mekanisme antikythera
mekanisme antikythera

Tahukah Anda Apa Itu Mekanisme Antikythera yang Menjadi Google Doodle Sekarang?

Posted on

Mekanisme Antikythera sendiri tidak lain adalah kalender bulan dan matahari. Mekanisme ini digunakan orang zaman dulu untuk mengetahui posisi benda langit, bulan, matahari serta memprediksi terjadinya gerhana. Bahkan, Mekanisme ini juga dapat digunakan untuk memperlajari alam semesta.

Mekanisme Antikythera – Doodle Google kembali menampilkan tampilan barunya hari ini. Kali ini, yang menjadi Google Doodle adalah Mekanisme Antikythera. Pemasangan Mekanisme ini menjadi Google Doodle hari ini guna menyambut ulang tahun ke-115 penemuannya yang jatuh pada hari ini. Unsur-unsur yang ada dalam Mekanisme Antikythera digunakan oleh Google untuk menyusun kata “Google” di Google Doodle hari ini.

Apa sebenarnya Mekanisme Antikythera ini hingga Google sampai menjadikannya Google Doodle hari ini? Tahukah anda, apa itu Mekanisme Antikythera?

Mekanisme Antikythera sendiri diduga merupakan komputer tertua yang pernah ada di dunia dalam sejarah. Ia merupakan suatu benda yang dapat menjadi panduan untuk mempelajari alam semesta. Menarik bukan?

Baca Juga : Inilah Fakta Unik Terkait Mekanisme Antikythera Klik DISINI

Awalnya, pada tahun 1901 di Laut Legan yang berada di Pulau Yunani bagian selatan, mekanisme ini ditemukan dalam kapal yang karam di sana. Para ilmuwan pun kebingungan. Mereka tidak dapat memecahkan fungsi dari benda ini. Sebab, para ilmuwan sendiri hanya memahami sebagian kecil saja dari teksnya.

Kira-kira, baru 12 tahun lalu, misteri tentang benda itu bisa terungkap. Para ilmuwan mulai memahami tentang benda itu. Benda yang tak lain adalah Mekanisme Antikythera tersebut, menurut para ilmuwan, masih berkaitan dengan tujuan astronomi. Alat itu digunakan oleh manusia-manusia purba untuk menebak dan memperkirakan keberadaan serta posisi benda langit.

Setelah sekian lama para ilmuwan memeras keringat dan otak, akhirnya mereka dapat membaca 500 kata alias 3.500 huruf yang ada dalam benda yang diperkirakan berusia 2.100 tersebut. Huruf yang ada di mesin tersebut ukurannya kira-kira hanya 1,2 milimeter. Huruf-huruf itu terukir di dalam benda. Huruf ini baru bisa dilihat dari belakang dan depan saja.

Mesin Antikythera sendiri cara pengoperasiannya dengan diengkol. Mesin ini terbungkus rapi di sebuah kayu. Para ilmuwan baru bisa membaca huruf-huruf tersebut setelah melakukan puluhan kali pindaian. Menurut seorang ilmuwan Universitas New York, Alexander Jones, mekanisme Antikythera sendiri tidak lain adalah kalender bulan dan matahari.

Orang-orang purba menggunakan mekanisme ini untuk melihat dan mengetahui keberadaan serta posisi bulan dan matahari. Selain itu, dengan alat ini, mereka juga dapat mengetahui posisi planet-planet yang ada di tata surya. Tidak cukup sampai di situ, dengan alat ini, orang-orang purba juga dapat memprediksi kapan terjadinya gerahana. Lebih jauh, alam semesta dapat dipelajari menggunakan alat ini, persis sebagaimana buku astronomi kita.

Alexander Jones mengatakan bahwa temuan itu memberikan arti penting tentang refrensi astronomi Yunani Kuno. Sebuah periode di mana bidang astronomi dan dasar-dasar teknologinya belum banyak diketahui hingga saat ini. Oleh karena itulah, mekanisme antikythera menjadi sangat penting dan berarti.

Mekanisme ini diperkirakan berasal dari abad 1 SM dan baru diangkat dari kapal pada tahun 1901. Oleh karena itu, jika sekarang adalah tahun 2017, maka mekanisme ini usianya sudah lebih dari 2000 tahun. Di kapal berukuran panjang sekitar 40 meter yang karam tersebut, mekanisme antikythera ditemukan bersama gelas, patung marmer, keramik, dan perunggu. (sajadah.co)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *