. Di antara hasil formulasi dari obat ini adalah Valium, Librium dan lain-lain. Ini merupakan obat penenang yang membantu orang yang mengalami susah tidur atau insomnia supaya bisa tidur. Ini bukanlah obat penenang yang ideal karena obat penenang yang ideal adalah obat yang bisa menciptakan tidur alami. Akan tetapi, sayangnya obat ideal yang seperti ini tidak ada sama sekali.



Para ilmuwan mengamati bahwa obat ini mengurangi atau memperpendek fase tidur. Padahal, supaya tidur yang nyenyak dapat dicapai, maka fase tidur harus lama. Itu artinya, obat seperti Valium dan sejenisnya tidak bisa menciptakan tidur yang nyaman dan nyenyak. Sampai sekarang, tidak ada obat penenang atau obat tidur yang ideal.

Cara kerja obat tidur

Cara kerja obat tidur atau penenang masih menjadi sebuah rahasia dan misteri bagi para ilmuwan. Rahasia ini baru terungkap pada tahun 1977 M ketika para ilmuwan menemukan bahwa obat dari keluarga Valium dan Diazepine terkait dengan titik-titik tertentu di dalam reseptor sel syaraf. Penemuan ini menarik perhatian para ilmuwan karena sejak beberapa tahun mereka telah berhasil mengungkap keterikatan opium (seperti morfin) di dalam otak. Setelah itu, mereka berhasil mengidentifikasi opium internal (alami) yang diproduksi di dalam otak dan sistem syaraf pusat. Opium alami ini merupakan bahan-bahan kimiawi yang bekerja meringankan rasa sakit dan dikenal dengan nama endorfin. Oleh karena itu, para ilmuwan berpikir bahwa ada zat-zat internal alami dan diproduksi sendiri oleh tubuh yang terkait dengan reseptor kelompok Diazepines serta dapat bekerja sebagai penenang alami atau penyebab alami tidur. Penelitian ilmiah masih terus berlangsung dan belum sampai pada kesimpulan akhir.

Pada masa sekarang, manusia cenderung menggunakan berbagai ramuan herbal sebagai obat alternatif. Ramuan-ramuan herbal sudah digunakan oleh manusia sejak ribuan tahun. Mungkin, barangkali ada sebagian kalangan percaya bahwa ramuan-ramuan herbal tersebut mampu menciptakan tidur alami. Akan tetapi, hal itu bukan merupakan hukum umum karena ada beberapa tanaman obat yang menimbulkan efek buruk dalam tubuh. Para ilmuwan medis memiliki banyak resep herbal alternatif untuk mengobati insomnia, akan tetapi tidak boleh digunakan kecuali di tangan para ilmuan spesialis. (sajadah.co)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *