posisi tidur dalam islam
Sumber foto: https://www.menshealth.com

Penjelasan Lengkap Posisi Tidur dalam Islam

Posted on

Islam memang agama yang lengkap. Posisi tidur dalam islam pun sudah ada aturannya. Posisi tidur dalam islam bisa kita telusuri dari hadist nabi. Lalu, bagaimana posisi tidur yang baik menurut islam dan yang dicontohkan Rasulullah Saw?

Posisi Tidur dalam Islam – Tidur merupakan kebutuhan dasar bagi setiap makhluk hidup. Manusia tidak bisa bertahan hidup tanpa tidur. Manusia memang bisa tidur dalam posisi duduk, tetapi posisi itu tidak memberinya porsi istirahat dan rileks yang cukup sebagaimana yang diinginkan dari tidur. Oleh karena itu, posisi tidur manusia bermacam-macam. Posisi yang benar bagi seseorang ketika tidur adalah bersantai dan rileks dalam posisi horizontal (terbaring).

Allah swt. mengutus Rasul-Nya, Muhammad saw. sebagai guru bagi umat dalam semua urusan ibadah, syariat dan muamalat. Juga sebagai seorang guru bagi umat dalam semua urusan kehidupan dunia mereka, baik yang kecil maupuan yang besar. al-Qur`an menyebutkan hal ini dalam ayat:

(كَمَا أَرْسَلْنَا فِيكُمْ رَسُولا مِنْكُمْ يَتْلُو عَلَيْكُمْ آيَاتِنَا وَيُزَكِّيكُمْ وَيُعَلِّمُكُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُعَلِّمُكُمْ مَا لَمْ تَكُونُوا تَعْلَمُونَ (البقرة : ١٥١

“Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan nikmat Kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu seorang Rasul di antara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu AlKitab dan Al-Hikmah serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui. (QS. al-Baqarah (2): 151)

Jadi, Nabi Muhammad saw. adalah guru umat dalam segala urusan dan hal ihwal mereka di dunia dan akhirat. Oleh karena itu posisi tidur dalam islam sudah ada aturan dan contohnya dari Nabi.

Baca Juga : Cara Ampuh Mengobati Insomnia Menurut Islam

Kalimat “mensucikan dan mengajari kalian” maknanya adalah membersihkan hati kalian, memperbaiki keadaan kalian dan mengajarkan akhlakul karimah kepada kalian. Ia juga mengajarkan kepada kalian apa yang dibawa oleh Al-Qur`an berupa hidayah, bimbingan, pendidikan, ajaran dan kebenaran. Juga, menjelaskan kepada kalian Sunnah Nabawiyah berikut kandungannya serta menerangkan makna-makna al-Qur`an, tafsirnya dan penjelasan-penjelasannya. Nabi Muhammad juga mengajarkan kepada kalian urusan-urusan duniawi kalian yang tidak kalian ketahui serta memperbaiki keadaan kalian.

Baca Juga : Penyebab Insomnia yang Paling Utama dan Harus Dihindari

Itulah Rasulullah saw. sang guru sekaligus teladan yang baik bagi umat dalam segala hal, bahkan dalam cara tidur beliau. Oleh karena itu posisi tidur dalam islam sudah ada aturan dan contohnya dari Nabi. Kitab-kitab hadits menyebutkan bahwa Rasulullah saw. tidur berbaring dengan posisi di atas sisi tubuh bagian kanan (berbaring dengan posisi miring ke kanan), dengan tangan dan kaki agak tertekuk sedikit, tangan kanan di bawah pipi, dan wajah menghadap ke arah Ka’bah. Ini adalah posisi ideal bagi tubuh saat tidur dan bisa memberikan relaksasi fisik dan psikis yang diinginkan dari tidur.

Baca Juga : Obat Tidur: Cara Kerja dan Efek Sampingnya

Tidak semua bentuk posisi tubuh saat tidur mampu menciptakan relaksasi psikis dan fisik yang diinginkan. Seseorang menghabiskan harinya untuk beraktifitas dan bekerja serta mengalami banyak penderitaan dan kesulitan yang pada akhirnya menyebabkan kelelahan tubuh dan jiwa sekaligus. Kondisi ini tidak bisa dihilangkan kecuali dengan tidur dalam posisi yang tepat yang bisa menciptakan relaksasi fisik dan psikis.

Baca Juga : Insomnia Diobati dengan Obat Tidur? Baikkah?

Pertanyaannya kemudian adalah bagaimana posisi tidur dalam islam? Bagaimanakah posisi tidur yang baik menurut islam?

Posisi tidur dalam islam yang tepat adalah tidur dengan posisi horizontal di atas sisi tubuh bagian kanan (miring ke kanan), kedua tangan dan kaki agak tertekuk sedikit, dan salah satu kaki tidak menindih kaki yang lainnya. Orang yang tidur dianjurkan untuk membolak-balikkan tubuh dari satu sisi ke sisi yang lain dengan posisi tetap seperti itu. Para ilmuwan menggambarkan posisi tersebut dengan istilah posisi janin. Yakni, seperti posisi janin dalam rahim ibunya. Ini adalah posisi tidur yang kita pelajari dari Sunnah Nabawiyah.

posisi tidur dalam islam
Sumber foto: https://www.menshealth.com

Para ilmuwan mengatakan, “Tidur dengan tubuh dalam posisi horizontal dan salah satu kaki diletakkan di atas kaki yang lain adalah sebuah posisi tidur yang tidak bisa mewujudkan relaksasi fisik dan psikis saat tidur.”

Nabi Muhammad saw. telah memberi kita arahan dan bimbingan dalam masalah ini.

فَقَدْ رَوَى مُسْلِمُ عَنْ جَاِبٍر رَضِىَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “لَايَسْتَلْقِيَنَّ أَحَدُكُمْ ثُمَّ يَضَعُ إِحْدَى رِجْلَيْهِ عَلَى الْأَخَرِ”، وَفِى رِوَيَةِ الْأُخْرَى: “لَا تَضَعْ إِحْدَى رِجْلَيْكَ عَلَى الْأُخْرَى إِذَا اسْتَلْقَيْتَ

Imam Muslim meriwayatkan dari Jabir ra., bahwasannya Rasulullah saw. bersabda, “Janganlah salah satu dari kalian berbaring kemudian menempatkan salah satu kakinya di atas kaki yang lain.” Dalam riwayat lain disebutkan, “Janglah kamu menempatkan salah satu kakimu di atas kaki yang lain ketika kamu berbaring.”



Penjelasan ilmiah untuk hadits ini adalah bahwa meletakkan salah satu kaki di atas kaki yang lain saat tidur tidak menciptakan relaksasi fisik dan psikis yang diinginkan dari tidur. Sebab relaksasi fisik dan psikis hanya bisa didapatkan jika setiap otot di dalam tubuh dalam keadaan rileks dan setiap persendian dalam posisi yang nyaman tanpa adanya ketegangan pada ligamen sendi. Hal ini tidak dapat tercapai jika seseorang tidur dengan meletakkan salah satu kakinya di atas kaki yang lain dan hanya bisa diperoleh dengan posisi janin seperti yang dijelaskan oleh hadits dan disarankan oleh para ilmuwan pada era ilmu pengetahuan saat ini.

Apa yang Terjadi di dalam Tubuh Jika Seseorang Tidur dengan Posisi Tidur Tengkurap?

Selama aktifitas bernapas, otot diafragma (sekat antara rongga dada dan rongga perut) bergerak naik turun, supaya paru-paru penuh dengan udara ketika menarik nafas kemudian mengeluarkannya. Otot diafragma yang turun pada saat menarik napas akan menekan lambung dan usus. Akibatnya, dinding perut terdorong ke depan. Hal sebaliknya terjadi pada saat mengeluarkan napas.

Jadi dinding perut selalu bergerak ke depan, kemudian mengendur, kemudian bergerak kembali ke depan lagi, begitu seterusnya. Jika seseorang tidur dengan poisisi tengkurap, maka gerakan dinding perut terhenti. Dengan demikian, ruang gerak untuk pergerakan otot diafragma menjadi sangat sempit sehingga proses respirasi menjadi sangat terganggu. Akibatnya, tingkat kandungan oksigen di dalam darah menurun, sementara tingkat kandungan karbondioksida meningkat. Hal ini menyebabkan efek negatif bagi kesehatan manusia.

 

وَأَشَارَ الْحَدِيْثُ النَّبَوِىُّ الشَّرِيْفُ إِلَى هَذِهِ الْحَقِيْقَةِ: فَقَدْمَرَّ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِرِجْلٍ فِى مَسْجِدٍ فَرَأَهُ نَائِمًا عَلَى بَطْنِهِ، فَأَيْقَظَهُ وَقَالَ: “هَذِهِ ضِجْعَةٌ لَا يُحِبُّهَا اللهُ تَعَالىَ

Hadits Nabawi mengisyaratkan fakta ini. Rasulullah saw. pernah lewat di dekat seseorang yang sedang tiduran di masjid dengan posisi bertelungkup. Lalu beliau membangunkannya dan berkata kepadanya, “Ini adalah posisi berbaring yang tidak disukai Allah swt.”

وَقَالَ بَعْضُ الصَّحَابَةِ رِضْوَانُ اللهِ عَلَيْهِمْ: نَهَانَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ نَنَامَ عَلَى بُطُوْنِنَا

Sebagian sahabat berkata, “Rasulullah saw. melarang kami tidur dengan posisi bertelungkup.”

وَرَوَى الْأَئِمَّةُ أَصْحَابُ السُّنَنِ عَنْ قَيْسِ بْنِ طَخْفَةَ الْغِفَّارِى عَنْ أَبِيْهِ قَالَ: كُنْتُ نَائِمًا فِى الْمَسْجِدِ عَلىَ بَطْنىِ. فَرَكَضَنِى رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ: ” مَالَكَ وَلِهَذَا النَّوْمِ، هَذِهِ نَوْمَةٌ يَكْرَهُهَا اللهُ تَعَالَى

Para Imam dan para pemilik kitab As-Sunan meriwayatkan dari Qais bin Takhfah Al-Ghifari dari ayahnya, dia berkata, “Aku sedang tidur di dalam masjid dengan posisi menelungkup. Lalu Rasulullah saw. menyentuhku dengan kaki beliau dan berkata, “Ada apa dengan dirimu? Kenapa kamu tidur dengan posisi seperti ini? Ini adalah posisi tidur yang dibenci Allah swt.”

Mengenali kepribadian seseorang dari posisi tidurnya

Banyak ilmuwan meneliti bentuk-bentuk posisi tidur manusia dan membandingkannya dengan kondisi psikologis mereka. Para ilmuwan tersebut menemukan bahwa kepribadian seseorang dan kondisi psikologis yang menjadi karakternya bisa dilihat dari posisi tubuh yang dipilihnya pada saat tidur. Mereka berhasil mendapatkan kesimpulan sebagai berikut:

posisi tidur dalam islam 1
Sumber foto: sajadah.co

1.Tidur dengan posisi miring, lutut ditekuk dan salah satu tangan diletakkan di wajah. Posisi tidur ini menunjukkan bahwa orang tersebut memiliki karakter tenang, tetapi ragu-ragu dalam membuat keputusan dan mencemaskan masa depan.

posisi tidur dalam islam 1
Sumber foto: sajadah.co

2. Tidur dengan posisi seperti jongkok, yaitu tidur miring dengan kedua lutut ditekuk maksimal hingga hampir menempel perut. Posisi tidur seperti ini menunjukkan bahwa orang tersebut merupakan pribadi yang penakut, tidak merasa aman dan curiga kepada orang lain.

posisi tidur dalam islam 1
Sumber foto: sajadah.co

3. Tidur dengan posisi menelungkup dengan kedua lengan menjulur ke atas. Posisi tidur seperti ini menunjukkan bahwa orang tersebut memiliki kepribadian yang berubah-ubah dan tidak puas dengan keadaannya di dunia.


posisi tidur dalam islam 1
Sumber foto: sajadah.co

4. Tidur dengan posisi menelungkup dengan kedua lengan ditekuk di bawah wajah. Ini merupakan posisi tidur orang yang kurang percaya diri, banyak berpikir dan sedikit kerja.

posisi tidur dalam islam 1
Sumber foto: sajadah.co

5. Tidur dengan posisi telentang dengan kedua lengan lurus ke bawah sejajar dengan tubuh. Ini merupakan posisi tidur orang yang ambisius, bangga diri, percaya diri dan mencintai kehidupan dengan rasa cemas dan khawatir.

posisi tidur dalam islam 1
Sumber foto: sajadah.co

6. Tidur dengan posisi telentang dan kedua lengan diletakkan di bawah kepala. Ini merupakan posisi tidur orang yang memiliki kepribadian tenang, berpikir sebelum bertindak, mencintai kehidupan dan mencintai sesama.

posisi tidur dalam islam 1
Sumber foto: sajadah.co

7. Tidur dengan posisi telentang dengan kedua tangan menjulur ke atas di samping kepala. Ini merupakan posisi tidur orang yang memiliki kepribadian kuat, sombong dan angkuh.

posisi tidur dalam islam 1
Sumber foto: sajadah.co

8. Tidur dengan posisi telentang dan menempatkan kedua tangan di atas dada. Ini merupakan posisi tidur orang yang nyaman, tenteram dan damai hatinya.

posisi tidur dalam islam 1
Sumber foto: sajadah.co

9. Tidur dengan posisi telentang, kedua kaki ditekuk, menjulurkan salah satu tangan ke atas dan menjulurkan tangan yang lain ke bawah sejajar dengan tubuh. Ini merupakan posisi tidur orang yang acuh tak acuh dan tidak mempedulikan orang lain.

posisi tidur dalam islam 1
Sumber foto: sajadah.co

10. Tidur dengan posisi telentang, salah satu kaki diletakkan di atas kaki lain yang ditekuk. Ini merupakan posisi tidur orang merasa bangga, sombong dan angkuh.

posisi tidur dalam islam 1
Sumber foto: sajadah.co

11. Tidur dengan posisi miring ke kanan, kedua kaki sedikit ditekuk, kedua tangan yang sedikit ditekuk juga, dan meletakkan telapak tangan di bawah wajah. Ini adalah posisi tidur seorang yang ideal dan teladan dalam hal akhlak, karakter dan kecenderungan, hati tenang, tenteram dan damai. Inilah posisi tidur dalam islam yang dicontohkan Nabi Muhammad Saw untuk umatnya.

Posisi tidur dalam islam memang sudah diatur dan yang tepat adalah mencontoh posisi tidur Rasulullah Saw. Karena suri tauladan yang menjadi panutan umat islam adalah Rasulullah Saw.

(sajadah.co)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *