Pengalaman Mengobati Batu Empedu Tanpa Operasi dengan Minyak Zaitun dan Apel

Posted on

Mengobati Batu Empedu Tanpa Operasi – Sebagai ungkapan rasa syukur, kali ini saya akan sedikit bercerita tentang mengobati batu empedu dengan minyak zaitun dan apel agar tidak sampai menjalankan operasi batu empedu yang cukup mahal dan tentunya beresiko, seminimum apapun resiko tersebut.

Pada bulan Juli 2017, saya merasakan rasa sakit di bagian ulu hati. Rasanya begitu sakit, melebihi sakit maag atau lambung. Awalnya, saya mengira ini adalah sakit maag atau lambung biasa karena saya sendiri mempunyai riwayat penyakit maag. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk meminum obat maag. Setelah obat maag saya minum, sakit di ulu hati saya tak kunjung reda. Malah semakin menjadi.

Akhirnya saya memutuskan untuk ke rumah sakit. Saya meminta teman saya mengantarkan saya ke rumah sakit terdekat waktu itu karena tidak kuat membawa motor sendiri. Maklum, anak kos, jadi biasa merepotkan teman. Setelah di rumah sakit, saya diperiksa dan disuntik. Sekali disuntik, tidak ada perubahan. Kemudian disuntik lagi, mulai agak mendingan. Saya menduga, suntikan itu adalah obat pereda nyeri.

Mengobati Batu Empedu dengan Minyak Zaitun dan Apel Tanpa Operasi 5
Batu Empedu

Setelah itu saya mengingat-ingat kembali makanan yang saya makan. Saya ingat bahwa persis sebelum sakit tersebut, saya makan mie instan. Jadi dugaan saya, sakit di ulu hati saya ini adalah sakit maag atau lambung yang disebabkan mie instan pedas (saya biasa masak mie instan dengan campuran cabai).


Setelah beberapa minggu berjalan, sepertinya aman, tidak kambuh-kambuh lagi. Sayangnya, setelah kira-kira satu bulan, saya merasakan kembali sakit yang teramat sangat di bagian ulu hati lagi. Waktu itu, kambuh sekitar mau subuh, sekira pukul 04.00 WIB. Hampir 3 jam saya cuma bisa guling-guling. Jam 7, setelah saya rasa rumah sakit sudah buka dan ada taksi yang bisa mengantarkan saya, saya pergi ke rumah sakit. Lagi-lagi, di rumah sakit yang sama, saya disuntik hingga beberapa kali, sepertinya dengan obat pereda nyeri. Setelah nyeri yang saya rasakan hilang, saya diperbolehkan pulang. Setelah sebelumnya saya disuruh USG untuk memastikan adanya batu empedu atau tidak. Hasilnya, tidak ditemukan batu empedu.

Anehnya, setelah nyeri itu hilang, sepertinya saya kembali seperti orang normal, sembuh tanpa penyakit apapun. Akan tetapi, anehnya lagi, keesokan harinya di jam yang hampir sama, sakit di ulu hati saya menyerang lagi. Lagi-lagi saya membawa ke rumah sakit yang sama dan disuntik lagi beberapa kali. Sebenarnya, pada waktu itu saya minta diopname karena rasanya sudah tidak kuat menahan rasa sakit tersebut. Namun dokter belum mengizinkan. Begitu esok harinya kambuh lagi, baru saya diizinkan opname. Untungnya, saya opname cuma sehari.

Setelah itu, saya pulang ke rumah dari Yogyakarta, tempat saya kuliah. Di rumah, makanan saya betul-betul dijaga. Tidak makan pedas sama sekali karena dugaan awal adalah sakit lambung. Sayangnya, meski saya sudah tidak makan pedas sama sekali, lagi-lagi penyakit aneh ini kambuh lagi. Saya akhirnya dibawa ke rumah sakit di dekat rumah. Hasilnya, dokter di sana juga menduga bahwa ini adalah penyakit lambung. Dugaannya, karena kebanyakan pikiran. Saya opname di sana selama 3 hari karena kali ini cukup parah. Saya tidak bisa berjalan normal, harus membungkuk-bungkuk dengan menahan rasa sakit di ulu hati.



Setelah pulang dari opname, beberapa hari setelahnya saya opname lagi karena penyakit yang sama. Kali ini di rumah sakit yang berbeda dengan dokter spesialis penyakit dalam langganan rumah. Dokter ini menyarankan untuk endoscopy. Hasilnya? Lambung saya baik-baik saja, tidak ada gangguan sama sekali karena hasil cek endoscopy menunjukkan bahwa lambung saya dalam kondisi yang baik. Hasil endoscopy ini saya bawa ke dokter langganan rumah. Dengan agak kebingungan, dia menyuruh saya untuk USG sekali lagi, setelah sebelumnya melihat hasil USG pertama saya yang baik-baik saja.

Melihat kebingungan dokter tersebut, saya jadi ragu dengan dokter satu ini. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk terapi balur Dr Gretha di Malang. Tepatnya di dekat Universitas Negeri Malang. Terapi di sini memang cukup aneh karena menggunakan rokok. Namun, saya tahu bahwa terapi ini berhasil menyembuhkan banyak penyakit termasuk kanker dan tumor. Setelah beberapa minggu terapi di sini, penyakit saya memang jarang kambuh. Padahal obatnya cuma sebatas kopi dan rokok. Betul! Cuma kopi dan rokok!

Sayangnya, setelah beberapa minggu tidak kambuh tersebut, saya makan daging dan tidak sengaja makan sambal. Akhirnya, penyakit saya kambuh lagi. Saya kira karena sambal yang saya makan. Padahal tampaknya, kemungkinan dari daging yang saya makan.

Mengobati Batu Empedu dengan Minyak Zaitun dan Apel Tanpa Operasi

Setelah kambuh ini, saya disuruh orang tua untuk periksa di salah satu rumah sakit di Surabaya. Anehnya, setelah tes USG, ternyata dokter di sana menyatakan bahwa ada batu empedu di kantung empedu saya. Barulah ketahuan bahwa saya sakit batu empedu, bukan maag atau lambung.

Bagi sebagian orang, menurut cerita-cerita tentangga, orang yang sakit batu empedu, banyak yang mengira dikarenakan hal-hal ghaib. Entah disantet dan lain sebagainya. Untungnya saya tidak terlalu mempercayai itu dan alhamdulillah akhirnya ketemu juga penyakit saya.

Apa Itu Batu Empedu?

Batu empedu sebenarnya tidak lain adalah batuan kecil. Batu ini berasal dari kolesterol yang terbentuk di dalam empedu manusia. Memang, batu empedu ini, dalam banyak kasus, tidak menyebabkan gejala apapun. Sebab, dalam kantung empedu setiap orang, dapat dipastikan terdapat batu empedu. Bedanya, hanya soal jumlah dan ukurannya saja. Akan tetapi, terkadang, batu ini akan meyumbat bagian empedu. Penyumbatan inilah yang menyebabkan rasa sakit yang cukup hebat yang biasa disebut nyeri kolik. Nyeri ini dapat bertahan berjam-jam. Dalam kasus saya, di awal-awal saya mengalami sakit batu empedu, memang yang terasa sakit cuma ulu hati. Namun, setelah berjalan beberapa waktu, sakitnya menjalar hingga ke punggung.



Jika sudah cukup parah, para penderita penyakit batu empedu biasanya akan disuruh operasi oleh dokter. Biayanya cukup mahal. Dalam kasus saya, kata dokter yang menangani saya, biayanya hingga 6o juta. Lumayan bukan?

Mengobati Batu Empedu dengan Minyak Zaitun dan Apel Tanpa Operasi

Setelah penyakit batu empedu saya ditemukan, saya disuruh dokter untuk meminum obat selama 3 bulan berturut-turut dan tidak boleh putus. Obat tersebut adalah Urdafalk, obat standar yang biasa dipakai untuk penyakit batu empedu. Awalnya, saya meminum obat ini secara rutin, hingga satu bulan lebih. Namun, suatu waktu, saya membaca aturan obat dalam kotak obat ini. Di sana tertulis, untuk meluruhkan batu empedu, dibutuhkan waktu minimal 6 bulan hingga setahun. Saya mulai merasa aneh. Padahal dokter cuma menyuruh saya meminum obat ini selama 3 bulan. Oh ya, sebelum penyakit batu empedu saya ketahuan, ketika nyeri kolik saya kambuh, saya biasa minum buscopan, resep dokter spesialis langganan rumah, yang belakangan saya tahu bahwa ini cuma obat anti nyeri.

Setelah saya merasakan keganjilan itu, saya mulai browsing. Awalnya saya cuma browsing mengenai kenapa penyakit batu empedu ketika kambuh (nyeri kolik) seringkali terjadi di malam hari. Barangkali ada aktivitas atau makanan yang harus saya hindari agar nyeri kolik akibat penyakit batu empedu saya tidak kambuh. Untungnya, saya menemukan terapi dari Dr Lai Chiu Nan.

Awalnya saya ragu dengan terapi ini. Namun, setelah saya cari-cari dan baca-baca komentar orang-orang mengenai hal ini, saya memberanikan diri mencobanya. Meskipun, menurut sebagian orang, cara ini juga belum tentu berhasil. Namun, banyak juga yang menceritakan pengalamannya dengan menggunakan metode Dr Lai Chiu Nan ini dan berhasil. Saya pikir, ah, tidak ada salahnya saya coba. Wong tidak mahal juga dan sepertinya tidak ada yang aneh-aneh.

Berikut Cara Mengobati Batu Empedu dengan Minyak Zaitun dan Apel Tanpa Operasi Menurut Dr Lai Chiu Nan tersebut.

1. Makanlah atau minumlah 4 minimal empat buah apel selama lima hari berturut-turut. Anda bisa meminumnya dengan membuat jus atau langsung memakannya. Jenis apelnya terserah. Dalam kasus saya, saya memakan, minimal, 5 buah apel dalam sehari. Kadang bisa lebih. Apel ini berguna untuk melembutkan batu empedu. Anda diperbolehkan makan seperti hari-hari biasa selama lima hari ini. Saya memulai makan apel ini pada tanggal 26 Desember 2017.



2. Pada hari keenam (Dalam kasus saya, tepat pada tanggal 31 Desember 2017), anda tidak boleh makan malam. Pada jam 18.00 WIB, aduklah satu gelas air hangat dengan satu sendok teh garam inggris. Istilah lain untuk garam ini adalah epsom salt atau magnesium sulfat. Lalu minum. Bisa anda beli di apotek. Atau, kalau saya, saya membelinya online melalui salah satu marketplace. Garam inggris berguna untuk membuka pembuluh kandung empedu. Dalam kasus saya, saya agak mau muntah ketika minum larutan garam inggris ini. Rasanya sedikit pahit dan agak anyir. Pada jam 20.00 WIB, lakukan hal yang sama. Pada jam 22.00 WIB, campurkan setengah gelas minyak zaitun (olive oil) dengan setengah gelas jeruk atau lemon. Silahkan aduk lalu minum. Rasanya enak kok. Hampir mirip jus lemon atau jus jeruk.

Mengobati Batu Empedu dengan Minyak Zaitun dan Apel Tanpa Operasi 6
Batu Empedu

Keesokan harinya, setelah melakukan metode itu, perut saya mulai mulas dan beberapa kali buang air besar. Benar saja, ternyata, ketika semua kotoran tersiram, ada batu-batu hijau dengan berbagai macam ukuran yang mengambang. Dalam kasus saya, kira-kira jumlahnya sekitar 40 – 50 buah. Alhamdulillah, setelah saya mencoba metode dari Dr Lai Chiu Nan ini, penyakit batu empedu tidak pernah kambuh lagi. Dan saya berencana untuk melakukan metode ini sekali lagi. Itung-itung untuk membersihkan batu empedu yang masih terisa.

 

Semoga bermanfaat yaa

 

(Sajadah)

4 thoughts on “Pengalaman Mengobati Batu Empedu Tanpa Operasi dengan Minyak Zaitun dan Apel

  1. Mlm ms mintano WA…saya skrng jga mengalami sakit yg sama.
    081217552062

  2. apa setelah batu nya keluar sudah tidak pernah sakit lagi ?
    atau pernah usg lagi untuk memastikan batu nya sudah bersih ?

  3. Sy mulai kena September 2017, awalnya dikira jantung krn susah nafas dan keringat dingin.. opname sdh 3 kali…sering kambuh

    Akan sy coba… syukran tipsnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *